Date Sabtu, 2 August 2014 | 05:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Jangan Pindahkan P3B dari Sumbar

Kamis, 20-12-2012 | 12:56 WIB | 655 klik
Jangan Pindahkan P3B dari Sumbar

Masyarakat Pecinta Listrik (MPL) menyampaikan aspirasinya di kantor DPRD Sumbar.

Padang, Padek—Gonjang-ganjing pindahnya Kantor Penyalur dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Sumatera, dari Sumbar ke Riau mulai memicu reaksi masyarakat Sumbar. Kemarin (19/12), puluhan masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Pecinta Listrik (MPL) Sumbar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumbar dan Kantor P3B PLN Sumbar. Mereka menuntut kantor P3B tidak dipindahkan ke Riau.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT PLN telah melakukan pembelian tanah untuk pendirian Kantor P3B Sumatera di Jalan Bypass, Padang. Tiba-tiba, muncul berita bahwa P3B membangun kantor di Riau. Bahkan, proses tender kepindahan kantor yang menjadi kebanggaan Sumbar tersebut tinggal menunggu penetapan pemenang tender. Tak ayal, masyarakat pun mulai menunjukkan sikap.

Pantauan Padang Ekspres, walaupun diguyur hujan, tak menyurutkan langkah demonstran melakukan orasi di depan Kantor DPRD Sumbar. Mereka meneriakkan agar kantor P3B tetap berada di Padang.

Puluhan massa itu juga membawa spanduk-spanduk yang bertuliskan penolakan kepindahan kantor P3B dari Sumbar. Setelah melakukan orasi di DPRD Sumbar, puluhan massa mendatangi kantor P3B Sumatera yang berada tak jauh dari gedung DPRD Sumbar.

Koordinator Aksi, Khairul Azmi Datuak Bijo Dirajo mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk sikap tidak setujunya masyarakat dengan rencana kepindahan kantor P3B Sumatera yang berada di Sumbar ke Riau.

Ia mengatakan, seharusnya PT PLN memanfaatkan lahan yang telah dibeli di Bypass, Padang yang sebelumnya direncanakan untuk pembangunan kantor P3B untuk wilayah Sumatera, bukannnya memindahkannya ke Pekanbaru.

Alasan kepindahan karena Sumbar rawan gempa, dia menilai mengada-ada. “Jika alasannya ancaman gempa. Hal itu sangat aneh, apa Riau tidak ada bencana?” ujarnya.

Dia menuntut PT PLN (persero) membatalkan proses tender pembangunan kantor yang berlokasi di luar Sumbar. “Jika kepindahan tetap dilakukan, masyarakat Sumbar menuntut PLN memutuskan interkoneksi se-Sumatera,” tegasnya.

Menurutnya, jika PT PLN memindahkan kantor P3B Sumatera dari Sumbar, akan mempengaruhi perekonomian Sumbar.

Untuk itu, dia meminta seluruh elemen pemerintahan, baik Pemko, Pemprov, dan DPRD untuk menyikapi hal ini. “Kami ingin pemerintah dan DPRD bertindak mencegah kepindahan,” ujarnya.

Humas PLN P3B, Armansyah saat dihubungi Padang Ekspres via telepon selular, belum bisa dimintai keterangan. “Saya lagi di Jakarta, sedang rapat, jadi nanti saja,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, kepindahan P3B ini juga menuai protes dari Kadin Sumbar. Ketua Umum Kadin Sumbar, Asnawi Bahar mengatakan, kepindahan Kantor P3B merugikan Sumbar. Asnawi kecewa PT PLN tidak pernah terbuka soal alasan kepindahan dari Sumbar. Di sisi lain, kontribusi Sumbar dalam jaringan interkoneksi cukup berperan, apalagi bila tahun mendatang PLTU Teluk Sirih 2x100 MW mulai beroperasi.

Pemerintah daerah sendiri, imbuhnya, sudah menunjukkan keseriusan guna tetap mempertahankan kantor P3B Sumatera di Sumbar. Terbukti, secara intens mendukung pembangunan kantor baru P3B di Bypass, dan PLN juga sudah menyambut baik rencana pembangunan kantor baru tersebut.Nyatanya, kantor P3B Sumatera tetap akan dipindahkan ke Pekanbaru

.

Selain gagalnya investasi masuk Sumbar minimal Rp 45 miliar untuk pembangunan gedung dan fasilitas lainnya, Asnawi meyakini kesempatan pekerja Sumbar bergabung dengan P3B makin terbatas.

Pindahnya kantor P3B, kian menambah deretan panjang perkantoran strategis pindah ke luar Sumbar. Sebelumnya, PT PN VI pindah ke Jambi, kantor wilayah Pegadaian ke Pekanbaru, begitu juga BNI, BTN, dan sejumlah perkantoran strategis lainnya. Kondisi ini jelas menjadi tamparan bagi eksistensi Sumbar di pentas nasional. (w)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA