Date Jumat, 1 August 2014 | 02:36 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Warga dan Gubernur DKI Peduli Minang

Foke Resmikan SMK 1 Muhammadiyah

Rabu, 05-09-2012 | 11:07 WIB | 351 klik

Padang, Padek—Hari ini (5/9), SMK Muhammadiyah 1 Kota Padang yang hancur akibat gempa 30 September 2009 lalu, diresmikan pemakaiannya oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Fauzi Bowo yang akrab disapa Bang Foke, dalam peresmian itu kapasitasnya sebagai wakil masyarakat dan pemerintah DKI Jakarta yang telah membantu pembangunan sekolah tersebut dengan dana Rp 6,3 miliar.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Padang, Amrizal Can mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan masyarakat yang dihimpun Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo. Dari bantuan senilai Rp 6,3 miliar tersebut, berhasil dibangun gedung leter L tiga lantai yang memiliki 21 ruang kelas dan praktik siswa SMK Muhammadiyah 1 Padang.

“Kalau tidak ada bantuan dari DKI Jakarta ini, entah kapan Muhammadiyah selesai membangun kembali sekolah yang hancur akibat gempa 2009 lalu ini,” ungkap Amrizal.

Selain pembangunan sekolah, kata Amrizal, tim dari Pemprov DKI juga berencana membantu pengadaan mobiler sekolah. “Sebelum ini, sudah ada pembicaraan antara pihak sekolah dengan tim dari Pemprov DKI Jakarta soal itu. Semoga ini bisa terealisasi,” harapnya.

Untuk peningkatan mutu pendidikan, Amrizal pun berharap, ada pihak-pihak lainnya yang bersedia membantu melengkapi alat-alat praktik siswa di sekolah ini.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar, Dasril Ilyas juga mengungkapkan terima kasihnya terhadap masyarakat DKI Jakarta dan Fauzi Bowo. Dewan Pendidikan Muhammadiyah Sumbar pun bisa menganggarkan dana yang dimilikinya untuk peningkatan mutu pendidikan seperti membuat bengkel kerja (workshop), dan unit usaha seperti penjualan spare part serta aksesoris kendaraan. Sedangkan jangka panjang, siswa juga akan diarahkan membuat kapal-kapal nelayan sederhana, karena Sumbar kaya potensi bidang kelautan.

Pada peresmian sekolah ini, selain Fauzi Bowo dan Din Syamsuddin, hadir sesepuh Minang Azwar Anas, tokoh Minang di DKI Jakarta seperti Deputi Pemprov DKI/ mantan Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Sukri Bey, Ketua Gebu Minang dan Ketua Bako IKM.

Dari Sumbar hadir Gubernur Irwan Prayitno, Wali Kota Padang Fauzi Bahar, Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Bupati Tanahdatar Shadiq Pasadigoe, dan Bupati Dharmasraya Adi Gunawan, serta sejumlah tokoh Minang lainnya.

Syukri Bey, tokoh Sumbar yang dipercaya Fauzi Bowo menduduki jabatan strategis di Pemprov DKI menjelaskan, bantuan pembangunan kembali SMK Muhammadiyah 1 Padang, merupakan bentuk kepedulian masyarakat dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terhadap Ranah Minang yang tertimpa musibah gempa 30 September 2009. “Bantuan ini merupakan kelanjutan bantuan masyarakat dan Pemprov DKI, setelah melalui analisa tim yang dipimpin bapak Fauzi Bowo. Sebelum ini, DKI juga membantu sekolah dan masjid yang rusak akibat gempa di Padangpaariaman,” kata tokoh yang sempat akan diusung menjadi calon wali kota pada pemilihan wali kota Payakumbuh Juli lalu ini.

Syukri Bey yang juga Ketua Ikatan Koto Nan Ompek DKI Jakarta itu mengungkapkan, bantuan yang diserahkan Fauzi Bowo ke Sumbar didasarkan pertimbangan kedekatan emosional dan penghargaan terhadap sekitar 700 ribu lebih warga Minang yang ikut memberikan kontribusinya dalam pembangunan ibu kota negara selama ini.

Terpenting lagi, kata Syukri Bey, sekolah tersebut memiliki manfaat jangka panjang untuk kemajuan pendidikan di Sumbar.

“Hubungan Pemprov DKI dengan Sumbar tidak bisa dipisahkan. Tidak hanya dalam urusan pemerintahan, tapi juga ikatan emosional masyarakatnya,” beber Syukri Bey.

Sekadar diketahui, bantuan dari DKI Jakarta untuk pembangunan SMK Muhammadiyah 1 Padang senilai Rp 6,3 miliar telah diserahkan pada 23 Maret 2011 lalu di Balai Agung Pemprov DKI Jakarta. Saat penyerahan itu, hadir Patrialis Akbar, tokoh Minang yang saat itu menjabat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Syahrul Effendi yang saat itu menjabat Wali Kota Jakarta Selatan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Padang, Alidinar Nurdin.

Menurut Fauzi Bowo, bantuan itu bukan berasal dari APBD DKI Jakarta. “Dana bantuan Rp 6,3 miliar lebih ini diperoleh dari berbagai sumbangan masyarakat DKI Jakarta dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta,” kata Fauzi Bowo.

Bantuan dihimpun Panitia Penanggulangan Bencana Alam yang dibentuk khusus oleh Fauzi Bowo pascagempa Sumbar 2009, dengan membuka rekening di Bank DKI Jakarta. Selain bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi, pada masa tanggap darurat Fauzi Bowo juga mengirimkan tim relawan dan bantuan berupa barang sebanyak 12 truk yang langsung diserahkan ke posko-posko penanggulangan bencana di Sumbar. Kemudian, membantu SD dan masjid yang rusak akibat gempa di Kabupaten Padangpariaman. (esg/ek/fas)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA