Date Rabu, 23 July 2014 | 04:43 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Mercon dan Pistol Mainan Ditertibkan

Selasa, 24-07-2012 | 12:18 WIB | 252 klik

Padang, Padek—Pedagang pistol mainan dan pedagang petasan diingatkan agar tidak menjual barang dagangan yang membahayakan keselamatan banyak orang. Jika membandel, Tim Gabungan Pengamanan Ramadhan Provinsi Sumbar bakal menyita barang dagangan berbahaya tersebut.

“Tindakan tegas itu diambil untuk mencegah korban akibat pistol mainan dan mercon,” kata Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Sumbar Edi Aradial kepada wartawan, kemarin (23/7).

“Kami harapkan tokoh masyarakat turut mengimbau pedagang dan orangtua agar tidak membeli mercon dan pistol mainan. Bukan kami melarang pedagang berjualan, tapi juallah pistol mainan yang tidak membahayakan orang. Jika kami menemukan benda itu dijual pedagang di pasar, kami akan langsung menyitanya. Kami sengaja informasikan ini lebih awal, agar pedagang tak dirugikan nantinya,” ujarnya.

Catatan Padang Ekspres sejak tiga tahun terakhir, maraknya penjualan pistol mainan setiap Lebaran menyebabkan banyak mata anak-anak cedera dan nyaris mengalami kebutaan karena tertembak piston mainan. “Kami bukannya arogan dalam hal ini, tapi langkah ini perlu diambil untuk mencegah anak-anak kita jadi korban,” ujarnya.

Edi berharap Satpol PP kabupaten/kota turut menekan peredaran pistol mainan dan mercon di daerahnya. “Gencarkan razia dan sita pistol mainan yang membahayakan. Para orangtua juga kita imbau agar melarang anak-anaknya membeli pistol mainan dan petasan yang membahayakan,” ujarnya.

Bersama aparat kepolisian, Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan, Satpol PP Sumbar segera melakukan penertiban.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sudah mengeluarkan surat edaran (SE) pada 3 Juli 2012 terkait pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum selama Ramadhan 1433 H. Dalam SE Nomor 332 tersebut, menegaskan bahwa penjualan dan peredaran mercon dan kembang api tidak dibolehkan. Meriam bambu juga dilarang karena mengganggu ketenangan dan masyarakat dalam menjalankan ibadah. (ayu)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA