Date Rabu, 23 July 2014 | 04:42 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Internasional

LatihanTempur di Perairan East Coast

Kapal Perang AS Bertabrakan

Senin, 15-10-2012 | 12:50 WIB | 759 klik

Washington, Padek—Insiden tabrakan kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) atau US Navy kembali terjadi. Kali ini, tabrakan yang melibatkan kapal selam tenaga nuklir USS Montpelier dan kapal penjelajah kelas Aegis USS San Jacinto tersebut terjadi saat AL AS menggelar latihan perang di perairan East Coast Sabtu sore lalu (13/10) waktu setempat atau dini hari kemarin WIB (14/10).

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden itu. Tetapi, kubah sonar pada haluan USS San Jacinto hancur. Meski belum ada penjelasan rinci, ada kemungkinan terjadi kerusakan lain pada dua kapal tersebut.

Pentagon (Departemen Pertahanan atau Dephan AS) telah memerintahkan investigasi atas insiden tabrakan itu. Komando Gugus Armada Laut AS (USFLFORCOM) yang berpusat di Norfolk, Virginia, dalam keterangan persnya menyatakan bahwa tabrakan tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 waktu setempat (sekitar pukul 02.30 WIB kemarin).

Mayor Brian Badura dari USFLFORCOM menjelaskan bahwa tabrakan itu tak sampai membawa korban. Sejauh ini, kata dia, AL AS juga masih meneliti tingkat kerusakan pada dua kapal tersebut. "Tabrakan kapal perang memang pernah terjadi di laut pada masa lalu. Namun, jarang sekali terjadi tabrakan kapal perang dan kapal selam," katanya kepada Associated Press.

AL AS menolak untuk merinci bagaimana tabrakan itu bisa terjadi maupun di mana lokasinya secara persis.

“Jika ada insiden, ada tim yang bertindak untuk mengatasinya. Hal ini akan membantu kami mendapatkan penjelasan lebih baik dan lengkap tentang apa yang terjadi," tutur Badura.

Dalam siaran persnya, AL AS hanya menyebut bahwa seluruh kerusakan pada dua kapal itu sedang dievaluasi. Tetapi, sistem propulsi atau tenaga penggerak kapal selam dipastikan tak terganggu akibat tabrakan. Dua kapal perang tersebut selama ini berpangkalan di Norfolk, Virginia.

Seorang pejabat AL AS yang tak mau disebut namanya mengungkapkan bahwa saat latihan perang ketika itu, tim pengawas di atas USS San Jacinto melihat sebuah periskop tiba-tiba muncul di permukaan laut sekitar 100-200 yard dari arah depan. San Jacinto langsung diperintahkan untuk memutar haluan penuh, namun terlambat. Tabrakan pun tak terhindarkan.

"Akibat tabrakan tersebut, kubah sonar yang berada di haluan USS San Jacinto hancur," ujarnya. Di dalam kubah karet itu, terdapat sistem navigasi elektronik, deteksi dini, dan peralatan pengatur jarak. AL AS memastikan bahwa dua kapal perang itu masih bisa beroperasi dengan tenaga masing-masing setelah tabrakan.

Dua kapal perang itu merupakan bagian dari satuan gugus tempur di bawah kapal induk USS Harry S. Truman. Saat itu, kapal induk tersebut berada di lokasi yang sama dan memberikan bantuan pada dua kapal perang itu.

Sumber lain di AL AS menjelaskan bahwa dua kapal itu berlayar secara berkelompok dengan sebuah kapal perang lainnya. Saat itu, ketiga perang tersebut mengikuti latihan perang sebagai persiapan penempatan pasukan berikutnya dalam gugus tempur di bawah USS Harry S Truman.

Tabrakan kapal perang dan kapal selam di permukaan air sebenarnya amat jarang terjadi. Tetapi, insiden tabrakan yang melibatkan kapal perang AS beberapa kali terjadi.

Pada Agustus lalu, kapal perusak USS Porter milik AL AS bertabrakan dengan kapal pengangkut minyak (tanker) Jepang di Selat Hormuz. Pada Maret 2009, kapal selam USS Hartford mengalami kerusakan parah setelah tabrakan dengan kapal amfibi USS New Orleans di Selat Hormuz. Penyelidikan atas kecelakaan tersebut menyatakan bahwa tabrakan terjadi akibat kelalaian para pemegang komando di kapal selam. Beberapa personelnya kemudian terkena sanksi disiplin karena dinilai lalai. (AP/RTR/cak/dwi)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA