Date Selasa, 29 July 2014 | 13:40 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Lagi, Pelajar Baku Hantam di Imam Bonjol

Minggu, 30-09-2012 | 07:54 WIB | 787 klik

Padang, Padek—Tiada hari tanpa tawuran pelajar. Agaknya ungkapan ini pantas diberikan kepada pelajar di Kota Padang. Sebulan terakhir, entah berapa kali terjadi tawuran. Bahkan, sehari kemarin (29/9), dua kali terjadi aksi tawuran. Dua pelajar diamankan di Mapolresta Padang dan diberikan pembinaan.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, tawuran pertama kali terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol. Puluhan pelajar terlibat baku hantam dan saling serang menggunakan balok kayu. Diduga pelaku tawuran tersebut adalah pelajar SMK Muhammadiyah, SMK Bukit Barisan dengan SMK Tamsis Padang.

Beruntung petugas kepolisian Polresta Padang cepat turun ke lokasi, sehingga tawuran berhasil dihentikan. Puluhan pelajar yang terlibat baku hantam berhamburan melarikan diri. Namun, seorang di antaranya berhasil diamankan petugas kepolisian berinisial YR.

Aksi tawuran kedua terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di tempat sama. Ini merupakan kelanjutan tawuran sebelumnya. Puluhan pelajar kembali terlibat baku hantam dan saling lempar batu. Kali ini FN diamankan kepolisian.

Tawuran ini juga mengakibatkan seorang terkena lemparan batu di kepala. Namun ketika ditemui Padang Ekspres, warga tersebut tidak mau melaporkan kejadian yang menimpanya. ”Saya tidak sempat melapor, kerjaan saya banyak dan ada urusan yang harus saya kerjakan,” ujarnya berlalu pergi.

Pengakuan YR di SPKT, dia mengaku berasal dari SMK Muhammadiyah. ”Lawan kami dari SMK Tamsis Pak,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, pemicu tawuran tersebut bukanlah dari sekolahnya. ”Bukan kami yang mulai duluan pak,” ujarnya.

FN yang juga tertangkap dalam aksi tawuran tersebut mengaku, ia berasal dari SMKN 5 Padang. Namun setelah ditanya lagi, FN mengaku dari SMA Bukit Barisan. Dia berkilah tidak terlibat dalam tawuran tersebut.

Kedua pelajar yang terjaring tersebut diberikan pembinaan oleh kepolisian. Rambut mereka pun di pelontos. Kanit SPKT Polresta Padang Ipda Harmon mengatakan, pihak sekolah dan orangtua kedua pelajar akan dipanggil. ”Untuk sementara, keduanya kami berikan pembinaan,” ujarnya. (w)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA