Date Sabtu, 26 July 2014 | 00:39 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Keponakan Alis Marajo Polisikan Aktifis LSM

Sabtu, 24-11-2012 | 12:00 WIB | 711 klik

Padang, Padek—Keponakan sekaligus Penasihat Hukum (PH) dari kaum Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo Datuk Sori Marajo, kemarin (23/11) mendatangi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar. Mereka mengadukan aktivis LSM Forum Peduli Luak Limopuluh. Pasalnya, LSM tersebut diduga telah menghina gelar penghulu yang sandang oleh Bupati Limapuluh Kota.

Kedatangan mereka disambut beberapa pengurus LKAM Sumbar; antara lain Ketua IV Bidang Agribisnis H. YR DT Panduko Amat, Sekretaris Umum, Syamsiri Malin Mulia, Biro Pemuda Seni Anak, Hendri Donal DT Panduko Rajo Nan Bagonjong, dan Biro Diklat LKAAM Sumbar, Sukandar Rajo Kaciak.

PH Bupati, Yuhasri DT Panghulu Rajo mengatakan, penghinaan yang diduga dilakukan LSM tersebut kepada Bupati Limapuluh Kota, secara sistematis, yaitu malalui selebaran kertas yang berisi 25 poin tentang tuduhan yang dilakukan oleh LSM Luak Limopuluah kepada Bupati Alis Marajo. Namun, yang jadi akar masalahnya sehingga mereka mendatangi kantor LKAAM Sumbar, yaitu mengenai poin 19.

Poin tersebut berbunyi, Alis Marajo sebagai seorang penghulu yang bergelar DT Sori Marajo, baik selaku Ketua LKAAM Limapuluh Kota, Ketua Dewan Pertimbanga LKAAM Sumbar, dan Bupati Limapuluh Kota, telah memanfaatkan jabatan rangkapnya untuk melakukan berbagai rekayasa sejarah, maupun pengrusakan terhadap tatanan adat Minangkabau, khususnya di Luak Limapuluah. Seperti penipuan sejarah terhadap salah satu keluarga datuk dari Negeri Sembilan, Malaysia yang mencari asal usul kedatangan mereka ke Negeri Sembilan. ”Harusnya, oknum itu tidak menyangkutkan jabatan penghulu ninik mamak kami di adat, tapi jabatan di pemerintahan sebagai kepala daerah, bukan sebagai penghulu,” kata Yuhasri di dampingi dua keponakan Alis Marajo, Ibu O SH, dan Purnama Muharman.

”Selain itu, LSM tersebut juga menuduh penghulu kami (Alis Marajo DT Sori Marajo) sebagai penipu tanpa adanya putusan hukum yang inkrah dari pengadilan. Harusnya, oknum itu membuat diduga, bukan menuduh begitu saja,” tambah Purnama.

Selain mengadu ke LKAAM Sumbar, kata Purnama, mereka juga melaporkan kasus ini ke Polres Limapuluh Kota. Sebab, gelar adat kaum Sori Marajo sudah dicemarkan. “Pelecehan gelar adat ini juga kami laporkan ke polisi,” ulasnya.

Ketua IV Bidang Agribisnis LKAAM Sumbar, H YR DT Panduko Amat setuju dengan langkah yang diambil oleh PH sekaligus keponakan dari Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo tersebut. Sebab, pelecehan gelar adat ini tidak bisa didiamkan begitu saja. Bahkan pelakunya harus dihukum secara adat, yaitu tagak kabau rabah kabau. Artinya, LSM tersebut harus menyembelih seekor kabau untuk meminta maaf kepada pemegang gelar DT Sori Marajo.

Yudilfan: Kalau Perlu Proses Secepatnya

Dihubungi terpisah tadi malam, koordinator Forum Peduli Luak Limopulah Yudilfan Habib, menyebutkan boleh-boleh saja orang yang mengatasnamakan keponakan Alis melakuka hal tersebut. Bahkan Habib memberikan support. ”Kalau bisa diproses secepatnya, oleh pihak berwenang dan ranah yang tepat,” ungkapnya.

Terhadap LKAAM Sumbar yang turut menyayangkan stattemen mereka, Habib justru merasa berterima kasih. ”Ini tandanya LKAAM juga peduli dengan kami,” ujarnya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA