Date Sabtu, 2 August 2014 | 09:27 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Silat Masuk Kurikulum Sekolah

Senin, 19-11-2012 | 13:59 WIB | 246 klik

Batusangkar, Padek—Sebanyak 60 orang Tuo Silek dan Pesilat serta pemerhati Silat Minangkabau di Tanahdatar memberikan rekomendasi kepada Bupati Tanahdatar M Shadiq Pasadigoe agar memasukan Silat ke dalam kurikulum sekolah.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tanahdatar Sondri DT Kayo di dampingi Irwansyah Dt Tumanggung Tri seusai seminar dan Lokakarya Pelestarian Silek tradisi Minang di Gedung Balai Pelestarian peninggalan Purbakala (BPPP) Sumatera Barat, Riau dan Jambi minggu kemarin.

Rekomendasi antara lain, semakin berjaraknya generasi muda dengan warisan tradisi dan budaya, sehingga memprihatinkan. Kedua, Silat sebagai kekayaan tradisi di Minangkabau dikhawatirkan akan menghilang dan terlupakan secara perlahan-lahan. Ketiga, belum maksimalnya usaha pelestarian Silat diberbagai sasaran yang ada. Keempat pentingnya pendidikan karakter, mentalitas dan kecakapan hidup bagi generasi muda. Dan kelima, mereka meminta kepada Bupati Tanahdatar M Shadiq Pasadigoe melalui Dinas Pendidikan untuk dapat memasukan Silat ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah.

Lahirnya rekomendasi tersebut setelah dilakukan lokakarya, diskusi dan seminar yang membahas tentang Silat tradisi Silat salingka nagari di Kabupaten Luhak Nan Tuo yang pada intinya untuk meretavilitasi Silat tradisi dalam konteks peradaban dan kebudayaan yang diwarisi turun temurun. Kegiatan ini menghadirkan nara sumber diantara Ketua IPSI Tanahdatar AR Dt Pangulu Sutan, Kepala BP3 Sumbar, Riau, Kepri Fitra Arda, Kepala Tata usaha BP3 Tri Mulyono, Tokoh Silek Irwansyah Dt Tumanggung. Dari Pemkab, diwakili Kadis Budpar, Pemuda dan Olahraga Tanahdatar Marwan SE.

Dalam perkembangannya Silat tradisi yang sudah berkembang tersebut tidak begitu diminati generasi muda. Sasaran Silat jumlahnya tidak begitu banyak. “Jika ini dibiarkan terus, kita hanya bangga dengan Silat tradisi saja, tapi upaya untuk melestarikan Silat tersebut tidak dilakukan secara continue,” beber DT Kayo.

Karena itulah, nantinya rekomendasi ini diharapkan bisa terealisasi.(mal)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA