Date Jumat, 1 August 2014 | 22:55 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Jelang Wukuf, Arafah-Mina Steril

Selasa, 23-10-2012 | 11:06 WIB | 470 klik

Jakarta, Padek—Persiapan wukuf di Padang Arafah yang akan dimulai sejak besok pagi (24/10) waktu setempat cukup krusial. Terutama terkait urusan transportasi darat jamaah menuju dan dari Padang Arafah. Pengalaman tahun lalu, banyak bus jamaah haji yang mogok saat bertolak dari Arafah menuju Mina.

Akibat dari kasus bus mogok tahun lalu, jamaah haji banyak yang tercecer di jalan raya karena terjebak macet. Untungnya sampai kemarin (22/10), belum ada laporan ada gangguan transportasi darat yang cukup serius. Pemerintah bahkan saat ini sudah agak tenang, karena rata-rata umur bus haji lebih muda dibandingkan tahun lalu. Dengan kondisi ini, potensi bus mogok karena umurnya sudah uzur bisa ditekan.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Anggito Abimanyu menyebutkan, jika rata-rata umur bus rombongan haji Indonesiaa adalah sekitar 5-7 tahun. Meskipun begitu, kalangan DPR meminta rata-rata usia bus jamaah haji bisa ditingkatkan lagi maksimal berumur empat tahun.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Bahrul Hayat kemarin (22/10) menjelaskan, jika persiapan seluruh armada bus pengangkut jamaah haji sudah dipantau dengan matang. Bus ini nantinya memiliki rute mengantar jamaah dari Mekkah menuju Padang Arafah.

Selanjutnya, setelah selesai wukuf, bus bergerak mengantar jamaah menuju Muzdalifah dan Mina. Saat di Mina, jamaah menjalankan ritual melempar jumrah. “Transportasi (bus, red) sudah disiapkan dan menggunakan sistem shuttle,” kata Bahrul.

Dia melaporkan perkembangan terkini jika kondisi jalan di Mekkah masih normal hingga tadi malam.

Tetapi pada jam-jam sibuk, seperti menjelang dan setelah shalat lima waktu, ada kemacetan hebat di wilayah sekitar Masjidil Haram.

Begitu pula untuk arus kendaraan di jalanan kota Mekkah menuju Padang Arafah sepanjang sekitar 25 km masih terlihat lengang, bahkan cenderung kosong. Sementara untuk jalan raya yang menghubungkan Padang Arafah ke Mina sepanjang 14 km sudah disterilkan. “Jalan rute ini sudah ditutup. Hanya boleh dilalui kendaraan-kendaraan tertentu saja.”

Persiapan selanjutnya terkait pelaksanaan wukuf sebagai puncak ibadah haji, Bahrul menuturkan bahwa pembagian maktab (kapling tenda haji di Padang Arafah) dan petugas dari muassasah sedang finalisasi persiapan penyambutan jamaah haji di Padang Arafah dan Mina.

Peninjauan persiapan tenda atau perkemahan untuk jamaah haji di Padang Arafah akan dilaksanakan hari ini atau H-1 kedatangan jamaah haji. Peninjauan ini akan dipimpin oleh Menag Suryadharma Ali selaku amirulhaj dan Menko Kesra Agung Laksono. (wan/ca/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA