Date Rabu, 30 July 2014 | 14:00 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Laporkan Dugaan Penggelapan Uang Rp 6 M

Korban Investasi Serbu Polresta

Jumat, 16-11-2012 | 13:20 WIB | 573 klik

M Yamin, Padang—Belasan korban penipuan dan penggelapan, kemarin mendatangi Mapolresta Padang, kemarin. Mereka melaporkan leader PT Build Rich Pasifik Global (PT BRPG) wilayah Sumbar, Martha Kristina Sartika Dewi, 27. Pasalnya, leader dari perusahaan yang bergerak di bidang investasi tambang emas itu, diduga telah menggelapkan uang investasi 521 anggota senilai Rp 6 miliar.

Korban investasi, Sumarsinah, 62, kepada petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Padang mengatakan, kejadian berawal 22 Februari lalu. Ketika itu dia mengikuti salah satu multilevel marketing (MLM) dengan menginvestasikan uang Rp 8 juta. Karena gagal mencari jaringan, akhirnya uang Rp 8 juta milik korban hilang.

Setelah gagal, korban bertemu dengan salah seorang anggota PT BRPG. Anggota tersebut menyarankan untuk menginvestasikan uangnya ke PT BRPG. “Saya pun tertarik dan menginvestasikan uang Rp 10 juta. Uang tersebut dikirimkan melalui M-Banking ke rekening Mandiri atas nama Martha Kristina Sartika Dewi, leader PT BRPG,” kata Sumarsinah.

Setelah menginvestasikan uangnya, Leader PT BRPG tersebut, menjanjikan uang yang telah diinvestasikan akan mendapat bunga 10 persen tiap bulannya. Namun pembayarannya, sekali dalam 100 hari.

“Sayangnya, setelah tiga bulan lebih dari 100 hari investasi, saya hanya mendapatkan Rp 8 juta dari Rp 21 juta yang dijanjikan,” kata Sumarsinah.

Korban berharap polisi segera mengusut laporan tersebut, karena ia dan ratusan korban lainnya sudah lama bersabar menghadapi janji-janji palsu pelaku. “Saya berharap polisi menuntaskan kasus ini,” harapnya.

Terlapor hanya Korban

Terkait laporan tersebut, Martha Kristina Sartika Dewi yang dihubungi Padang Ekspres via handphone sekitar pukul 17.00 tidak dapat dihubungi. Begitu juga dengan pesan singkat yang dikirim Padang Ekspres ke leader PT BRPG wilayah Sumbar itu, yang tak berbalas.

Sementara itu pengacara terlapor, Hermawan mengakui kliennya (terlapor, red) salah satu korban penipuan dan penggelapan dari PT BRPG. Dia mengaku keberatan kalau kliennya diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan. Sebab, dalang dari semua ini pimpinan PT BRPG berinisial T.

“Jadi, laporan dari ratusan korban ke Polresta Padang yang mengaku ditipu dan telah digelapkan uangnya oleh klien saya, rentetan dari klien saya yang juga menjadi korban penipuan dan penggelapan oleh PT BRPG,” kata Hermawan, kepada Padang Ekspres, tadi malam.

Dijelaskannya, rentetan terebut berawal dari kliennnya yang mengikuti bisnis investasi kepada PT BRPG. Dari hasil investasi tersebut, kliennya memperoleh keuntungan. Setelah itu, kliennya diajak oleh T ke Hongkong dan Malaysia. Di sana, kata Hermawan, T menunjukkan bongkahan emas bercampur batu dan serbuk emas kepada kliennya.

Pengakuan T kepada kliennya ketika itu, bongkahan emas bercampur batu dan serbuk emas itu, perusahaan tambang emas miliknya yang berada di Klantan, Malaysia. “Kemudian, klien saya ditawarkan oleh T untuk menjadi leader dari PT BRPG di wilayah Sumbar. Bahkan T meminta klien saya untuk membuka kantor di Padang, dan mencari investor,” ujarnya.

Setelah kantor dibuka, lanjutnya, para investor bertambah banyak. Namun sayangnya, sistem penyetoran dan penarikan keuntungannya tiba-tiba berubah. Kliennya disuruh T untuk menghimpun seluruh uang dari para investor. Uang tersebut, sebagiannya dikirimkan melalui tiga pos. Sedangkan sebagiannya lagi, diberikan kepada para investor yang melakukan penarikan bonus.

Setelah uang yang terkumpul habis dibagikan kepada para investor yang melakukan penarikan bonus, tiba-tiba website dari PT BRPG ditutup. Akhirnya Martha Kristina Sartika Dewi melaporkan kasus tersebut ke Mabes Polri dan dilimpahkan ke Polda Sumbar. “Jadi, itulah kronologi dari kasus penipuan dan penggelapan ini. Yang dirugikan itu bukan hanya ratusan ibu-ibu yang melapor ke Polresta Padang, tapi juga klien saya,” jelas Hermawan.

Kanit III SPKT Polresta Padang, Ipda Sugeng Haryadi mengatakan laporan tersebut, sudah tercatat dengan nomor laporan No.Pol:LP/1845/K/XI/SPKT Unit III Polresta Padang. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA