Date Rabu, 30 July 2014 | 01:49 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Kecelakaan Mudik Meningkat Dibanding 2011

29 Tewas di Jalan Raya

Jumat, 24-08-2012 | 11:44 WIB | 823 klik

Padang, Padek—Sedikitnya 29 orang tewas sia-sia di jalan raya sejak 11-22 Agustus 2012. Dalam 10 hari ini terjadi 118 kasus kecelakaan yang menyebabkan 29 orang meninggal dunia, luka berat 87 orang dan luka ringan 127 orang. Angka itu meningkat dari tahun 2011 sebanyak 70 kasus kecelakaan dan jumlah korban meninggal dunia 26 orang.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes, Ibnu Istischa mengatakan, data di atas dirangkum sejak 11 Agustus hingga 22 Agustus. Jika kecelakaan meningkat, jumlah pelanggaran lalu lintas justru turun dari 1.153 pada tahun 2011 menjadi 928 pada tahun 2012.

Data Ditlantas menunjukkan, sepeda motor paling banyak pelanggaran, 637 pelanggaran. Disusul mobil pribadi 119 pelanggaran, mobil barang 81 pelanggaran, dan bus 11 pelanggaran.

“Umumnya pelanggarannya tidak memakai helm dan pengendara mobil yang tidak memakai safety belt (sabuk pengaman),” ujar Ibnu didampingi Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sumbar Kompol Yanuardi.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kemacetan terjadi di jalur Padang-Payakumbuh. Terparah dari Padangpanjang menuju Bukittinggi dan sebaliknya. Ibnu mengungkapkan, kemacetan total sempat terjadi di kawasan Danau Maninjau karena ada mobil rusak di pendakian.

“Memang ada peningkatan arus kendaraan ke arah sana (Maninjau, red). Mungkin karena kepadatan di kawasan Singkarak dan Bukittinggi, banyak pemudik yang memilih jalan-jalan ke kawasan Maninjau, tahun depan kita akan tingkatkan jumlah anggota yang melakukan pengawasan di kawasan tersebut,” jelasnya.

Dari Posko Operasi Ketupat 2012 Polda Sumbar terungkap pelanggaran paling banyak dilakukan pengendara berusia 21-25 tahun sebanyak 201 kali. Kemudian, 26-30 tahun 173 pelanggaran dan 16-20 tahun 170 pelanggaran.

Data tahun 2011, terjadi 90 kecelakaan lalu-lintas di Sumbar selama arus mudik. Ketika itu, 26 orang meninggal dunia, luka berat 47 orang, dan luka ringan 80 orang, dan kerugian materil Rp 363 juta.

Sedangkan catatan posko pada tahun 2010, jumlah kecelakaan mencapai 94 peristiwa. Dengan korban meninggal dunia 21 orang, luka berat 36 orang dan luka ringan 92 orang, kerugian ditaksir mencapai Rp 159 juta.

Kepala Biro Operasional Polda Sumbar Kombes Suwardi menjelaskan, kecelakaan paling banyak terjadi pada kendaraan roda dua karena masyarakat memilih memakai kendaraan roda dua dibandingkan angkutan umum. “Memang lebih ekonomis dan efektif, tetapi, risikonya lebih besar. ujarnya.

Suwardi menjelaskan, kecelakaan tertinggi terjadi di Padang dan Padangpariaman. Di Padang, terjadi 12 kasus kecelakaan hingga H-3, sementara di Padang Pariaman sekitar 10 kasus.

Pihak kepolisian mengimbau pemudik untuk menggunakan jalur utama dalam perjalanan. “Kalau jalan utama ada petugas mengatur lalu lintas di sana. Sedangkan di jalan perkampungan, umumnya pengendara membawa kendaraan seenaknya,” jelasnya.

Pasien Membeludak

Pada bagian lain, RSUP M Djamil menerima pasien kecelakaan lalu lintas sebanyak 114 korban kecelakaan lalu lintas. Jumlah kecelakaan lalu lintas, jauh lebih tinggi dibanding hari biasanya. Tapi dibanding Lebaran tahun lalu, masih relatif rendah. “Kami sudah melakukan antisipasi sejak awal dengan membuat tim yang bertugas melakukan penanganan terhadap pasien,” ujar Direktur Utama RSUP M Djamil Dr Aumas Pabuti, kemarin (23/8).

Aumas menyatakan terus berupaya memperbaiki pelayanan terhadap pasien yang berobat di rumah sakit pelat merah tersebut. Walau untuk perbaikan kualitas layanan dalam mewujudkan rumah sakit yang bersih berseri, RSUP Dr M Djamil Padang masih terkendala.

“Kendalanya, saat ini dalam proses pembangunan sehingga sulit menatanya. Begitu juga upaya pembenahan areal parker, belum dapat dilakukan karena banyaknya pedagang berjualan di RSUP Dr M Djamil. Padahal, RS bukan tempatnya berjualan dan harus steril. Banyaknya pedagang yang berjualan di RSUP Dr M Djamil dapat menyebabkan infeksi pada pasien yang dirawat di rumah sakit,” kata Aumas yang mengatakan outsourcing satpam akan dilakukannya pada tahun depan.

67 Pasien di Padangpariaman

Jumlah pasien yang ditangani RSUD Padangpariaman di Paritmalintang, tepatnya sejak H-2 dan H + 2 Lebaran meningkat secara drastis. Direktur RSUD Padangpariaman H Aspinuddin dan Sekretaris RSUD Padangpariaman, Anesa Satria mengatakan, jumlah pasien di instalasi gawat darurat selama enam hari Lebaran mencapai 67 orang. Di antaranya, tercatat dua orang dinyatakan meninggal dunia akibat tabrakan atau kecelakaan di jalan raya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 9 orang di antaranya harus dirujuk ke berbagai rumah sakit di Padang. Sementara 56 pasien lainnya harus menjalani rawat jalan atau rawat inap di RSUD Padangpariaman,

“Karena keterbatasan sarana, kita terpaksa meminjam 5 unit ambulans dari puskesmas terdekat terutama untuk mengangkut korban yang luka parah,” ungkap Anesa Satria Sekretaris RSUD Padangpariaman.

Empat Tewas di Pessel

Dari Pesisir Selatan, dilaporkan volume kendaraan arus mudik meningkat 25 persen dibanding tahun lalu. Pada tahun lalu, peningkatan cuma 10 persen.

Kasat Lantas Polres Pessel, melalui Kanit Laka Aiptu Zairul menjalaskan kemarin bahwa kasus kecelakaan sejak H-7 hingga H+4 kemarin sebanyak 12 kali. Dari jumlah ini yang meninggal dunia sebayak 4 orang dan luka ringan sebanyak 18 orang. Dari jumlah ini, total kerugian yang dialami mencapai Rp 24,5 juta.

“Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan sebanyak 4 orang dari 12 kali kasus kecelakaan. antaranya empat motor dengan empat pejalan kaki dan delapan motor dengan mobil,” jelasnya.

Dua korban jiwa adalah pejalan kaki. Di antaranya Isap, 50, warga Sutera dan Samsinar, 62, warga Balai Selasa. Dua lagi Rosmiati 52, warga Tapan dan Amrus 16, warga Indrapura, meninggal karena tak menggunakan helm.

Dengan tingginya volume arus mudik kendaraan sebagai mana peningkatan hingga 25 persen dibanding tahun lalu, mengharuskan petugas yang diturunkan untuk lebih ekstra lagi. Terutama pada beberapa titik yang yang dinilai rawan.

“Kita menurunkan 91 personel. Satpol PP dan TNI juga menurunkan personel masing-masing sebanyak 20 orang. Termasuk petugas Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Kesehatan pada tujuh titik rawan” terangnya.

3 Tewas di Padangpanjang

Sepanjang pengamanan Operasi Ketupat 2012, sudah tercatat tiga kecelakaan maut sejak 18 Agustus di Padangpanjang. Tiga laka maut yang merenggut nyawa pengendara motor itu, terjadi di Tanahdatar dan di Padangpanjang. Masing-masing di Silaiang Bawah Padangpanjang, Bintungan X Koto dan Batutaba, Batipuh Selatan, Tanahdatar.

Kasat Lantas Polresta Padangpanjang AKP Sodikin Fachrozinur, menyebutkan warga Pariangan Dodi, 25, harus kehilangan istrinya Rosneli, 25, setelah terjadi tabrakan beruntun di kawasan jalan lintas umum (jalinsum) Padangpanjang-Solok, Batutaba, Rabu (22/8) sekitar pukul 15.30.

Dodi mengendarai motor BA 4916 ET menabrak Toyota Rush A 1512 AF yang dikemudikan Eri Hartoyo, 31, dari belakang. Setelah menghantam sisi kanan belakang mobil, kendaraan Dodi ditabrak dari balakang oleh sepeda motor BA 3808 EG.

“Mobil Rush berhenti mendadak karena Avanza di depannya juga berhenti mendadak. Namun Avanza tidak diketahui nomor polisinya. Sedangkan sepeda motor yang menabrak Dodi dari belakang tidak diketahui identitasnya,” tutur Sodikin didampingi Kanit Laka Ipda Mairijohn.

Sedangkan kecelakaan maut di Bintungan X Koto antara minibus BA 2903 ZC dikemudikan Jismaidi, 23, dengan motor BA 2254 ND yang dikendarai Novi Herman, 40, terjadi Selasa (21/8), sekitar pukul 14.15 WIB.

Novi meluncur dari arah Bukittingi tabrakan dengan angkutan umum dari arah Padangpanjang. Warga Pasausang Padangpanjang itu, memakan jalan saat mendahului angkutan lainnya saat menurunkan penumpang. “Kendaraan Novi mengikuti Avanza yang juga mencuri jalan. Namun malang, kendaraan Novi bertemu lawan saat Avanza membanting stir ke kiri.,” tambah Mairijohn.

Kecelakaan maut di Padangpanjang yang merenggut satpam RM Pak Datuk itu, terjadi Sabtu (19/8) sekitar pukuk 07.00. Informasi yang dihimpun, korban yang bernama Suhardi, 47, mengendarai motor BA 2373 NM, berbelok hendak memasuki simpang RPH di Silaiang Bawah.

Namun di saat bersamaan, motor BA 6562 ET yang dikendarai Dasrial, 33, meluncur dari arah kota, menghantam tepat di tengah kendaraan. Akibatnya, korban diduga meninggal di tempat kejadian peristiwa (TKP). “Kemungkinan korban tidak menggunakan helm saat mengendara, sehingga kepalanya langsung terhempas ke aspal. Ini kita lihat dari bagian badannya yang tidak ada mengalami luka serius,” ungkap Mairijohn.

Sementara Dasrial bersama istrinya hanya mengalami luka ringan. “Penanganan kasus kecelakaan kami limpahkan ke Sub Denpom karena Dasrial anggota TNI. Berikut barang bukti kedua motor,” sebut Sodikin.

Di Sijunjung, terjadi delapan kali kecelakaan dengan tiga orang tewas di jalan lintas Sumatera sejak 11 Agustus hingga kemarin (23/8). Data Polres Sijunjung, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. “Arus mudik dan balik terbilang lancar, karena jalan-jalan sudah banyak diperbaiki,” ujar Ipda Heriadi Ismail, Kanit Lantas Polres Sijunjung.

Di Dharmasraya, tercatat satu korban jiwa dan satu luka parah pada +3 atau Rabu di Gunungmedan setelah mobil travel Avanza oleng. Satu lagi korban tewas karena tabrak lari adalah orang gila.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Chairul Aziz didampingi Kasat Lantas Iptu Ali Rais Ndaraha mengatakan, kecelakaan terjadi pada malam hari, sehingga tidak ada masyarakat yang mengetahuinya.

Waspadai Longsor

Kekhawatiran masyarakat Pesisir Selatan terhadap ancaman bencana harus ditingkatkan, karena tingginya curah hujan belakangan ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Doni Gusrizal kepada Padang Ekspres mengungkapkan, kondisi alam Pessel perlu diwaspadai terutama para pemudik yang ingin kembali ke daerah mereka. “Di sepanjang perbukitan rawan longsor dan pohon tumbang,” ujarnya kemarin.

Pada hari pertama Lebaran, Bukit Pulai, Taluakbatung dan Bukit Jalamo terjadi pohon tumbang. Danton Pusdaop Tim SAR BPBD Pessel Dahler mengungkapkan, kondisi Pesisir Selatan selama libur Idul Fitri aman. (ad/ayu/wrd/n/ris/yon/n/ita/mg19)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA