Date Kamis, 31 July 2014 | 12:20 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Desember, Jembatan Surantiah Dibangun

Selasa, 20-11-2012 | 13:58 WIB | 538 klik
Desember, Jembatan Surantiah Dibangun

Sekkab Pessel, Erizon (kiri) menyusuri Batang Surantiah, kemarin (19/11).

Painan, Padek—Pembangunan jembatan Batang Surantiah sebagai alat transportasi menuju Kampung Lambungbukik, Nagari Koto Nantigo, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, akan dibangun awal Desember mendatang. Ini ditegaskan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pessel, Erizon saat meninjau Batang Surantiah, kemarin (19/11).

Jembatan gantung ini rencananya dibangun sepanjang 100 meter. Untuk tahap awal, Dinas Pekerjaan Umum kini telah membangun rakit penyeberangan (sling). “Rakit penyeberangan sudah selesai dibangun, sehingga sudah bisa digunakan oleh masyarakat. Sarana ini disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya,” terangnya.

Rakit ini akan memberikan manfaat besar bagi 45 kepala keluarga (KK) yang mendiami kampung Lambungbukit. Pembangunan jembatan gantung ini menggunakan anggaran Rp 3,5 miliar melalui APBD Sumbar ini, secara multiyears. Tahun ini, Rp 1 miliar dan tahun 2013, Rp 2,5 miliar.

“Jembatan gantung ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian, pendidikan dan kesehatan warga. Namun nilai paling tinggi yang tersirat dari pembangunan itu adalah dampak sosialnya.

Sudah lama anak-anak sekolah menghadang maut untuk pergi sekolah, dengan menyeberang sungai,” ungkap Erizon.

Tokoh masyarakat Surantih, Rusli Datuak Rajo Batuah, menyambut baik rencana pembangunan jembatan tersebut. Lebar bentangan Batang Surantiah, mencapai 90 meter.

Secara terpisah, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno membenarkan pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lambung Bukit dan Kayu Gadang Surantih di Pessel telah dianggarkan di APBD 2012. “Ini kewenangan Pemkab Pessel. Sekarang lagi diperbaiki administrasinya,” ungkap Irwan.

Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil membenarkan bahwa pembangunan jembatan Surantiah sebenarnya sudah dianggarkan tahun 2012, namun tidak bisa diwujudkan karena masalah kewenangan. “Kami juga tidak enak, begitu media mengekspos itu (jembatan Lambungbukit, red). Kami juga bagian dari pemerintah daerah, dan tidak bisa berbuat apa-apa karena tersangkut pada kewenangan. Kita sadari itu untuk hajat hidup orang banyak, tapi tersangkut kewenangan lagi. Padahal proyeknya sudah ada di tahun 2012, tapi tidak mampu SKPD melaksanakannya, karena itu bukan kewenangan provinsi,” ulasnya.

Ke depan, tambah Yultekhnil, akan dilakukan beberapa hal untuk menindaklanjuti hal itu. “Ini akan dibuat semacam surat miskin dari kabupaten, bahwa Kabupaten Pessel tidak mampu dan tidak mempunyai alokasi dana. Jadi nanti berdasarkan itu akan kita berikan dalam bentuk dana bantuan khusus. Dan ini butuh proses lagi. Tidak bisa dinikmati langsung tahun itu juga,” sebutnya.

Jembatan Surantiah sejak dua minggu terakhir menjadi isu nasional setelah dipublikasi media nasional bahkan internasional. Kisah heroik para pelajar setempat menyabung nyawa menyeberang sungai deras itu, menyentil aparatur Pemkab Pessel yang terkesan cuek dengan kondisi tersebut. (yon/bis)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA