Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 11:10:40 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Agam

UKG Online Dinilai tak Efektif

Kasra Scorfi: Hanya Melahirkan Proyek Birokrat

Padang Ekspres • Berita Pendidikan • Senin, 30/07/2012 12:35 WIB • YUHARNEL • 2655 klik

Agam, Padek—Sebanyak 3128 orang guru di Kabupaten Agam mengikuti Uji Kom­pe­tensi Guru (UKG), Senin ini (30/7). Ujian dilaksanakan untuk pe­metaan guru ber­sertifikasi di Kabupaten Agam  secara se­rentak diseluruh Indonesia de­ngan menggunakan sistem uji online.

 

Ketua Pelaksana UKG Ka­bu­paten Agam Eriswan ke­pa­da Padang Ekspres, Ming­gu (29/7) mengatakan, ujian di­lak­­­­s­anakan pada 16 lokasi. “Se­be­lumnya, kami telah ber­i­kan so­sialisasi kepada peserta yang me­ngikuti UKG agar dalam pe­l­aksanaan ujian bisa berja­lan dengan baik,” katanya.

 

Kasra Scorfi, guru IPS di SMP 1 Palembayan, menye­but­­kan, uji kompetensi guru me­nurut Mendikbud M Nuh ti­d­ak tepat dikatakan ujian ka­rena setiap ujian ada yang lulus atau tidak lulus, tetapi uji kom­petensi ini, berapapun nilai yang diperoleh guru tidak ada istilah lulus atau tidak, dan tidak akan diberikan tanda lulus atau tidak.

 

”Ujian ini hanya semacam monitoring terhadap guru agar diperoleh peta kemam­puan guru, oleh karena itu guru diharapkan jangan cemas me­ngikutinya. Ujian ini tidak ada pengaruhnya terhadap pe­ngu­curan uang sertifikasi,” ka­ta Kasra mengutip per­nyataan Mendikbud.

 

Lebih lanjut Kasra me­nga­takan, memonitor kiner­ja gu­ru de­ngan cara online mela­lui in­ter­net tidak efektif, karena de­ngan soal-soal yang akan di­berikan pa­ling-paling hanya akan dipe­roleh gambaran ke­mam­­puan kognitif (penge­ta­huan teori) para guru. Pada­hal yang amat pen­ting bagi guru ada­­lah ke­mam­puan dan kese­riu­san dalam bertugas di lapa­ngan.

 

Oleh karena itu ujian kom­petensi paling valid dan akurat ada­lah ujian langsung ke da­lam kelas, seperti yang dila­ku­kan pada zaman saisuak. Di mana sang penguji menanyai mu­rid dalam kelas tentang ma­teri pelajaran yang diajar­kan guru. Misalnya, hai Upik 2X2 berapa? Ka­lau si Upik tidak bisa menja­wab, maka gurunya diindi­kasikan kurang berkom­pe­ten, maka diberikan pem­bi­naan kepadanya dengan briefing.

 

“Cara begini bisa dilakukan di lapangan dengan meman­faat­kan dan menambah jum­lah pengawas. Sekarang pe­nga­­was kurang termanfaat. Iro­nisnya, mereka direkrut dari guru bermasalah, kerja­nya hanya mendatangi seko­lah, cerita-cerita dan keta­wa-ke­­tiwi dengan kepala sekolah, mau pulang dititip amplop. Itu saja,” kata Kasra.

 

“Guru pun hanya dibebani de­ngan seabrek perangkat teori yang tidak dilaksanakan. Ja­di, sekali lagi saya katakan ujian kompetensi jarak jauh ti­dak bakalan efektif. Itu hanya me­lahirkan proyek untuk m­e­n­ambah pendapatan biro­krat yang mengurus guru dan mem­­buat guru, cemas, repot, pe­rai mengajar, sekolah dili­burkan, menimbulkan bia­ya untuk pergi ujian, gregetan, stres, bisa-bisa menghadapi ujian itu guru bakalan di USG dan masuk UGD,” lanjutnya.

 

Makanya dia berpendapat, yang penting bagi guru bukan ujian ini, ujian itu. Cukuplah sis­wa yang diuji, guru telah je­nuh diuji. ”Lulus ujian perg­u­ruan tinggi, ujian men­dapa­tkan akta, ujian ma­suk PNS, ujian untuk memperoleh jatah untuk ikut ujian sertitifikasi, lalu di tatar 10 hari, diuji lagi, kalau tidak lulus ujian susulan, kini uji kompetensi lagi, kapan ngajarnya,” bebernya.

 

Bagi guru yang terpenting adalah suasana bertugas yang free and fresh. Jangan lagi di­ancam-ancam dengan atu­ran ini, itu. Mau mend­a­patkan tun­jangan sertifi­kasi saja repot­nya setengah mati, padahal polisi dan tentara dapat tunjangan remunirasi aman-aman saja.

 

”Sudah menjadi tradisi bagi borokrat mengharu biru guru, kalau demikian terus me­nerus mana mungkin pen­didikan bisa maju,” tegas Kasra. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!