Date Selasa, 29 July 2014 | 07:33 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Kasus PAW Mursidi Masuk Tahap Penyidika

Sabtu, 28-07-2012 | 13:41 WIB | 440 klik

Pasbar, Padek—Kasus Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Mursidi dari Partai Peduli Rakyat Nasional, berlanjut. Bahkan, Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat (Pasbar), Iptu Burrahim Boer menyebutkan, pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Simpangampek.

”Ya, benar kasus ini telah keluar SPDP-nya. Yang jelas, kasus ini terus kita proses secara bertahap. Bahkan, surat pemanggilan terhadap 27 anggota DPRD telah kita kirim ke Polda Sumbar dan diteruskan ke gubernur,” kata Burrahim kepada Padang Ekspres di Simpangampek, Kamis (26/7).

Dikatakan, saat ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap sekitar sembilan orang saksi. Dalam menangani kasus PAW ini, pihaknya membutuhkan banyak keterangan dari berbagai pihak dan dilakukan bertahap. Dalam upaya pengungkapan kasus itu, pihaknya bekerja secara bertahap dan perlu mendalami melalui sejumlah saksi.

Diperkirakan, ke-35 anggota DPRD akan dipanggil diminta keterangannya. Tidak ada intervensi dalam pengungkapan berbagai macam kasus yang ditangani ini. Jika terbukti, maka akan diproses lebih jauh. ”Siapa-siapa orangnya untuk sementara belum bisa kita sebutkan, karena mereka statusnya masih sebagai saksi,” tegasnya.

Penanganan kasus itu, imbuhnya, tindak lanjut laporan bernomor LP/198/IV/2012/SPKT Res Pasaman Barat 4 April 2012, dengan terlapor berinisial ”DK”, yang dilaporkan Mursidi. Sebelumnya, telah dilayangkan surat kepada ketua DPRD dengan nomor R/222/IV/2012/RES tanggal 11 April 2012. Surat panggilan tersebut merujuk pada panggilan berdasarkan UU nomor 02 Tahun 2002, tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Laporan polisi No.Pol: LP/198/IV/2012/SPKT-RES Pasaman Barat, tanggal 4 April 2012, tentang perkara dugaan tindak pidana menghasut orang lain supaya tidak menuruti ketentuan undang-undang. ”Perbuatan dilakukan dengan cara melakukan pemberhentian dalam rangka PAW terhadap saudara Mursidi selaku anggota DPRD Pasaman Barat,” jelasnya.

Kejadian itu berlangsung Senin 20 Februari 2012 lalu sekitar pukul 13.00 WIB, di gedung DPRD Pasbar, Jorong Padangtujuah, Kenagarian Aurkuniang, Kecamatan Pasaman. Sebelumnya, dalam proses PAW dari PPRN dari Mursidi kepada Pasrial St Mudo dilakukan pada 20 Februari 2012. Mursidi selaku pelapor dan korban dirugikan sehingga dirinya melapor ke polisi. (roy)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA