Date Selasa, 29 July 2014 | 09:35 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

BIM Buka 24 Jam, AP Siapkan 33 extra flight

Senin, 13-08-2012 | 14:53 WIB | 682 klik

MENGANTISIPASI lonjakan arus mudik Lebaran, Dinas Perhubungan, Informatika dan Telekomunikasi serta Angkasa Pura (AP) II menyiapkan 33 extra flight (penerbangan tambahan) ke Ranah Minang. Bahkan, Bandara International Minangkabau (BIM) dioperasionalkan 24 jam melayani perantau pulang kampung.

Pelayanan angkutan udara melalui BIM dilayani 8 maskapai penerbangan; Garuda, Lion Air, Batavia, Sriwijaya, Royal Pasific Air, Air Asia, NBA dan Susi Air. Dengan total penerbangan regular dari BIM rata-rata 23 kali penerbangan sehari. Tahun ini, extra flight mencapai 33 kali. Lebaran 2011 lalu, extra flight mencapai 25 kali.

“Masing- masing maskapai akan melakukan penerbangan tambahan pada H-7 sampai H+7. Yang telah memberikan konfirmasi Garuda 13 kali penerbangan (5 kali pada hari H-7 dan 8 kali pada H+7), Lion Air sebanyak 1 kali penerbangan sehari, Batavia 5 kali penerbangan H-7 sampai H+7,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kominfo Sumbar Mudrika di BIM, kemarin (12/8).

Manager Angkasa Pura II Agus Kemal, BIM akan dioperasionalkan selama 24 jam dan dibentuk Tim Posko Monitoring Angkutan Lebaran tahun 2012/1433 H. Tujuan posko monitoring ini dibentuk agar keselamatan, keamanan dan kelancaran penerbangan maupun operasional pelayanan dan penyampaian informasi kepada para pengguna jasa lebih terjamin dengan baik. Posko monitoring dibuka mulai 12-27 Agustus ( H-7 s/d H+7).

Menyikapi padatnya aktivitas di BIM, Ketua DPD RI Irman Gusman sdaat meninjau arus mudik di BIM mengatakan, selayaknya kapasitas BIM diperluas. BIM desain hanya untuk 1,3 juta penumpang, kini telah 2,5 juta penumpang. Karena itu, pembangunan BIM perlu didesain untuk 25 tahun ke depan.

“Jadi jangan tanggung-tanggung melakukan pembenahan. Jangan kita terlambat melakukan antisipasi. Saya rasa lahan BIM bisa diperluas untuk 10 juta penumpang,” tuturnya saat meninjau kesiapan mudik di BIM.

Antisipasi lonjakan mudik ke Sumbar, Dinas Perhubungan Kominfo Sumbar telah membahasnya bersama Ditlantas Polda Sumbar, Dinas Prasarana Jalan, Jasa Raharja, BUMN di lingkungan Kemenhub, Dinas Kesehatan, Adpel Teluk Bayur, Dinas Perhubungan kota/kabupaten, Organda, Orari, Basarnas dan lainnya.

Seperti diketahui, angkutan Lebaran telah disiapkan 2.459 kendaraan meliputi 1.927 bus AKDP dengan kapasitas angkut 1.857.325 penumpang, 532 bus AKAP dengan kapasitas angkut 150.150 penumpang. Berdasarkan data tahun 2011, penggunaan angkutan umum (load factor) yang dipantau di terminal-terminal utama di Sumbar hanya 60- 80 persen dari kapasitas yang tersedia.

“Namun tetap kita cadangkan angkutan pariwisata, angkutan sewa, bus kota dan bus instansi sejumlah 335 kendaraan dengan kapasitas 30.000 orang,” ujarnya.

Kereta api untuk lintas Padang-Pariaman yang biasanya beroperasi 2-3 kali sehari, menjadi 5 kali perjalanan sehari. Satu kali perjalanan mampu mengangkut 500 penumpang.

Tahun ini, tidak ada pelayanan PT Pelni dari Tanjung Priok- Padang karena minat pemudik menggunakan kapal laut hanya sekitar 100 orang dari kapasitas 1.000 orang penumpang. Kesiapan angkutan laut diutamakan melayani Padang-Mentawai.

Kapal yang tersedia adalah KMP Ambu- Ambu (PT ASDP) kapasitas 300 orang, KM Sumber Rezeki, kapasitas 175 orang, KM Bahtera Jaya I, kapasitas 120 orang, KM Mitra Samudera, kapasitas 120 orang. Kapal cadangan yang disiapkan KM Muci (Navigasi), kapasitas 150 orang, kapal Basarnas dengan kapasitas 70 orang.

Hasil rapat 6 Agustus 2012 di Dinas Perhubungan Kominfo Sumbar, disepakati pengaturan angkutan Mentawai pada H-7 sebagai berikut: Tuapejat-Padang, kapal terakhir diberangkatkan pada 17 Agustus adalah KMP Ambu-Ambu (PT ASDP), KM Muci (kapal navigasi), KM Bahtera Jaya I (kapal perintis), Sikakap-Padang jadwal terakhir berangkat pada 17 Agustus dengan KM Mitra Samudera (kapal perintis), Siberut-Padang pada 17 Agustus dengan KM Sumber Rezeki.

“Tidak ada kenaikan tarif angkutan Lebaran, tapi operator dapat menerapkan tarif atas dan bawah. Untuk moda darat, tarif angkutan kelas ekonomi dan nonekonomi ditetapkan oleh operator,” jelasnya.

Tarif angkutan udara sesuai Keputusan Menteri Perhubungan KM No 26 Tahun 2010, Garuda dengan rute Padang–Jakarta seharga Rp 1.434.000, Lion Air Padang-Jakarta Rp 1.218.000, Lion Air Padang-Medan Rp 877 juta, Sriwijaya dengan rute Padang-Jakarta Rp 1.290.000, Sriwijaya Padang-Medan Rp 928 ribu, Sriwijaya rute Padang-Batam Rp 809.100, Batavia rute Padang-Jakarta Rp 1.290.000 dan Batavia Padang-Batam Rp 809.100.

Tarif angkutan jalan kelas ekonomi AKDP, tarif atas Rp 147,64 pnp/km dan tarif bawah Rp 113,57 pnp/km. Ini sesuai Peraturan Gubernur No 01 Tahun 2009 tanggal 15 Januari 2009. Tarif angkutan jalan kelas ekonomi AKAP, tarif atas 139 pnp/km dan tarif bawah 86 pnp/km. Ini sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 01 Tahun 2009 tanggal 15 Januari 2009. “Aturannya sudah jelas dan sanksi lebih tegas akan diberikan Kementerian Perhubungan,” tuturnya. (ayu)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA