Date Rabu, 30 July 2014 | 03:52 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Penertiban Illegal Minning Berakhir Rusuh

Kapolres Dharmasraya disandera

Minggu, 25-11-2012 | 07:59 WIB | 4503 klik
Kapolres Dharmasraya disandera

Briptu Marjulis mendapat perawatan intensif di RSUD Sungaidareh

Dharmasraya, Padek—Penertiban illegal minning (penambangan ilegal) di Sitiung V, Jorong Aurjaya, Kanagarian Kotopadang, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, kemarin (24/11), berakhir rusuh. Bahkan, Kapolres Dharmasraya AKBP Chairul Azis dan Briptu Marjulis sempat dipukuli dan disandera warga. Selain itu, tiga orang anggota Polres Dharmasraya juga ikut terluka dan dirawat di RSUD Sungaidareh, Dharmasraya.

Hingga berita ini diturunkan, keempat petugas Polres Dharmasaraya diketahui bernama Briptu Marjulis, Ipda Teddi, Briptu Robi Sanekal Putra, dan Briptu Roni Asbudi, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sungaidareh. Sedangkan Kapolres Dharmasraya AKBP Chairul Azis, sudah diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan.

Informasi dihimpun Padang Ekspres dari kepolisian, kejadian berawal dari penertiban tambang emas ilegal di Sitiung V, Jorong Aurjaya, Kenagarian Kotopadang, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya sekitar pukul 12.30.

Operasi penertiban itu dipimpin Kapolsek Kotobaru, AKP Yana Widia bersama 10 orang anggotanya. Di mana, jarak dari Mapolsek Kotobaru menuju lokasi diperkirakan 20 km. Sasampai di lokasi, personel kepolisian ini langsung menertibkan penambangan ilegal. Mengetahui kedatangan petugas, penambang langsung kocar-kacir menyelamatkan diri. Waktu itulah polisi berhasil mengamankan dua orang penambang.

Tak lama kemudian, kedua penambang ini digelandang ke Mapolsek Kotobaru oleh empat petugas termasuk Kapolsek. Sedangkan tujuh petugas lainnya, tetap berjaga-jaga di sekitar dua dompleng yang digunakan kedua pelaku. Selain mengamankan pelaku, menurut Kapolsek, pihaknya kembali ke markas untuk menambah jumlah personel guna membawa kedua dompleng itu ke Mapolsek.

Sekitar pukul 14.00, tiba-tiba sekitar 300 orang massa mengepung ketujuh petugas yang mengamankan barang bukti (dompleng, red).

Tak sampai di situ, mereka juga mengejar dan memukuli petugas. Melihat kondisi itu, petugas langsung meninggalkan lokasi dan berupaya meminta bantuan ke Mapolres Dharmasraya.

Sekitar pukul 15.30, Kapolres Dharmasraya Chairul Aziz bersama 15 anggotanya langsung menuju lokasi untuk menyelamatkan anggotanya dan menenangkan situasi. Namun belum sampai ke lokasi, rombongan Kapolres dihadang sekitar 500-an massa.

Waktu itu, massa tampak beringas dan berupaya menyerang rombongan dengan memecahkan kaca mobil Kapolres. Melihat kondisi itu, petugas melepaskan tembakan peringatan ke udara. Bukannya massa takut, namun malah membuat mereka bertambah beringas. Petugas pun kembali melepaskan tembakan peringatan. Emosi massa tetap tak terbendung dan menyerang petugas. Sebagian petugas terlihat menyelamatkan diri. Namun, Kapolres dan Briptu Marjulis berhasil disandera warga.

Massa tidak akan melepaskan keduanya, sebelum kedua pelaku berhasil diamankan polisi dilepaskan.

Setelah dilakukan negosiasi, Kapolres dan anggotanya dilepaskan warga sekitar pukul 21 .00 WIB tadi malam. Ini setelah polisi melepaskan kedua pelaku sempat ditahan polisi. Hingga berita ini diturunkan, Padang Ekspres belum mengetahui identitas kedua warga itu.

Kapolres Dharmasraya AKB Chairul Azis yang ditemui di RSUD Sungaidareh tadi malam mengatakan, pihaknya akan gentar memberantas aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah tersebut, termasuk sejumlah lokasi lainnya di Dharmasraya. Bahkan, hari ini Kapolres bersama jajarannya kembali mendatangi lokasi guna melanjutkan penertiban. “Kita sudah koordinasikan dengan Brimob Polda dan Dalmas Polda Sumbar, termasuk Polres Sikunjung, Polres Sawahlunto untuk mem-back-up dalam melakukan penertiban di lokasi tambang itu,” kata Kapolres.

“Tidak ada kata takut. Yang jelas, kita akan mengusut tuntas aksi illegal minning di kawasan Dharmasraya ini, termasuk mengusut tuntas kekerasan yang telah dilakukan warga terhadap petugas kepolisian dalam menjalankan tugas,” tambahnya.

Sekitar pukul 20.30 tadi malam, sebanyak 76 personel Polres Sijunjung sudah sampai di lokasi. Selain itu, Brimob Polda dan Dalmas Polda Sumbar masing-masing 1 kompi, plus 2 pleton Polres Sawahlunto sudah beranjak menuju lokasi. (ita/rdo/rdi)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA