Date Selasa, 29 July 2014 | 21:45 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pemilu 2014 Kembali Sistem Coblos

Kamis, 18-10-2012 | 12:46 WIB | 614 klik

Solsel, Padek—Pemberian hak suara pada Pemilihan umum (Pemilu) yang dihelat 2014 mendatang terjadi perubahan. Tata caranya tidak lagi dengan mencentang atau menandai, tetapi dengan cara mencoblos gambar calon yang dipilih.

Tata cara memberikan hak suara itu telah diatur dalam undang-undang nomor 8 tahun 2012. Sedangkan penentuan calon terpilih, diatur masih berdasarkan suara terbanyak. Tidak peduli calon tersebut berada di pada nomor urut berapa. “Yang penting, partainya ikut Pemilu,”kata Ketua Komisi Pemilu Umum (KPU) Propinsi Sumbar, Marzul Veri, saat pembukaan sosialisasi Pemilu DPR, DPD, DPRD Propinsi Kabupaten/Kota dan verifikasi Parpol calon peserta Pemilu 2014, yang digelar di Hotel Pesona Alam Sangir, di Solok Selatan, Rabu (17/10).

Selain cara memberikan suara, aturan baru Pemilu 2014 juga mencantumkan bahwa perhitungan suara juga akan dilakukan di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS). Artinya, setiap partai politik (Parpol) peserta Pemilu idealnya menempatkan saksi di PPS. Walau begitu, Ardyan anggota KPU Sumbar menambahkan, penempatan saksi di PPS tidaklah wajib.

Ardyan juga memaparkan, bila kuota 30 persen keterwakilan perempuan tidak terpenuhi dalam sebuah Parpol, maka hal itu tidak serta merta membatalkan Parpol yang bersangkutan. Akan tetapi Parpol akan diminta agar mengumumkan ke media, tentang tidak terpenuhinya kuota tersebut. Namun, bila hal itu tidak diindahkan Parpol, sanksinya merupakan kewenangan pusat. “30 persen keterwakilan perempuan untuk persyaratan Parpol, kalau tidak terpenuhi kuotanya, tidak membatalkan Parpol. Ini merujuk pada pasal 8,”imbuhnya. Berbeda halnya dengan persyaratan calon legislatif dari partai berdasarkan pasal 59 yang mensyaratkan keterwakilan perempuan, sifatnya adalah wajib dipenuhi.

Di Solok Selatan, Partai yang telah mendaftar untuk menjadi peserta Pemilu 2014, menurut Ketua KPU Solsel, Isyuliardi Maas berjumlah 21 partai. Sejak 16 Oktober hingga 22 Oktober, mulai dilakukan proses verifikasi perbaikan adminstrasi Parpol. Pada 23-25 merupakan jadwal pemberitahuan hasil verifikasi kepada Parpol. Selanjutnya, 26 Oktober hingga 20 Nopember akan dilakukan verifikasi factual. Petugas akan ke lapangan langsung, melihat kelengkapan partai, termasuk verifikasi dan validasi pengurus inti seperti ketua, sekretaris dan bendahara.

Sosialisasi dihadiri sejumlah elemen tokoh masyarakat, awak media, LSM, pengurus Parpol, serta ketua OSIS SMA di Solsel.(sih)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA