Date Selasa, 29 July 2014 | 17:43 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Peristiwa

Razia Warkel Mendapat Perlawanan

Satpol PP Disiram dengan Air Cabai

Jumat, 03-08-2012 | 14:21 WIB | 461 klik

Bukittinggi, Padek—Razia warung makanan di siang hari oleh tim warung kelambu (warkel) Bukittinggi, kemarin, mendapat perlawanan dari penjual nasi di Bypass (depan rumah makan Gon Raya). Tim warkel yang dimotori Satpol PP disirami air cabai.

Untung dalam razia tersebut tidak ada petugas yang kena matanya, kecuali hanya pakaian dinas. Menghadapi perlawanan tersebut, petugas tidak patah arang. Petugas langsung merengsek mengamankan semua makanan yang dijual untuk diamankan di markas Pol PP di Belakang Balok Bukittinggi.

Selain di Bypass, pada hari yang sama petugas juga melakukan razia di dua titik di Pasar Simpang Aur Bukittinggi. Di sini petugas mendapatkan pedagang berjualan nasi di siang hari di Pasar Sayur dan berjualan sate di samping Raja Murah. Tanpa kompromi semua makanan diamankan dan dibawa ke markas Pol PP di Belakang Balok Bukittinggi.

Kepala Satpol PP Bukittinggi, Syafnir, mengakui jika pada pelaksaan razia warkel itu ada petugasnya yang sengaja disiram air cabai. ”Tapi tidak ada yang mengenai mata, kecuali hanya pakaian dinas,” ujarnya.

Ditanya apakah tindakan pedagang melawan petugas tersebut akan diproses hukum? Dia mengatakan, masih pikir-pikir, karena untuk sementara akan difokuskan kepada pelanggaran Perda 20/2003 tentang penertiban dan pemindakan penyakit masyarakat (pekat).

Pelaksanaan razia warkel selama bulan Ramadhan, menurut Syafnir, sudah berjalan 10 hari dengan total tangkapan yang didapat sebanyak 15 warkel. ”Bagi mereka yang tertangkap menjual makanan di siang hari, sambal-sambalnya kita kembalikan pada hari itu setelah diamankan di kantor Satpol PP. Tapi peralatan lainnya seperti kuali, tempat sambal dan termos nasi akan dikembalikan setelah melalui proses sidang,” katanya.

Selain merazia warkel, tambah mantan sekretaris KPU Bukittinggi itu, tim warkel yang beranggotakan polisi, TNI, kejaksaan dan SKPD terkait, juga melakukan razia panti pijat, tempat permainan biliar dan penjualan petasan.

Alhamdulillah, kendati sempat mendapat tekanan dari oknum anggota DPRD Bukittinggi dalam razia warkel beberapa hari lalu, ternyata kita mendapat dukungan dari wali kota agar razia tetap dilanjutkan,” tegasnya. (edi)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA