Date Selasa, 22 July 2014 | 22:39 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Hanung: Banyak yang Mencela tanpa Menontonnya

Protes Film Cinta tapi Beda terus Bergulir

Sabtu, 05-01-2013 | 12:04 WIB | 2241 klik
Protes Film Cinta tapi Beda terus Bergulir

Cover Film Cinta Tapi Beda

Padang, Padek—Pemutaran film ”Cinta tapi Beda”, yang sudah mulai diputar di bioskop pada 27 Desember 2012 lalu, menuai protes. Setelah Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Minang Jaya (KMM Jaya), kini giliran tokoh muda Padang Andre Rosiade meminta film yang disutradarai Hanung Bramantyo itu dihentikan penayangannya, karena dinilai bisa menyesatkan.

”Film itu memancing keresahan di tengah masyarakat Minang yang hidup berlandaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK),” tegas Andre kepada Padang Ekspres, kemarin.

Menurutnya, terdapat kekeliruan yang dilakukan Hanung saat penggarapan cerita yang berlatar belakang Kota Padang itu. Hanung dianggap kurang survei ke Kota Padang, dan tidak merasakan bagaimana kehidupan di Minangkabau.

Menurut Andre, Minangkabau adalah daerah yang memiliki filosofi ABS SBK. Adapun syarak yang dimaksud adalah agama, dan agama itu berdasarkan Kitabullah yang tak lain adalah Al Quran

.

”Sangat disayangkan, jika Hanung dalam film itu menampilkan sosok perempuan Minang yang beragama non-Islam. Seharusnya, ini tidak perlu terjadi, jika penggarapan lebih maksimal dan melibatkan tokoh agama serta tokoh Islam di Sumbar,” kata Andre Rosiade.

Untuk itu, Andre mengaku sejalan dengan gerakan mahasiswa dan pemuda Minang yang meminta agar film garapan Hanung itu dihentikan penayangannya di bisokop dan ditarik dari peredaran, jika sudah beredar dalam bentuk VCD dan CDVD.

”Hanung mestinya tidak membuat film yang bisa memancing keresahan di tengah masyarakat. Saya tidak bicara adanya agenda terselubung di balik cerita dan film ini. Namun, jika telah mengalami kesalahan penafsiran sejak dibuat, tentu menimbulkan salah persepsi di masyarakat banyak. Pemerintah sebaiknya turun tangan, dan menyelesaikan masalah ini, agar tidak terlalu berlarut-larut,” katanya.

Sementara itu, Hanung Bramantyo dalam akun twitter-nya menyebutkan, banyak yang mencela film tanpa menontonnya. Hanya baca dari review yang juga subyektif dan provokatif. Selain itu, orang sering tangkap terhadap film Cinta Tapi Beda garapannya. (mg20/mg18)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA