Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 18:03:08 WIB
NASIONAL

Empat Pesawat Super Tucano Tiba di Indonesia

Pesan dari Brasil, Perkuat Pangkalan TNI-AU Malang

Padang Ekspres • Minggu, 02/09/2012 05:05 WIB • • 2388 klik

Pesawat tempur taktis Super Tucano bermesin single turboprop

Jakarta, Padek—Setelah TNI-AL meluncurkan kapal canggih KRI Klewang, kini giliran TNI-AU unjuk gigi. Kemarin (1/9) empat pesawat Super Tucano dari Brasil tiba di Lanud Halim Perda­naku­suma, Jakarta. Pesawat itu akan menggantikan OV Bron­co di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

 

Pesawat touch down satu per satu dengan mulus. Wakil Kepala Staf TNI-AU Marsekal Madya Dede Rusamsi yang menyambutnya menjelaskan, TNI-AU akan menyiapkan satu skuadron (16 pesawat) Super Tucano. ”Nilai kon­traknya total sekitar Rp 1,3 triliun,” katanya.

 

TNI-AU juga telah mem­persiapkan penerbang yang cukup untuk mengawaki satu skuadron pesawat tempur taktis Super Tucano EMB-314 yang akan dimiliki TNI-AU. Pesawat tiba di Indonesia setelah menjalani pener­ba­ngan selama dua pekan dari lokasi pabriknya, Empresa Brasileira de Aeronautica (Em­braer), di San Jose dos Campos, Brasil.

 

 

Empat pesawat itu meru­pakan pengiriman pertama di antara total 16 unit. TNI-AU telah mengirim empat per­sonel untuk berlatih, sebagai penerbang pesawat tempur taktis itu. Dari pelatihan tersebut, mereka juga sudah memenuhi kualifikasi sebagai pelatih. ”Dengan kekuatan satu skuadron yang terdiri atas 16 pesawat, TNI-AU harus menyiapkan 24 pilot untuk awak pesawat jenis ini,” ka­tanya.

 

Tiga penerbang pabrik Em­braer akan tinggal di Ma­lang selama empat bulan un­tuk melatih para penerbang TNI-AU. ”Penanganannya me­mang perlu skill khusus,” ucap­nya.  

 

Dede juga mengatakan bah­wa TNI-AU akan mema­s­tikan adanya alih teknologi dalam pemeliharaan terkait dengan pembelian pesawat tersebut. Komponen alih tek­nologi merupakan salah satu ketetapan dalam setiap kon­trak pengadaan alat utama sistem persenjataan militer Indonesia, dari produsen luar negeri, dalam rangka mem­bangun kemandirian industri pertahanan Indonesia.

 

”Sudah ada personel yang dilatih sehingga nanti pera­watan pesawat bisa dilakukan sendiri,” ujar Dede. Pesawat akan meneruskan perjalanan pada hari ini (Minggu) menuju tujuan akhirnya, yaitu Lanud Abdulrachman Saleh di Ma­lang, yang akan menjadi pang­kalan pesawat-pesawat Super Tucano.

 

Empat pesawat tempur taktis Super Tucano pesanan TNI-AU dari Brasil me­nem­puh waktu penerbangan 14 hari dan singgah di sembilan negara hingga tiba di Indonesia sejak diberangkatkan dari lokasi pabriknya.

 

Perjalanan penerbangan yang panjang mengharuskan ferry flight atau pesawat kiri­man itu singgah di 14 tempat, dari San Jose dos Campos, Brasil, hingga Malang, Indonesia. Negara-negara yang di­sing­gahi ferry flight itu adalah Cape Verde, Spanyol, Maroko, Italia, Yunani, Mesir, Qatar, Oman, India, dan Thailand sebelum masuk Indonesia dan sampai pada persinggahan pertamanya di Lanud Su­won­do, Medan, Sumatera Utara.

 

Pesawat yang dibeli TNI-AU tersebut adalah tipe EMB-314 berkemampuan serang antigerilya (counter insurgency), pengendali udara de­pan (forward air control), dukungan udara dekat (closed air support), penyekatan (interdiction), dan pertahanan udara (kecepatan rendah), dengan kemampuan tam­ba­han sebagai pesawat latih dan fungsi pengawasan udara (air surveillance).

 

Pesawat itu bermesin tung­gal Turboprop Pratt & Whitney PT6A-68C berdaya 1.600 tena­ga kuda dan sanggup terbang sejauh 1.400 km atau 3,5 jam. Namun, bila ditambah drop tank atau tangki tambahan, pesawat mampu terbang 2.855 km atau 7,5 jam. Kecepatan pesawat maksimum 320 knot/580 kmph dengan kecepatan operasi normal 280 knot/500 kmph. (rdl/c10/nw/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!