Date Selasa, 22 July 2014 | 22:39 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Olah Raga

26 Karateka Dapat Sabuk Hitam

Senin, 15-10-2012 | 13:11 WIB | 163 klik

Padang, Padek—Sebanyak 26 karateka Lembaga karate-do Indonesia (Lemkari) lulus ujian kenaikan tingkat dari sabuk coklat ke sabuk hitam. Dengan mendapatkan ijazah, 26 karateka itu telah terkabung dalam Majelis Sabuk Hitam (MSH) Perguruan Lembaga karate-do Indonesia (Lemkari). Penyerahan ijazah itu sendiri, dilakukan kemarin (14/10), seusai Lemkari Sumbar melaksanaka latihan bersama di GOR H Agus Salim Padang.

Pada kesempatan tersebut, Lemkari Sumbar juga memberikan bonus kepada karateka Lemkari Sumbar yang menjadi juara umum pada kejurnas Lemkari, totalnya 10 Juta Rupiah yang berlangsung beberapa waktu lalu di UNP Padang. Dengan kegiatan itu, Ketua Pengda Lemkari Sumbar Firdaus Ilyas, berpesan agar korps sabuk hitam ke depannya memiliki pondasi yang kokoh untuk meraih keberhasilan seperti kejujuran, karakter, integritas, keteguhan, cinta, dan kesetiaan.

Dengan korps MSH yang beranggotakan karateka sabuk hitam terpilih, itu merupakan modal dasar dalam melakukan pembinaan atlet secara berkesinambungan untuk meraih prestasi.

”Lemkari sudah banyak berbuat untuk dunia karate Sumbar, baik itu pembinaan maupun prestasi. Akan tetapi keberhasilan tersebut tidak membuat kami tidak besar kepala, karena kami ingin semua karateka yang kami bina terus melahirkan prestasi,” ungkap Firdaus.

Terkait dengan bonus yang diberikan Lemkari kepada sejumlah karateka, Firdaus menyatakan, reward dimaksudkan untuk menambah semangat para atlet agar tetap berprestasi untuk kepentingan duta-duta olahraga Lemkari yang bakal bertanding di Porprov XII di kabupaten Limapuluh Kota pada bulan Desember mendatang.

Sementara itu Komtek Lemkari Sumbar Sutrisno Abu Bakar juga berpesan kepada ke 26 karateka yang lulus dari sabuk coklat ke sabuk hitam harus siap menciptakan dojo baru dalam misi mengembangkan kader dan perpanjangan tangan dewan guru di Sumatera Barat.

”Kami akan gagal mendidik karateka baru naik tingkat dari sabuk coklat ke sabuk hitam ini apabila mereka tidak berhasil mendirikan Dojo. Mereka saat ini secara tidak langsung sudah resmi menjadi pelatih, bukan asisten pelatih lagi,” tuturnya. (cip)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA