Date Selasa, 22 July 2014 | 20:23 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Internasional

Situasi Memanas, Presiden Palestina Akhiri Lawatan

Israel Target 100 Lokasi di Gaza

Jumat, 16-11-2012 | 11:58 WIB | 492 klik

Ramallah, Padek—Ketegangan meningkat di Jalur Gaza. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan kelompok militan Palestina kembali terlibat aksi saling serang. Sedikitnya, 16 orang tewas dalam bentrok di antara dua kubu kemarin (15/11). Tiga korban adalah warga Israel, sedangkan 13 korban lain merupakan warga Palestina.

“Tiga orang tewas akibat tembakan roket militan Gaza mengenai sebuah gedung apartemen di Kiryat Malakhi, Distrik Selatan,” kata jubir Kepolisian Israel. Selain itu, serangan ke kawasan permukiman tersebut juga melukai empat orang warga Israel lainnya.

Bersamaan dengan itu, IDF melancarkan serangan udara ke wilayah Gaza dan merenggut sedikitnya 13 nyawa. Dua korban jiwa di antaranya adalah anak-anak. “Sebanyak sembilan korban merupakan anggota militan Hamas,” kata Asraf el-Qdra, salah seorang dokter pada Medical Aid for Palestinians.

IDF mengklaim bahwa serangan udara yang dilancarkan militernya dan menewaskan 13 warga Palestina tersebut merupakan bagian dari operasi antiteror. Bahkan, Israel menarget sekitar 100 lokasi berbahaya yang mereka deteksi sebagai “lokasi teroris”. Dari 100 titik itulah, selama ini militan-militan Gaza melancarkan serangan roket mereka.

Memanasnya hubungan Palestina-Israel itu memaksa Dewan Keamanan (DK) PBB mengadakan rapat darurat tertutup Rabu malam (14/11). “Pendeknya, pesan yang menggema dari pertemuan ini adalah bahwa kekerasan (Israel-Palestina) harus segera diakhiri,” tegas Hardeep Singh Puri, pimpinan DK PBB periode November.

Dia tidak ingin aksi saling serang dua kubu itu terus meningkat hingga memicu serangan berskala besar, seperti pada 2008. Puri berharap kematian Ahmed Said Khalil al-Jabari akibat serangan udara Israel tidak membuat militan-militan Gaza kian nekat.

Memanasnya situasi di Gaza itu memaksa Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali ke negerinya. Kemarin tokoh yang akrab dipanggil Abu Mazen tersebut terpaksa menyudahi lawatannya ke Eropa setelah mendengar makin sengitnya pertempuran di Gaza. “Hari ini (kemarin, Red) beliau kembali ke Palestina dan berusaha untuk meredam ketegangan yang kian meningkat,” kata Saeb Erakat, juru runding Palestina.

Menurut Erakat, Abbas juga telah berkomunikasi dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Washington terkait insiden terbaru di Gaza tersebut. Selain itu, dia juga mengontak para pemimpin Eropa serta Presiden Mesir Muhammad Mursi. Abbas berharap negara-negara itu bisa mendesak Israel supaya menghentikan serangannya. (AP/AFP/CNN/BBC/hep/dwi/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA