Date Senin, 28 July 2014 | 17:20 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Ekonomi Bisnis

Tarif Bongkar Muat bakal Naik

Sabtu, 01-12-2012 | 10:37 WIB | 653 klik
Tarif Bongkar Muat bakal Naik

Pelabuhan Teluk Bayur kini telah dilengkapi peralatan Gentry Loving Crane

Padang, Padek—Harga tarif bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur bakal naik. Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sumbar mengaku, rencana kenaikan tarif itu menjadi sebuah keharusan untuk diterapkan. Apalagi, upah minimun provinsi (UMP) Sumbar pada 2013 naik menjadi Rp 1.340.000 per orang.

“Kami berpikir tidak itu saja, kenaikan tarif bongkar muat (ongkos pemuatan pelabuhan dan ongkos pemuatan tujuan) itu menyangkut hajat orang banyak, khususnya para pekerja bongkar muat di pelabuhan,” ungkap Ketua Tim Penetapan Tarif APBMI Sumbar, Bais Syam kepada Padang Ekspres, kemarin.

Rencana kenaikan tarif bongkar muat yang akan diberlakukan itu dibagi dalam beberapa kategori. Seperti tarif peti kemas, tarif barang curah, tarif bag cargo dan lainnya. Tarif untuk bag cargo misalnya, prediksi naiknya tidak terlalu tinggi dibanding kenaikan pada 2011 ke 2012.

“Bila di 2011 ke 2012 tingkat kenaikan rata-rata mencapai 10 persen, namun memasuki 2013 itu, perkiraan kami naiknya tidak terlalu besar. Meski belum bisa ditentukan berapa jumlah kenaikannya, yang jelas tarif di tahun depan berpatok pada UMP di tahun depan yang naiknya sekitar 12 persen di banding UMP 2012,” jelas Bais.

Didapat data, jumlah tarif bongkar muat yang masuk kategori barang cargo, yang berlaku saat ini (2012) di antaranya untuk komoditi beras ukuran 50 kg, tarif bongkar muatnya Rp 24.571 per ton. Tarif Beras ukuran 15 kg dan 20 kg Rp 28.068 per ton

Kemudian tarif OPP-OPT untuk garam Rp 27.383 per ton. Tarif untuk semen Tiga Roda Rp 28.119 per ton. Lalu tarif jagung bag Rp 24.571 per ton. Pupuk bag Rp 28. 875 per ton dan tarif pupuk jumbo Rp 19.702 per ton.

Terkait penetapan OPP/OPT untuk peti kemas, barang curah dan bahan tambang, seperti baru bara, cangkang dan iron ore (bijih besi), Bais Syam juga mengaku akan naik juga. Namun penetapannya masih dalam pembahasan dengan pihak-pihak terkait. Dirinya berharap, penerapan tarif OPP/OPT itu bisa direalisasikan per 1 Januari nanti. (zil)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA