Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 16:34:12 WIB
NASIONAL

SBY Teken Perpres BPIH

Padang Ekspres • Sabtu, 21/07/2012 12:42 WIB • * • 1793 klik

Jakarta, Padek—Pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2012 bisa segera dila­kukan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menan­data­ngani peraturan presiden (Perpres) Nomor 67 Tahun 2012 tentang BPIH Tahun 1433 Hijriyah/ 2012.

 

Perpres tersebut merupakan pengganti Perpres Nomor 51 Tahun 2011. Biaya haji yang ditetapkan da­lam perpres tersebut sesuai de­ngan yang diputuskan saat pem­ba­ha­san antara pemerintah melalui men­teri agama (Menag) dengan DPR.

 

Untuk tahun ini, ongkos naik haji terendah adalah embarkasi Aceh, yakni sebesar USD 3.328 dollar. Sementara biaya tertinggi adalah Makassar, yakni USD 3.882. Sedang­kan untuk sepuluh embarkasi lain, besaran biaya hajinya adalah Medan sebesar USD 3.388, Batam (USD 3.468), Padang (USD 3.404), Pa­lembang (USD 3.456), dan Jakarta (USD 3.638).

 

Kemudian embarkasi Solo sebe­sar (USD 3.617), Surabaya (USD 3.738), Banjarmasin (USD 3.808), Balikpapan (USD 3.819), dan Lom­bok (USD 3.857). Biaya terse­but meliputi biaya penerbangan haji, pemondokan di Mekkah dan Ma­dinah, serta living cost selama me­nunaikan ibadah haji.

 

”Pembayaran BPIH Tahun 1433H/2012M dilakukan dengan mata uang dolar Amerika atau mata uang rupiah, sesuai kurs jual tran­saksi Bank Indonesia yang berlaku sama pada hari dan tang­gal pem­bayaran,” bunyi Perpres tentang BPIH itu. BI akan menyia­p­kan valuta asing sesuai dengan kebutuhan pembayaran BPIH.

 

”BPIH disetorkan kepada reke­ning Agama melalui Bank Pe­nerima Setoran (BPS) BPIH,” bunyi Pasal 5 Perpres tersebut.

 

Perpres tersebut nantinya akan menjadi dasar penerbitan Pera­turan Menteri Agama (PMA) ten­tang pelu­nasan BPIH reguler.

Sekjen Kementerian Agama, Bah­rul Hayat sebelumnya menu­turkan, seperti tahun-tahun sebe­lummya, pelunasan BPIH reguler diren­cana­kan berjalan maksimal dalam dua kali masa perpan­ja­ngan. Perpan­ja­ngan itu untuk mengakomodasi po­tensi ada ja­maah yang masih belum mampu menyediakan uang pelunasan.

 

Jika sampai dua kali masa per­panjangan ada jamaah yang belum bisa melakukan pelunasan BPIH reguler, otomatis kursi akan ditarik dulu ke Kemenag pusat. Selanjutnya kursi yang tidak terpenuhi tadi didistribusikan lagi ke daerah seka­ligus dengan tam­bahan kuota haji pemberian ker­jaan Arab Saudi.

 

”Harga riil biaya haji reguler baru bisa diketahui ketika pelak­sa­naan masa pelunasan BPIH. Sebab kita  menetapkan BPIH berda­sarkan mata uang dolar AS,” katanya. (fal/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!