Date Jumat, 1 August 2014 | 14:48 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Berkat ”Nyanyian” Tahanan Narkoba

1 Tahanan Kabur Ditembak

Jumat, 11-01-2013 | 11:52 WIB | 848 klik
1 Tahanan Kabur Ditembak

Wanted

Payakumbuh, Padek—Satu dari enam tahanan Polres Payakumbuh yang melarikan diri pada malam perayaan tahun baru 2013, ditangkap kembali, Kamis (10/1) dini hari. Tahanan yang kembali ditangkap itu bernama Dovit Roviko alias Dovit, 30, warga Jalan Medan Lama, Nomor 45, Jorong PSB Bukit Lurah, Tilatangkamang, Agam.

Dovit ditangkap tim gabungan Polres Payakumbuh dan Polres Bukittinggi di rumah seorang bibinya, di Perumahan Wisma Indah II Kalumbuk, Balaibaru, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Sebelum dibekuk, tahanan kasus narkoba yang pernah bekerja sebagai groom kuda itu ’dihadiahi’ dua timas panas pada betis kanannya, karena berupaya kabur.

”Dia berupaya kabur lagi saat disergap, sehingga terpaksa ditembak petugas,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP Rubintoro Suhada didampingi Wakapolres Kompol Heri Budianto, Kasat Reskrim AKP Jefrizal Jarun dan Kasubag Humas AKP Asniwati kepada Padang Ekspres, Kamis siang.

Penangkapan terhadap Dovit sendiri, berlangsung cukup dramatis. Awalnya, tim gabungan Satreskrim dan Satnarkoba Polres Payakumbuh sudah 10 hari melakukan pencarian terhadap 6 tahanan kabur, mendapat informasi dari Satnarkoba Polres Bukittinggi.

Satnarkoba Polres Bukittinggi memberitahu Polres Payakumbuh, bahwa pada Rabu (9/1) malam, mereka menangkap seorang tersangka kasus narkoba bernama Roni, 34. Usut punya usut, Roni ini ternyata merupakan kakak kandung Dovit, tersangka kasus narkoba yang kabur dari Payakumbuh.

Begitu mendapat informasi dari polres tetangga, 8 personel Polres Payakumbuh, termasuk Kasat Reskrim AKP Jefrizal Jarun dan Pjs Kasat Narkoba Ipda Elvis Soesilo, langsung bertolak ke Bukittinggi, untuk mengorek keterangan Roni.

Awalnya, Roni yang sempat dihubungi polisi Payakumbuh melalui orangtuanya untuk melacak keberadaan Dovit, mengaku tidak tahu-menahu di mana adiknya berada. Namun berkat ’kepintaran’ petugas, Roni ’bernyanyi’.

Roni menyebut, setelah kabur dari Mapolres Payakumbuh, Dovit memang berada di Bukittinggi. Bahkan, sampai Selasa (8/1) sore, Dovit masih berada di jantung wisata Sumbar. Tapi karena takut terus-terusan dikejar petugas, Dovit memilih kabur ke Padang.

Mendengar nyanyian Roni, tim gabungan Polres Payakumbuh dan Polres Bukittinggi langsung berangkat ke Padang. Sampai tengah malam, tim langsung bergerak Perumahan Wisma Indah, Kalumbuak, Kelurahan Balaibaru, Kecamatan Kuranji, Padang, tempat Dovit menginap bersama bibinya.

Setelah Dovit dipastikan berada di dalam rumah tersebut, petugas langsung mengepung dan melakukan penyergapan. Alhasil, Dovit berhasil ditangkap. Karena berupaya kabur, tersangka kepemilikan sabu-sabu seberat 1/2 U atau senilai Rp4 juta itu akhirnya dihadiahi dua tembakan.

Dari Padang, Dovit langsung diboyong ke Mapolres Payakumbuh, setelah sempat mampir di Mapolres Bukittinggi. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Dovit mengaku kabur bersama 5 tahanan pada Selasa (1/1) sekitar pukul 03.30 WIB.

Begitu berhasil menggeraji terali besi, membobol plafon dan menyambung baju tahanan sebagai tali untuk meloncat, Dovit bersama 5 tahanan, mengaku kabur ke arah Balaipanjang, Payakumbuh Barat. Di simpang Balaipanjang, mereka berpisah.

Dovit berjalan kaki ke pertigaan Ngalau Indah, sedangkan teman-temannya, sebagian ada yang berangkat ke arah Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota. Di pertigaan Ngalau Indah, Dovit yang tidak memiliki uang sepersen pun, meminta tukang ojek mengantar ke rumahnya di Tilatangkamang, Kabupaten Agam, dengan janji akan membayar ojek begitu sampai di rumah.

”Saya membayar ongkos ojek di rumah saya di Tilatangkamang. Saat itu, saya sudah berpisah dengan tahanan lain. Begitu sampai di rumah saya menemui keluarga saya, kemudian bersembunyi ke rumah bibi saya di Kota Padang,” sebutnya.

Soal gergaji yang digunakan untuk membobol sel Mapolres Payakumbuh, Dovit mengakui, gergaji itu kiriman istri salah seorang tahanan yang ikut kabur. Apakah pelarian Dovit dan teman-temannya, dibantu orang dalam? Wartawan belum bisa menanyakan pada Dovit, sedangkan polisi masih bergeming.

Polisi meyakini, penangkapan Dovit akan membuka tabir pelarian 6 tahanan kasus narkoba, penganiayan dan kasus cabul pada malam perayaan tahun baru. ”Dengan ditangkapnya Dovit, kami yakin, 5 tahanan lain, bisa kami tangkap dalam waktu dekat,” kata AKBP Rubintoro Suhada.

Sejauh ini, polisi telah mendapat petunjuk dari Dovit, terkait 5 tahanan lain yang kabur. ”Beberapa dari 5 tahanan itu, sudah mulai terpantau. Tapi kami belum bisa beberkan di media-massa. Kami berharap, kelima tahanan itu menyerah secara baik-baik, agar tidak mendapat penindakan polisi,” tegas AKBP Rubintoro Suhada.

Kelima tahanan yang masih diburu polisi adalah Feri Erlangga alias Feri, 30, Dodi Harianto alias Codoik, 26, dan Joni Aswanto alias Joni Kutar, 52, yang merupakan tahanan kasus narkoba. Kemudian, Doni Candra alias Don Badak, 31, tahanan kasus penganiayaan, dan Edi Putra alias Adek, 35, tahanan kasus cabul. (frv/fdl)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA