Date Rabu, 30 July 2014 | 01:49 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Peristiwa

Berencana Pulang Kampung

Pimpro STIKES Ditemukan jadi Mayat

Rabu, 07-11-2012 | 12:29 WIB | 306 klik

Bukittinggi, Padek—Masyarakat sekitar SPBU Garegeh, kecamatan Mandingin Koto Selayan (MKS), Bukittinggi, kemarin (6/11), buncah. Mereka terkejut ketika mendengar kabar adanya penemuan mayat di sebuah bangunan yang bersebelahan dengan SPBU tersebut. Sosok mayat itu adalah Suganda. 50, pimpinan proyek (pimpro) pembangunan STIKES Ford de Kock, Bukittinggi yang saat ini dalam pembangunan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini, penemuan mayat terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Waktu itu, beberapa orang anak buah Suganda, yang sengaja didatangkan dari Jawa Barat untuk mengerjakan proyek STIKES Ford de Kock, sudah duluan pergi ke proyek yang jaraknya sekitar 500 meter dari tempat mereka menginap. Setelah lama ditunggu, ternyata Suganda, tidak juga muncul-muncul.

Berbagai upaya untuk mendatangkan Suganda ke proyek sudah dilakukan. Salah satunya dengan menghubungi ponselnya yang selalu aktif, tapi tidak diangkat. Penasaran, lalu teman-temannya di proyek, mendatangi tempat menginap Suganda di sebuah bangunan permanen yang bersebelahan dengan SPBU Garegeh. Ternyata, pintu bangunan itu tertutup rapat.

Setelah dilakukan urung rembuk dengan pemilik bangunan, akhirnya disepakati pintu masuk dibongkar paksa. Ternyata benar, Suganda sedang berada di dalam tertelungkup memakai selimut di atas tempat tidur. Setelah dibangunkan, ternyata Suganda tidak beraksi. Ditelisik lebih jauh, ternyata ia sudah tidak bernyawa.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingini, peristiwa penemuan mayat ini langsung dilaporkan ke Polresta Bukittinggi. Tim identifikasi dan forensik serta petugas kesehatan pun datang. Setelah dilakukan identifikasi, akhirnya mayat Suganda pun dibawa ke RSAM Bukittinggi, untuk dilakukan visum.

Kapolresta Bukittinggi, AKBP Eko Nugrahadi, mengakui penemuan mayat itu. Hanya saja dia belum bisa memberikan informasi penyebab terjadinya kematian korban. “Anggota saya sedang di lapangan. Jadi saya belum bisa memberikan konformasi,” jelasnya via ponsel.

Sebelum korban ditemukan jadi mayat, informasi yang diperoleh koran ini, korban sekitar pukul 09.00 WIB sempat keluar membeli pulsa HP di counter HP D-Seluler yang jaraknya hanya beberapa puluh meter dari tempat menginapnya. Selain itu, korban juga berencana akan pulang kampung ke Bogor, pada sore harinya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA