Date Rabu, 30 July 2014 | 18:05 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Ditangkap Security, Beraksi Puluhan Kali

Pembobol ATM Terpantau CCTV Tee Box

Minggu, 23-09-2012 | 08:21 WIB | 1314 klik

Padang, Padek—Kamera CCTV terbukti ampuh untuk mengantisipasi tindakan kriminal. Jumat malam (21/9) dua pria asal Banten yang berusaha melakukan pembobolan ATM ditangkap security Tee Box bernama Abdi Sartiono setelah diamati pergerakannya melalui kamera CCTV. Hingga tadi malam (22/9), kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Padang.

Kejadian bermula ketika Abdi Sartiono mulai piket sekitar pukul 20.40 WIB. Ketika itu, dia langsung memantau keamanan Tee Box melalui kamera CCTV yang terpasang di beberapa sudut Tee BOX. Dia merasa ada pergerakan yang mencurigakan dari ATM Bank Nagari dan BRI yang berada sekitar 15 pos security salah satu tempat hiburan ternama di Padang itu.

Pasalnya, dua orang laki-laki bernama Syafrizal, 36 dan Ramlan Soegito itu, terlihat krasak-krusuk di ATM lebih dari lima menit. Sedangkan di pintu ATM, ada seorang lainnya yang terlihat seperti mengawasi keadaan di sekitarnya. Mereka terlihat hendak berbuat sesuatu yang tidak baik.

Walaupun begitu, Abdi tidak ingin bertindak gegabah. Dia terus memantau melalui CCTV, karena menurutnya langsung menangkap tanpa bukti akan membuat pengintaiannya jadi sia-sia. Selain mempereteli ATM, kedua pria asal Banten itu juga menaburkan sesuatu di dalam box ATM. Abdi menduga itu adalah semacam jimat yang membuat orang ling-lung.

”Awalnya, mereka menyerakkan sesuatu, seperti jimat atau alat untuk gendam. Menurut pengetahuan saya, barang itu akan membuat orang ling-lung,” jelasnya. Kemudian, dua tersangka itu menyelipkan lidi korek api di mesin ATM. Tujuannya untuk membuat kartu orang tersangkut. Setelah mengamati gerak gerik keduanya selama 20 menit, Abdi melihat pelaku mulai beraksi dengan memasang stiker pada mesin ATM.

Merasa sudah cukup bukti, Abdi langsung bereaksi dengan menghampiri kedua pelaku yang berada di dalam mesin ATM. Melihat Abdi, kedua pelaku terkejut. ”Saya langsung meminta keduanya untuk masuk ke pos security. Mereka mengelak, maka saya mengancam keduanya. Barulah mereka menuruti,” jelas pria berbadan kekar ini.

Setelah sampai di pos security, Abdi langsung menginterogasi kedua pelaku dan meminta mereka mengakui kejahatan yang telah dilakukan. Namun, keduanya tetap mengelak dengan alasan ingin menarik uang di mesin ATM.

Selain itu, keduanya berusaha mengamalkan ilmu kebatinan yang dimilikinya. ”Ketika diinterogasi, mereka terus komat-kamit. Saya jadi kesal, karena mereka masih berusaha mengamalkan ilmunya. Akhirnya saya tegaskan pada mereka bahwa ilmunya tidak akan mempan pada saya,” jelas Abdi.

Kemudian, Abdi memperlihatkan kamera pengawas CCTV pada kedua tersangka dan menegaskan aksi keduanya telah diamati selama 20 menit, dengan rekaman yang bisa diputar kembali. Akhirnya, mereka mengaku dan berusaha membujuk Abdi dengan menyerahkan segepok uang lembaran lima puluh ribu. Namun Abdi menolaknya.

Kedua pelaku akhirnya digeledah. Dari saku dan dompet ditemukan barang bukti uang pecahan Rp 50 ribu yang jumlahnya Rp1,8 juta. Di saku celana juga ditemukan kartu ATM atas nama orang lain, benang, gunting, KTP dan sejumlah uang. Dengan barang bukti yang ada, kedua pelaku barulah mengakui perbuatannya. ”Kita langsung menghubungi polisi untuk membawa mereka,” lanjut Abdi.

Abdi menduga pelaku tidak hanya berdua. Pasalnya, melalui monitor CCTV dirinya juga melihat orang lain yang menunggu di luar mesin ATM saat kedua pelaku melaksanakan aksinya.

Dari pengakuan Ramlan dan Syafrizal, orang yang berada di luar ruangan ATM itu temannya, yang bernama Iwan, warga Pesisir Selatan (Pessel). Namun, Irwan kabur melihat Abdi membekuk dua temannya. ”Dia kabur dengan mobil Avanza berwarna hitam yang stand by di depan,” jelas Abdi.

Penangkapan dua pelaku pembobol mesin ATM di Tee Box dengan modus menempelkan stiker layanan pengaduan kerusakan ATM, merupakan yang pertama kali terungkap di Kota Padang. Dalam melaksanakan aksinya, pelaku memasukan lidi atau peniti di tempat memasukan kartu di mesin ATM. Dengan penyangga tersebut, maka setiap orang yang memasukan kartu ATM di mesin, tidak bisa dikeluarkan karena mengalami kemacetan.

Pelaku juga memasang stiker layanan pengaduan di mesin ATM lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi. Korban yang kartu ATM-nya mengalami kemacetan dan tidak bisa keluar dari mesin, akan menghubungi nomor telepon yang tertera di stiker. Di saat dihubungi itulah, pelaku meminta nomor PIN ATM. Setelah korban pergi dengan meninggalkan kartu yang berada di mesin ATM, pelaku lalu mendatangi mesin ATM dan memasukan nomor PIN, sehingga dengan leluasa menarik uang korban.

Kapolresta Padang Kombes Pol M Seno Putro menyebut, kedua pelaku sudah diintrogasi. Pengakuannya, telah beraksi puluhan kali. Tidak hanya di Padang, tapi juga provinsi lain. Mereka diperkirakan memiliki jaringan di seluruh provinsi di Indonesia. ”Pengakuan awal di 20 lokasi, tersebar di Banten, Jakarta dan Sumbar,” sebut Seno.

Pelaku biasanya mempereteli mesin ATM berumur tua. Dengan kejadian ini, diharapkan kepada pemegang kartu ATM agar selalu waspada. ”Jika kartu ATM mengalami kemacetan atau tersangkut di dalam pada saat melakukan penarikan uang, jangan hubungi nomor call center yang tertera. Langsung saja datangi bank pemilik mesin ATM itu,” imbau Seno.

Terkait jaringan lain yang terlibat dengan kejahatan dua pelaku ini pihak Polresta Padang masih melakukan pengembangan. Iwan yang diketahui warga Peseel tersebut diburu. Pihak Tee Box sendiri sudah melaporkan peristiwa ini ke Polresta Padang dengan nomor laporan LP/1540/K/IX/2012/SPKT Unit III.

Teebox Tingkatkan Pengamanan

Abdi mengungkapkan untuk meningkatkan pengamanan di Tee Box, saat ini telah dipasang 45 CCTV di lokasi yang rawan tindak kejahatan. Sementara, khusu ruangan yang sifatnya provasi seperti ruangan karaoke tidak dipasang CCTV.

”Mulai dari gerbang, ATM, kantor dan parkir serta beberapa sudut gedung kita pasang CCTV. Monitor CCTV tidak hanya berada di pos security. Bahkan ruangan tidur owner juga ada monitor yang dapat memantau siapapun yang berniat melakukan tindak kejahatan,” tuturnya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA