Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 15:21:30 WIB
NASIONAL

Kelok Sembilan Dijaga 24 Jam

Elfindri: Strategis Pacu Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

Padang Ekspres • Kamis, 16/08/2012 12:01 WIB • • 3533 klik

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meresmikan operasional jembatan layang (fly over)

Limapuluh Kota, Padek—Ke­marin (15/8), sekitar 16.45, Gu­bernur Sumbar Irwan Pra­yitno meresmikan operasional jem­batan layang (fly over) Kelok Sem­bilan, Jorong Aieputiah, Na­gari Sarilamak, Kecamatan Ha­rau, Limapuluh Kota. Mobil Su­zuki Grand Vitara dengan nomor po­lisi B 1985 IR menjadi ken­da­raan pertama melintasi jem­ba­tan flyover Kelok Sembilan, di­ikuti beberapa kendaraan lainnya.

 

Kendati sudah dilarang, ma­sih banyak pengemudi berhenti di badan jembatan. Walau hanya di­buka selama arus mudik, para pengguna jalan sangat antusias men­jejali jembatan di per­bata­san Sumbar-Riau tersebut. Bah­kan, beberapa pengemudi tetap ber­henti dan berfoto-foto di ba­dan jembatan, padahal semua itu sudah dilarang. 

 

Menghindari kejadian yang tak diinginkan, Gubernur me­min­­ta jajaran Polres Lima­puluh Ko­ta, Dinas Perhubungan Ko­mu­n­ikasi dan Informatika (Dis­hub Kominfo) Sumbar, serta Sa­tuan Polisi Pamong Praja ber­jaga-jaga selama 24 jam. “Kita ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengemudi. Itu­lah sebabnya, petugas bisa ber­jaga-jaga selama 24 jam,” im­bau Gubernur usai pem­bukaan. 

 

Hadir dalam pembukaan se­mentara ini Kepala Dinas Pra­sa­rana Jalan dan Tarkim (Prasjal Tar­kim) Sumbar Suprapto, Ke­pal­a Dinas Perhubungan dan Ko­minfo Sumbar Mudrika, Bu­pati Limapuluh Kota Alis Marajo Da­tuak Sori Marajo, Kapolres Li­mapuluh Kota AKBP Pratomo Iria­nanto beserta jajarannya, PPK Satker Kelok Sembilan Dah­ler, serta pelaksana la­pa­ngan dari PT Waskita Karya, Rifto.

 

”Mudah-mudahan pem­bu­kaan sementara jem­batan ini bisa membuat kendaraan dari arah Riau lebih lancar, lebih ce­pat, lebih nyaman dan aman,” ha­rap Irwan. Gubernur atas na­ma masyarakat Sumbar, juga ber­­harap presiden RI bisa me­res­­mikan jembatan ini ketika se­muanya sudah tuntas.

 

Kadis Prasjal Tarkim Sum­bar, Suprapto kembali mene­gas­kan, pembukaan jembatan Ke­lok Sembilan ini sifatnya semen­tara. Jembatan ini hanya dibuka un­tuk arus mudik dari arah Pe­kan­baru ke Payakumbuh, se­dang­kan kendaraan dari Pa­ya­kumbuh ke Pekanbaru masih me­nempuh jalan biasa. Begitu se­baliknya, hanya digunakan un­tuk arus balik dari arah Paya­kumbuh ke Pekanbaru.

 

Meski sudah layak secara tek­nis, Suprapto mewanti-wanti para pengendara agar berhati-hati melewati jembatan. Misal­nya, kecepatan maksimun hanya 40 km/jam. Selain itu, ada jalur pe­nyempitan di atas jembatan guna menghindari benda jatuh dari atas tebing.

 

Konstruksi jembatan ini, me­nurut Suprapto, dibuat cu­kup kuat. Bahkan, kendaraan be­sar jenis trailer bisa mele­watinya. Se­luruh proyek dijadwalkan ram­­pung pertengahan 2013 men­d­atang. “Melihat kondisi pe­kerjaannya saat ini, nam­paknya ta­hapan pekerjaan bisa disele­sai­kan pertengahan tahun 2013 men­datang,” ucapnya.

 

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Pratomo Iriananto me­nga­­ku sudah menempatkan per­sonel selama 24 jam. “Selain itu, petugas juga menggunakan se­­peda motor mengontrol ke­nya­manan dan keamanan lalu lintas di atas jalan dan jembatan Kelok Sam­bilan,” pungkasnya.

 

Di sisi lain, empat hari sebe­lum Lebaran (H-4) arus mudik me­lewati ruas jalan lintas kawa­san Kelok Sembilan, Keca­matan Ha­­rau, Limapuluh Kota, belum ter­­lihat lonjakan secara signi­fi­kan. Kabag Ops Polres Lima­puluh Kota sekaligus Koor­dina­tor Pos Pengamanan Leba­ran, AKP Asrul Bayu kepada Padang Eks­pres, memperediksi kepa­da­tan arus lalu lintas di kawasan ini terjadi H-3 sampai H-1 nanti. “Ini but­uh pengawasan ekstra dari pe­tugas. Kami ingatkan pe­ngen­dara tidak berhenti dan ber­foto-foto di atas jembatan,” te­gasnya.

 

Dorong Ekonomi Sumbar

 

Pengamat ekonomi dari Uni­­ver­sitas Andalas (Unand), Dr Werry Dartha Taifur meyakini dibukanya jembatan Kelok Sem­bi­lan banyak memberikan man­faat bagi  ekonomi Sumbar. “Se­lain bisa mengurai kema­cetan, Ke­lok Sembilan juga mem­beri­kan manfaat bagi Kota Paya­kum­buh. Ini sebetulnya peluang sa­ngat baik bagi Pemko Paya­kum­buh. Di Bukittinggi kan su­dah sumpek, harusnya seba­gian kegiatan yang dilak­sanakan di Bukittinggi dapat dilakukan di Payakumbuh,” ujarnya.

 

Rektor Unand ini juga meng­im­bau Pemprov Sumbar atau­pun kepala daerah lainnya ti­d­ak mem­buat kebijakan yang ber­po­ten­si menghambat pen­distri­bu­sian barang dari Padang ke Pe­kan­baru, atau sebaliknya. Sebab, se­­mua itu berpotensi m­e­ma­tikan potensi ekonomi. “Pem­bu­kaan Kelok Sembilan jelas akan men­do­rong bermunculannya ber­ba­gai kegiatan, akhirnya akan mem­berikan manfaat bagi kesejah­teraan masyarakat,” tutur putra Kubang, Limapuluh Kota ini.

 

Ekonom Unand lainnya, Prof Elfindri  mengatakan, Kelok Sem­bilan aset penting bangsa, ka­­rena menghubungkan dua pro­­vinsi yang dinamikanya sa­ngat cepat akhir-akhir ini. Khu­sus Sumbar, ke­beradaan Kelok Sem­­bilan membuka peluang me­­ngejar ke­tertinggalan dari pro­vinsi te­tangga (Riau), yang ber­lari ken­cang 10 tahun tera­k­hir ini.

 

“Riau mengalami kemajuan dari berbagai segi, baik dari sisi pem­bangunan manusia, infra­struktur atau ekonomi. Dampak ke­majuan ekonomi Riau, men­ja­dikan Kelok Sembilan menjadi sa­ngat strategis bagi percepatan pem­bangunan Sumbar. Ba­gai­manapun juga, Kelok Sem­bilan strategis tidak saja regional, namun menjadi sebuah integrasi moda transportasi darat yang penting,” tukasnya.

 

Ketua DPRD Sumbar Yul­tekh­­nil menekankan agar pe­man­faatan megaproyek ini, mes­t­i­nya usai penyerahan lang­sung dari pemegang proyek kepada pe­­merintah. “Jika nanti ada ke­ce­lakaan atau musibah lain­nya di jalur tersebut, yang akan di­ru­gikan tentu masyarakat. Hal ini akan menjadi salah satu perha­tian khusus DPRD dengan mem­bicarakannya dengan komisi ter­kait,” katanya. (fdl/ayu/ad)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!