Date Selasa, 29 July 2014 | 13:39 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kriminal

Pilih Lokasi Layaknya Arisan

Berjudi Sambil Mengasuh Anak, 4 IRT Ditangkap

Kamis, 08-11-2012 | 12:08 WIB | 215 klik

Limapuluh Kota, Padek—Empat orang ibu rumah tangga (IRT) di Jorong Tanjungpati, Nagari Kototuo, Kecamatan Harau di grebek polisi saat bermain judi pas domino di salah satu rumah kosong, sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (6/11). Ironisnya, ke empat IRT tersebut berjudi disaksikan langsung anak-anak mereka yang masih di bawah umur, bahkan ada yang masih menyusu.

Dari tangan ke empat orang tersangka, Martalia, 27, Meriza Refni, 30, Mira Daria, 30 dan Tesrawati, 53, polisi mengamankan batu domino, kertas alas bermain judi domino dan uang taruhan Rp 60 ribu. Keempat IRT tersebut, terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Harau untuk memepertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Para tersangka yang mengaku perbuatannya selama ini tidak di ketahui oleh suami mereka itu, sudah seringkali dilakukan. Uniknya, tempat berjudi dilakukan di lokasi berbeda sesuai kesepakatan para pejudi, layaknya seperti arisan.

Kapolsek Harau, AKP Anita Indah Setyaningrum melalui Kasat Reskrim, Ipda Zul Andri membenarkan kejadian itu kepada wartawan di Mapolsek Harau, Rabu (7/11). ”Penangkapan ke empat orang tersangka berdasarkan informasi masyarakat dan sudah menjadi target operasi polisi. Saat ini mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” terang Kanit Reskrim.

Ditambahkannya, perjudian yang dilakukan ibu-ibu tersebut merupakan perbuatan melawan hukum dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dengan jeratan pasal 303 ayat 1 ke 3, ayat 3 jo pasal 303 bis ayat 1 KUH Pidana jo Undang-Undang nomor 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian.

”Kita sangat sayangkan perbuatan para ibu rumah tangga yang tega berjudi depan anak-anak mereka. Ini merupakan pendidikan dini yang sangat buruk terhadap perkembangan mental anak-anak kelak. Sehingga ini akan menjadi pelajaran bagi mereka dan ibu rumah tangga lainnya,” ungkap Ipda Zul Andri.

Berdasarkan pengakuan tersangka, permainan judi yang mereka lakoni berdasarkan kemauan dan ikut-ikutan teman-teman. Mereka mengaku belajar judi dari lingkungan di sekitar.

”Suami saya tidak tahu perbuatan saya bermain judi, sebab selama ini dia hanya tahu saya mengasuh anak bukan berjudi,” ungkap Meriza Refni saat diperiksa penyidik kepolisian di Mapolsek Harau. Mirisnya, ibu rumah tangga yang masih memiliki anak balita terpaksa harus menyusui anaknya di balik jeruji besi sel tahanan Polsek Harau.

Tesrawati, 53, salah satu tersangka judi yang sehari-hari bekerja sebagai pengumpul kelapa kopra dan petani, mengaku sudah sering berjudi dan sudah diketahui suaminya bermain. Namun menurutnya untuk berjudi dia hanya mengandalkan hasil pencariannya sendiri. ”Kita berjudi dengan uang hasil pencarian kita sendiri. Sebagai pengumpul kelapa dan menjadi buruh tani,” aku Tesrawati di hadapan polisi. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA