Date Senin, 28 July 2014 | 13:14 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Hewan Layak Kurban Diberi Label

Senin, 22-10-2012 | 13:18 WIB | 287 klik

M Yamin, Padek—Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (Dispernakbunhut) Padang memberikan label sehat pada 2.500 ekor sapi yang akan diperjualbelikan. Label tersebut menandakan petugas Dispernakbunhut telah menyatakan hewan itu sehat.

Meski demikian, Dispernakbunhut Padang juga menemukan sebagian kecil hewan kurban mengalami penyakit. Kebanyakan mengalami flu, luka di pelopak mata, penyakit kulit, belum cukup umur, bahkan ada betina.

“Penyakit yang ditemukan itu tidak termasuk dalam kategori berbahaya. Penyakit hewan tersebut tidak berpengaruh pada kesehatan daging setelah sapi itu dipotong,” kata Kepala Dispernakbunhut Padang, Corri Saidan, kepada Padang Ekspres, kemarin (21/10).

Corri mengatakan, flu ini disebabkan cuaca dan perpindahan tempat. “Apalagi umumnya hewan-hewan yang akan disembelih ini dari luar Padang, yakni Pesisir Selatan, Tanahdatar, Payakumbuh dan Lampung,” kata Corri.

Untuk hewan di bawah umur dan betina, kata Corri, tidak diberikan label untuk boleh dipotong. “Sudah ada aturannya, hewan yang akan dijadikan kurban tidak boleh berusia di bawah dua tahun untuk sapi dan di bawah satu setengah tahun untuk kambing. Sementara hewan betina tidak dibolehkan baik sapi maupun kambing,” kata Corri.

Corri menjelaskan, umur hewan tersebut dapat dilihat dari gigi hewan itu sendiri. Hewan yang dikurbankan standarnya tidak boleh dalam keadaan sakit, cacat, atau pincang, serta bulu hewan harus bersih, hewan harus lincah, muka cerah, dan nafsu makan hewan baik.

“Kalau di luar kategori ini Dispernakbunhut melarang menjadikan hewan kurban. Tidak tertutup kemungkinan hewan itu sakit, yang dagingnya tidak baik dikonsumsi masyarakat,” sebut Corri.

Jumlah Kurban Turun

Di sisi lain, jumlah sapi kurban di beberapa masjid di Padang menurun dari tahun lalu. Hal ini dipengaruhi ekonomi masyarakat.

“Diakui tahun ini, jumlah peserta kurban hanya 10 ekor sapi dan mengalami penurunan jumlah peserta,” ungkap pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang, Yuzardi Maad, kemarin.

Yuzardi menjelaskan, penyembelihan hewan kurban direncanakan Sabtu (27/10). “Kami menyiapkan 700 kupon yang akan diberikan kepada masyarakat miskin di Padang. Setiap kupon ini akan diberikan sekilo daging,” kata Yuzardi.

Untuk kesehatan hewan kurban, tutur Yuzardi, akan dicek kesehatannya oleh Dinas Pertanian Peternakan Kehutanan dan Perkebunan. “Dengan demikian, ada jaminan daging sapi itu layak untuk dikonsumsi,” ucapnya.

Sementara Sabarudin, pengurus Masjid Jamiatul Huda Ketaping menjelaskan, di masjid ini 12 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang akan disembelih. Dibanding tahun lalu, juga menurun jumlah peserta kurban. (ek/mg20)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA