Date Kamis, 31 July 2014 | 12:22 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Hiburan

Bintang Film Langit Ke-7 Sering Tukar Peran

Senin, 03-12-2012 | 12:39 WIB | 680 klik
Bintang Film Langit Ke-7 Sering Tukar Peran

Bintang Film Langit ke 7

Bermain film adalah keinginan banyak remaja. Dan lima remaja energik ini sungguh beruntung. Mereka berkesempatan bermain film yang disutradarai Rudi Soedjarwo berjudul Langit Ke-7. Namun, di balik itu, banyak pengorbanan dan kerja keras yang harus dilakukan mereka demi memerankan berbagai karakter dalam film tersebut. Bahkan, mereka sampai berdarah-darah.

Rechelle Rumawas, Bonita Lauwoie, Atika Noviasti, Maureen Irwinsyah, dan Taskya Namya adalah fresh talent. Kelimanya adalah pemenang kontes Clear Hair Model 2012. Salah satu hadiah yang mereka terima adalah bermain di film karya sutradara Rudi Soedjarwo. Senang? Tentu saja! Tapi, mereka juga bingung.

Setelah mereka diumumkan menjadi pemenangnya, pihak panitia langsung memberikan PR alias pekerjaan rumah. Masing-masing dibekali script cerita Langit Ke-7 yang begitu tebal. ”Kami disuruh baca sampai habis supaya kami tahu ceritanya seperti apa dan ada tokoh siapa saja,” terang Bonita, 23, ketika ditemui di Coffee Cream, Fatmawati, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Tak hanya Bonita, Maureen, Rechelle, dan Atika hadir. Hanya Taskya yang tidak bisa hadir karena berhalangan.

Suasana kafe mungil tersebut mendadak ramai karena ternyata mereka semua sangat antusias menceritakan pengalamannya selama proses produksi. Mereka benar-benar menjadi teman dekat setelah bermain di film itu. ”Sekarang ini deket banget. Sampai rasanya kalau ada satu yang nggak ada itu seperti ada yang ilang,” lanjut Bonita yang memerankan tokoh Lintang. Mendengar ucapan Bonita, yang lain pun langsung menyahut dengan ucapan ”aaawww” sambil pasang ekspresi wajah manja.

Untuk sampai pada level seperti ini tidaklah mudah. Masing-masing dipilih menjadi pemenang karena memang memiliki bakat. Rata-rata mereka semua sudah menekuni modeling. Bahkan, Rechelle adalah seorang penari balet. Dia juga mengajar tari balet. Tapi, untuk berakting dalam sebuah film, mereka belum punya pengalaman sama sekali. Wajar kalau mereka bingung saat pihak produksi menanyakan tokoh mana dalam cerita yang mirip dengan pribadi masing-masing.

”Bingung aja. Kita nggak bisa nentuin tokoh yang mana yang cocok sama kita. Udah gitu langsung reading, lagi,” terang Rechelle. Maureen yang merupakan putri aktris senior Ida Leman lalu mengungkapkan apa yang dia rasakan. Menurut dia, untuk bermain film, pemain tidak hanya berakting sesuai dengan skenario, tapi juga harus mendalami karakternya. Untuk mendalami karakter dibutuhkan observasi.

”Nah, kalau di sini kan kita ini terpilih dari pageant, terus script-nya sudah ada. Lalu, karakter yang ada di script harus dicocokin sama kita berlima,” terang mahasiswa Sastra Inggris Binus University itu.

Akhirnya karakter Dania (Taskya), Visi (Rechelle), Lintang (Bonita), Angel (Maureen), dan Indira (Atika) terpaksa harus dicobakan satu satu ke masing-masing.

”Itu kesulitan buat kita dan ke sulitan buat yang bikin film juga,” lanjut Maureen. Alhasil, dua minggu pertama peran mereka ditukar-tukar saat reading. Dua minggu pertama itu benar-benar memberikan tekanan. Dalam sehari, mereka bisa dua sampai tiga kali bertukar peran. Terlebih, mereka belum kenal satu sama lain. Masih saling sungkan. (jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA