Date Kamis, 31 July 2014 | 02:12 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Flyover Rampung Agustus 2013

Rabu, 02-01-2013 | 12:33 WIB | 414 klik

Limapuluhkota, Padek—Ketua Komisi V DPR RI, Mulyadi berharap pembangunan jalan dan jembatan (fly over) Kelok 9 sebagai penghubung lintas tengah Sumatera dan Pantai Timur Sumatera di kilometer 146 dan 148, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota, bisa rampung Agustus mendatang. Sehingga mega proyek nasional tersebut segera bisa dimaksimalkan fungsinya untuk menghubungkan Sumbar dan Riau serta sejumlah provinsi lainya di pulau Sumatera.

“Kita berharap pembangunan jalan dan jembatan Kelok 9 segera rampung pengerjaannya bulan Agustus ini. Sehingga pada Oktober sudah bisa dilakukan peresmian penggunaannya untuk memperlancar arus transportasi yang berhubungan dengan jalur ini,” ungkap Mulyadi saat berkunjung ke Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro Padangpanjang, akhir pekan lalu.

Pembangunan jembatan dan jalan Kelok 9 yang dimulai sejak 2003, merupakan mega proyek nasional dengan panjang keseluruhan 2.537 meter dengan 964 meter di antaranya merupakan jembatan, dengan lebar 13,5 meter dan dilengkapi pelindung setinggi 1 meter di sisi kanan kiri jalan. Tahap II yang dikerjakan selama 2012, diharapkan sudah tuntas membangun dua jembatan dengan panjang 250 meter dan jalan penghubung sepanjang 1 kilometer.

“Kita berharap pembangunan jalan akan mendorong tingkat perekonomian masyarakat. Sebab arus barang dan jasa dari Sumtera Barat ke Riau atau sebaliknya, serta sejumlah daerah lainya akan berjalan lancar dan tidak lagi kesulitan saat melintasi jalan sempit kelok 9 sebelumnya,” tambah Mulyadi.

Menurut politisi Demokrat dari daerah pemilihan Sumbar II itu, anggaran yang paling besar untuk pembangunan jembatan sejak tahun 2003 lalu itu, pada 2012. Sebab pada 2012, besaran anggaran dari APBN sebesar Rp198 miliar untuk pembangunan tahap II.

“Anggaran pembangunan jembatan yang dialokasikan di APBN 2012 merupakan yang terbesar sejak awal pembangunannya. Tahun ini, rencananya dianggarkan sekitar Rp 50 miliar lagi untuk penyelesaian akhir. Kami berharap, peresmiannya nanti dilakukan Presiden SBY,” tambah Mulyadi.

Sementara jalan Kelok 9 lama yang dibangun di zaman pemerintahan Hindia Belanda tahun 1932 tersebut, akan berubah fungsi sebagai objek wisata alam dan sejarah, sebagai aset wisata yang dimiliki Limapuluh Kota di masa depan. (fdl)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA