Date Kamis, 31 July 2014 | 20:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Ekonomi Bisnis

Peran Dekopin- Koperasi Diperkuat

Selasa, 20-11-2012 | 11:02 WIB | 548 klik

Padang, Padek—Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) sebagai lembaga yang berfungsi sebagai wadah memperjuangkan kepentingan dan menyalurkan aspirasi Koperasi, perannya kini diperkuat. Begitupula dengan peran dari koperasi sebagai soko guru pembangunan ekonomi kerakyatan. Ini seiring telah disahkannya UU Nomor 17 Tahun 2012 tentang Koperasi pada akhir Oktober 2012 lalu, sebagai sebagai pengganti UU Nomor 25/1992.

“Materi UU yang memperkuat peranan Dekopin, di antaranya adalah pemberian tugas supervisi dan advokasi dalam penerapan prinsip koperasi. Menyelenggarakan sosialisasi dan konsultasi kepada koperasi. Sebelumnya, itu tidak ada,” ungkap Ketua Dekopinwil Sumbar Chairul Darwis, kemarin (19/11).

Di samping itu, dekopin dalam melaksanakan kegiatannya juga bisa menerima sumbangan atau bantuan tidak mengikat serta dana hibah sesuai Pasal 117. Bahkan, Pasal 118 UU 17 Tahun 2012 menyebutkan, pemerintah juga menyediakan anggaran bagi kegiatan dekopin, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD.

Selain itu, untuk mendorong pengembangan dekopin, Pasal 119 mengamanatkan dibentuknya dana pembangunan dekopin yang bersumber dari anggota dekopin dan pihak lain yang saha tapi tidak mengikat. “Yang memberikan angin segar bagi koperasi Indonesia adalah, adanya pasal yang mengatur perlindungan pemerintah dan pemerintah daerah terhadap koperasi. Yakni memprioritaskan bidang kegiatan ekonomi hanya boleh diusahakan oleh koperasi,” jelasnya.

Dengan adanya prioritas semacam itu, maka kata Chairul, tidak ada lagi kendala bagi pemerintah maupun pemda untuk tidak memberikan kesempatan bagi koperasi untuk menjalankan satu bidang usaha prioritas. Dicontohkan Chairul soal distribusi pupuk yang selama ini sering jadi masalah di daerah, karena lebih didominasi kalangan perusahaan.

“Dengan adanya prioritas di dalam UU tersebut, maka bisa saja pemerintah memberikan kesempatan kepada koperasi untuk bidang usaha distribusi pupuk pada masa lalu terbukti berhasil, karena banyak petani tergabung di koperasi,” katanya. (b)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA