Date Kamis, 31 July 2014 | 14:23 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Dispora hanya Fokus pada Olahraga

Pembinaan Pemuda Terabaikan

Sabtu, 13-10-2012 | 12:56 WIB | 235 klik

Padang, Padek—Persoalan pemuda dan olahraga ibarat dua sisi mata uang yang saling berhubungan satu sama lain. Namun dalam implementasinya, kedua bidang itu terkesan ada perbedaan.

Staf ahli Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Pengarustamaan Pemuda dan Olahraga, Adiati Nurdin menyebutkan, secara kebijakan, Kemenpora sudah menegaskan kedua bidang itu harus dapat perhatian berimbang, sehingga ada korelasi dalam pembinaan. “Sayangnya beberapa daerah cenderung berpihak pada satu bidang saja,” ujarnya usai membuka Lokakarya Pengarustamaan Pemuda dan Olahraga, di Hote Alana, kemarin (12/10).

Lokakarya yang difasilitasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar itu, diikuti sejumlah utusan dari KONI, KNPI, Karang Taruna dan pihak lainnya.

Berdasarkan pengamatan dan kajian dari Kemenpora, Adiati mengatakan, program Pengarustamaan Pemuda dan Olahraga masih lemah. Untuk memperkuatnya dibutuhkan dukungan serius dan political will dari pemerintah daerah. “Itu dilihat dari masih timpangnya alokasi anggaran untuk bidang kepemudaan di banding olahraga. Padahal, kedua bidang itu saling berhubungan,” kata wanita asal Bukitsurungan, Padangpanjang itu.

Dia menilai, pemuda harus dilibatkan dalam penyusunan program kepemudaan. Sebab, mereka yang menjadi objek kegiatan program dalam pelaksanaan di lapangan.

Selain itu, perlu peningkatan alokasi anggaran di bidang kepemudaan. Dengan demikian, program pemerintah melahirkan pemuda Indonesia yang tangguh bisa diwujudkan.

Olahraga Gaya Hidup

Menyinggung aspek olahraga, Adiati menjelaskan bahwa Kemenpora ingin menjadikan olahraga sebagai gaya hidup masa kini. Kata dia, bila masyarakat segar dan bugar, maka masyarakat itu akan produktif dan sportif. Tidak hanya masyarakat, Kemenpora juga meminta instansi pemerintah/swasta dan BUMD menggalakkan olahraga.

Sekretaris Dispora Sumbar Adib Alfikri, mewakili kepala dinas, menyampaikan Lokakarya itu penting bagi para pemuda dalam mengetahui sejauh mana peran mereka dalam mengisi program pemerintah.

“Terus terang, yang namanya Pengarustamaan Pemuda dan Olahraga itu belum semuanya diketahui oleh pemuda. Jadi tidak salah kiranya dalam lokakarya itu berbagai informasi menyangkut topik yang dibicarakan dapat diketahui,” kata Adib. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA