Date Senin, 28 July 2014 | 19:20 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Klaim Dinilai tak Sesuai Polis

Pemprov Coret Asuransi Ramayana

Rabu, 26-09-2012 | 12:43 WIB | 1001 klik

Padang, Padek—Pemprov Sumbar mencoret PT Asuransi Ramayana ikut tender asuransi aset bangunan pemerintahan di tahun 2013 mendatang. Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim kecewa dengan ketidakjelasan polis asuransi yang diberikan terhadap rumah dinasnya yang terbakar pada 11 November 2011 lalu.

“Tahun 2013, PT Asuransi Ramayana, tidak dipakai lagi. Kita kecewa dengan kinerjanya. Kita mengansuransikan bangunan untuk keamanan, bukan menimbulkan masalah baru,” ujar Wagub Sumbar Muslim Kasim di kantornya, kemarin (25/9).

Polemik klaim asuransi rumah wagub sudah terjadi sejak Maret lalu. Dalam hitungan Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, rehabilitasi sebagian rumah dinas wagub yang terbakar sekitar Rp 206 juta. Hasil hitungan kerugian itu direkomendasikan ke PT Asuransi Ramayana. Namun, tanggal 15 Maret, PT Asuransi Ramayana hanya mau mencairkan dana di bawah yang diajukan. “Nilainya tak sebanding. Makanya, selaku Wagub Sumbar, saya minta PT Asuransi Ramayana tidak diperbolehkan ikut tender lagi. Mereka tidak kooperatif. Akibat tidak jelasnya klaim asuransi itu, Pemprov terpaksa memasukkannya ke APBD-Perubahan 2012,” ucapnya.

Kontrak PT Asuransi Ramayana sendiri sudah habis 21 September lalu, dengan jumlah premi Rp 648 juta. “Untuk 70 rumah dinas, premi untuk 2013 sebanyak Rp 800 juta. Masih dalam proses tender,” ujarnya.

Marketing PT Asuransi Ramayana David ketika dikonfirmasi mengatakan, jumlah dana yang dicairkan telah sesuai hitungan dan nilai kontrak bangunan awal senilai Rp 183 juta. “Nilai awal itu di bawah harga jual. Klaim yang kita berikan sesuai hitungan yang berlaku di dunia asuransi. Bangunan yang diasuransikan adalah kompleks rumah Wagub Gubernur Sumbar. Jadi seluruhnya sudah mencakup. Standarnya begitu,” sebutnya.

Bidang Klaim PT Asuransi Ramayana Ihsan menyebutkan, penilaian terhadap ganti rugi atau klaim kebakaran rumah dinas wagub sudah melibatkan tim yang tahu dengan teknis bangunan.Nilai rumah dinas wagub dalam kontrak premi asuransinya di bawah harga pasar dan jumlah sebesar Rp 183 juta untuk satu kompleks. Sebab, dalam kontraknya tidak ada rincian aset dan mobiler yang berbunyi sehingga ada berbedaan persepsi dalam menilai klaim tersebut. “Kami sudah menyampaikan kepada Biro Aset Setprov Sumbar, surat persetujuan ganti rugi atau klaim tepatnya pada 15 Maret 2012, tapi pihak biro aset belum menyetujui,” ujarnya. (ayu)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA