Date Kamis, 24 July 2014 | 00:54 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Pesan dari Brasil, Perkuat Pangkalan TNI-AU Malang

Empat Pesawat Super Tucano Tiba di Indonesia

Minggu, 02-09-2012 | 05:05 WIB | 2113 klik
Empat Pesawat Super Tucano Tiba di Indonesia

Pesawat tempur taktis Super Tucano bermesin single turboprop

Jakarta, Padek—Setelah TNI-AL meluncurkan kapal canggih KRI Klewang, kini giliran TNI-AU unjuk gigi. Kemarin (1/9) empat pesawat Super Tucano dari Brasil tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat itu akan menggantikan OV Bronco di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Pesawat touch down satu per satu dengan mulus. Wakil Kepala Staf TNI-AU Marsekal Madya Dede Rusamsi yang menyambutnya menjelaskan, TNI-AU akan menyiapkan satu skuadron (16 pesawat) Super Tucano. ”Nilai kontraknya total sekitar Rp 1,3 triliun,” katanya.

TNI-AU juga telah mempersiapkan penerbang yang cukup untuk mengawaki satu skuadron pesawat tempur taktis Super Tucano EMB-314 yang akan dimiliki TNI-AU. Pesawat tiba di Indonesia setelah menjalani penerbangan selama dua pekan dari lokasi pabriknya, Empresa Brasileira de Aeronautica (Embraer), di San Jose dos Campos, Brasil.

Empat pesawat itu merupakan pengiriman pertama di antara total 16 unit. TNI-AU telah mengirim empat personel untuk berlatih, sebagai penerbang pesawat tempur taktis itu. Dari pelatihan tersebut, mereka juga sudah memenuhi kualifikasi sebagai pelatih. ”Dengan kekuatan satu skuadron yang terdiri atas 16 pesawat, TNI-AU harus menyiapkan 24 pilot untuk awak pesawat jenis ini,” katanya.

Tiga penerbang pabrik Embraer akan tinggal di Malang selama empat bulan untuk melatih para penerbang TNI-AU. ”Penanganannya memang perlu skill khusus,” ucapnya.

Dede juga mengatakan bahwa TNI-AU akan memastikan adanya alih teknologi dalam pemeliharaan terkait dengan pembelian pesawat tersebut. Komponen alih teknologi merupakan salah satu ketetapan dalam setiap kontrak pengadaan alat utama sistem persenjataan militer Indonesia, dari produsen luar negeri, dalam rangka membangun kemandirian industri pertahanan Indonesia.

”Sudah ada personel yang dilatih sehingga nanti perawatan pesawat bisa dilakukan sendiri,” ujar Dede. Pesawat akan meneruskan perjalanan pada hari ini (Minggu) menuju tujuan akhirnya, yaitu Lanud Abdulrachman Saleh di Malang, yang akan menjadi pangkalan pesawat-pesawat Super Tucano.

Empat pesawat tempur taktis Super Tucano pesanan TNI-AU dari Brasil menempuh waktu penerbangan 14 hari dan singgah di sembilan negara hingga tiba di Indonesia sejak diberangkatkan dari lokasi pabriknya.

Perjalanan penerbangan yang panjang mengharuskan ferry flight atau pesawat kiriman itu singgah di 14 tempat, dari San Jose dos Campos, Brasil, hingga Malang, Indonesia. Negara-negara yang disinggahi ferry flight itu adalah Cape Verde, Spanyol, Maroko, Italia, Yunani, Mesir, Qatar, Oman, India, dan Thailand sebelum masuk Indonesia dan sampai pada persinggahan pertamanya di Lanud Suwondo, Medan, Sumatera Utara.

Pesawat yang dibeli TNI-AU tersebut adalah tipe EMB-314 berkemampuan serang antigerilya (counter insurgency), pengendali udara depan (forward air control), dukungan udara dekat (closed air support), penyekatan (interdiction), dan pertahanan udara (kecepatan rendah), dengan kemampuan tambahan sebagai pesawat latih dan fungsi pengawasan udara (air surveillance).

Pesawat itu bermesin tunggal Turboprop Pratt & Whitney PT6A-68C berdaya 1.600 tenaga kuda dan sanggup terbang sejauh 1.400 km atau 3,5 jam. Namun, bila ditambah drop tank atau tangki tambahan, pesawat mampu terbang 2.855 km atau 7,5 jam. Kecepatan pesawat maksimum 320 knot/580 kmph dengan kecepatan operasi normal 280 knot/500 kmph. (rdl/c10/nw/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA