Date Rabu, 30 July 2014 | 01:49 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Tahun Ini, Formasi Umum 11.552

2013, CPNS Umum Dihapus

Rabu, 29-08-2012 | 11:06 WIB | 9510 klik
2013, CPNS Umum Dihapus

-

Jakarta, Padek—Para calon sarjana yang sudah ancang-ancang untuk mengikuti tes calon pengawai negeri sipil (CPNS) baru periode 2013, terpaksa harus bersabar. Pasalnya, pemerintah pusat mengisyaratkan tahun depan tidak ada tes CPNS baru untuk pelamar umum.

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Tasdik Kinanto di Jakarta kemarin (28/8) mengatakan, kepastian soal kebijakan rekrutmen CPNS baru tahun depan memang belum diputuskan secara resmi.

”Tapi kemungkinan besar memang tidak ada alokasi CPNS baru untuk pelamar umum,” kata dia. Sebab, tahun depan Kemen PAN-RB berupaya mengentaskan tunggakan pengangkatan tenaga honorer Kategori II (K II) atau yang tidak digaji dari APBN atau APBD.

Tasdik mengatakan jumlah tenaga honorer K II ini lumayan besar, mencapai 600 ribu orang. Jika tidak segera diangkat, mereka akan terus menagih dan membuat pemerintah tidak bisa bekerja untuk urusan lainnya. ”Jadi mereka kita prioritaskan dulu,” kata dia.

Sistem pengangkatan tenaga honorer K II ini berbeda dengan pengangkatan tenaga honorer Kategori I (digaji APBN atau APBD). Seperti diketahui, akhir tahun ini tenaga honorer K I akan diangkat langsung tanpa tes. Sedangkan untuk pengangkatan tenaga honorer K II wajib dilakukan dengan tes tulis. Tasdik mengatakan, tes tulis ini mirip dengan tes CPNS baru pelamar umum yang akan dijalankan 8 September mendatang.

Tasdik menjelaskan, dalam tes tulis nanti tidak semua tenaga honorer K II ini diangkat menjadi CPNS. Tetapi jumlah tenaga honorer K II yang diangkat nantinya disesuaikan dengan kekuatan APBN 2013 yang akan disahkan beberapa bulan lagi. Tasdik belum bisa mengatakan secara pasti jumlah tenaga honorer K II yang akan diangkat menjadi CPNS tahun depan.

Secara teknis pembuatan soal untuk seleksi ini, terangnya, tetap digarap konsorsium 10 PTN yang diketuai UGM Yogyakarta. Standar kesulitan soal masih disembunyikan oleh tim dari konsorsium ini. “Intinya, jika belajar dengan sungguh-sungguh, insya Allah bisa mengerjakan soal,” ucap Tasdik.

Tasdik menegaskan, tidak adanya kuota CPNS baru dari pelamar umum bukan berarti masa moratorium rekrutmen CPNS baru diperpanjang. Masa moratorium CPNS baru akan berakhir akhir tahun ini. Sehingga pada 2013, seluruh instansi pusat dan daerah berhak meminta kuota CPNS baru.

”Tetapi itu tadi, prioritas kami adalah mengangkat tenaga honorer K II dulu,” ucap dia. Perhitungan dari Kemen PAN-RB, lowongnya kursi PNS yang ditinggal pegawainya pensiun, bisa ditambal dengan rekrutmen CPNS baru dari gelombang tenaga honorer K II itu.

Butuh 11.552 CPNS

Khusus tahun ini, menurut Tasdik, sebanyak 41 instansi akan membuka tes CPNS dari jalur umum. Ditawarkan untuk mengisi kebutuhan 11.552 CPNS, yang terdiri dari 8.815 CPNS instansi pusat, dan 2.737 pemda. Penerimaan jalur umum ini menambah jumlah CPNS yang diterima dari jalur kedinasan.

CPNS dari pendidikan kedinasan tahun 2012 ini tercatat sebanyak 4.219 orang. Semuanya tersebar di tujuh instansi, yakni Kementerian Dalam Negeri 1.494 orang, Kementerian Keuangan 1.607 orang, Setjen BPK 80 orang, BPS 273 orang, BIN 59 orang, BPKP 510 orang, dan BMKG sebanyak 196 orang.

”Tadinya ada 48 instansi pusat dan daerah yang akan merekrut 14.590 CPNS dari jalur pelamar umum, dan 4.129 dari ikatan kedinasan. Tapi kemudian Kemenko Polhukam menunda pelaksanaan rekrutmen, dan empat pemda yakni Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Kota Surabaya, Kota Sibolga, dan Kabupaten Labuhan Batu Utara juga menundanya,” jelas Tasdik.

Sebenarnya, lanjutnya, tahun ini sebanyak 22 K/L melakukan rekrutmen CPNS, namun dua instansi di antaranya, yakni Kementerian Dalam negeri dan Badan Intelejen Negara (BIN) tidak menerima CPNS dari pelamar umum, tetapi hanya dari pendidikan kedinasan. Instansi lain yang juga menerima CPNS dari pendidikan kedinasan antara lain Kementerian Keuangan, Setjen BPK, BPS, BPKP, serta BMKG. Namun kelima instansi itu juga merekrut CPNS dari jalur pelamar umum. “Untuk ikatan dinas sudah langsung diangkat CPNS. Sedangkan pelamar umum harus lewat rangkaian seleksi dulu,” ujarnya.

Minat Menurun

Di sisi lain, Tasdik juga mengungkapkan bahwa minat pemerintah daerah merekrut CPNS baru tahun ini mulai berkurang. Dari kuota yang disiapkan pemerintah untuk CPNS dari instansi pemda sebanyak 2.737 orang, hanya terisi 2.344. “Kuota untuk pemda memang berkurang jumlahnya. Karena terdapat empat pemda urung melakukan rekrutmen tahun ini, sehingga jumlahnya berkurang 393 orang,” ujar Tasdik.

Dengan berkurangnya jumlah tersebut, lanjutnya, lowongan CPNS untuk pemda tinggal 2.344 orang, sehingga penerimaan CPNS dari jalur pelamar umum tahun ini hanya 11.159 orang. Padahal, kata Tasdik, semula pemerintah telah mengalokasikan tambahan formasi CPNS tahun 2012 ini untuk sekitar 130 ribu CPNS.

Hal itu tak lepas dari kebijakan moratorium yang mewajibkan setiap instansi mengajukan permohonan CPNS untuk memenuhi berbagai persyaratan. Antara lain harus melakukan analisa jabatan dan analisa beban kerja. “Kalaupun sudah membuat analisa jabatan, Kemen PAN-RB masih akan melakukan verifikasi, lolos tidaknya analisis tersebut,” terangnya.

Syarat lainnya, anggaran belanja pegawai untuk pemda tidak boleh lebih dari 50 persen APBD. “Syarat-syarat tersebut masih akan tetap diberlakukan untuk tahun-tahun mendatang, meskipun moratoriom sudah selesai,” tandasnya. (wan/esy/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA