Date Selasa, 29 July 2014 | 01:27 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

PAN-Golkar Belum Tetapkan Balon Wako- Wawako

Panwaslu Temukan PPS Anggota Parpol

Kamis, 17-01-2013 | 13:19 WIB | 548 klik

Sawahlunto, Padek—Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Pilkada Sawahlunto menemukan lima anggota panitia pemungutan suara (PPS) di tiga kecamatan Sawahlunto yang diduga menjadi anggota partai politik (Parpol). Hal itu terungkap dalam pertemuan Ketua Panwaslu Sawahlunto Dwi Murini dengan forum wartawan independen Sawahlunto (Forwis) yang dipimpin Tumpak Abdulrahman, kemarin (16/1).

“Menurut undang-undang pemilu, anggota parpol tidak dibenarkan menjadi panitia penyelengara pemilu, ini pelanggaran. Imbasnya pemilu Sawahlunto bisa cacat, kami tidak mentolirer ini. Surat pernyataan sudah disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sawahlunto, supaya diganti,” ujar Dwi.

Dijelaskan Dwi, awalnya timnya menemukan indikasi 9 orang anggota parpol menjadi anggota PPS, tapi setelah diverifikasi, ternyata hanya 5 orang yang diduga kuat anggota parpol. “Mereka berada di Kecamatan Silungkang, Lembah Segar dan Kecamatan Barangin,” ujar Dwi.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panwaslu dan Ketua Forwis sepakat mengawas jalannya Pilkada, agar berkualitas, tidak anarkis, warga cerdas, serta semuanya menggunakan hak pilih. “Forwis adalah perhimpunan jurnalis profesional, netral, dan tidak memihak pada pasangan balon wali kota/wakil wali Kota Sawahlunto manapun. Forwis juga akan menggelar pertemuan serupa dengan KPU Sawahlunto maupun pasangan bakal calon(balon),” kata Tumpak Abdulrahman.

Belum Tetapkan

Sementara itu, meski baliho pasangan bakal calon(balon) Wali Kota/ Wakil Wali Kota Sawahlunto 2013-2018 bertebar hingga ke pelosok desa dan kelurahan di kota wisata itu, tapi hingga kemarin belum ada keputusan dari partai politik atau gabungan partai politik terkait siapa yang bakal diusung, atau didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sawahlunto.

Partai Amanat Nasional (PAN) misalnya, hingga kemarin belum ada keputusan DPP terkait penunjukkan pasangan balon yang akan didaftarkan ke KPU. Partai berlambang matahari bersinar itu, sudah menerima pendaftaran balon wali kota yakni Fauzi Hasan dan Medrial Alamsyah, sedangkan balon wakil wali kota Deri Asta (Ketua DPD PAN Sawahlunto) dan Darmuis (Mantan Kakan Kemenag Sawahlunto)

Bendahara DPD PAN Sumbar Fauzi Hasan kepada Padang Ekspres kemarin menyebutkan, hingga kemarin memang belum ada SK DPP PAN terkait penunjukan balon Wali Kota/ Wakil Wali Kota Sawahlunto 2013-2018.

“Kita tunggu saja SK DPP PAN, terkait siapa yang dinilai layak dan pantas untuk diusung menjadi balon wali kota dan wakil wali kota Sawahlunto,” ujar mantan Wakil Wali Kota Sawahlunto 2003-2008, kemarin.

Hal sama terjadi di Partai Golkar. Hingga kemarin belum ke luar SK DPP Partai Golkar. Sejauh ini, balon wali kota yang sudah mendaftarkan diri adalah Erizal Ridwan (Ketua DPD Golkar Sawahlunto/ Wakil Wali Kota Sawahlunto), Ali Yusuf (Ketua DPRD Sawahlunto), Jasyanto Sahoer (Pegawai LAPAN), sedangkan balon wakil wali kota adalah Imeldi (Ketua PPP Sawahlunto), dan Ismed (Ketua PKPI Sawahlunto).

Berbeda dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berkoalisi dengan Gerindra dan Hanura, telah ada pasangan balon wali kota Irwan Husein berpasangan dengan Dasrial Ery yang sudah punya slogan IDE.

Selain dari partai politik, balon wali kota yang maju lewat jalur perseorangan sudah ada yakni Taufik Syamsir yang berpasangan dengan Nasyirwan (mantan Kepala Desa Balai Batu Sandaran). Pasangan tersebut memberikan dukungan foto copy KTP sebanyak 4.495 lembar kepada KPU Sawahlunto, dari 4.035 foto copy yang dipersyaratkan. Saat ini, tengah menunggu verifikasi faktual berkas administrasi yang berlangsung 12 sampai d 29 Januari.

Ketua KPU Sawahlunto Mardhatillah menyebutkan, pihaknya baru membuka pendaftaran pada balon wali kota/wakil wali kota pada 3-9 Februari 2013. “Jadi sekitar 18 hari baru dimulai. Sabar menunggu ya,” ujar Mardhatillah, kemarin.

Pasangan balon yang didaftarkan, kata Mardhatillah, harus melengkapi berkas sesuai Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2012, agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. Salah satu syarat yang harus dilengkapi adalah surat keputusan(SK)masing-masing pimpinan partai politik pengusung.

“Berkas pendaftaran balon yang diusung parpol harus ditandatangi Ketua Dewan Pimpinan Daerah atau Dewan Pimpinan Cabang dan Sekretaris DPD/DPC parpol masing masing. Sedangkan balon perseorangan diperlukan dukungan fotocopy KTP, sebanyak 6,5 persen dari jumlah penduduk Sawahlunto (63.073 orang) atau sekitar 4.035 lembar,” jelasnya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA