Date Sabtu, 2 August 2014 | 11:29 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pensiunan PDAM Sesalkan Kebijakan Dirut

Kamis, 19-07-2012 | 13:05 WIB | 851 klik

Agus Salim, Padek—Sebanyak 104 pensiunan PDAM Padang menuntut Dirut PDAM, Azhar Latief untuk membatalkan rencana penarikan diri PDAM Padang dari yayasan dana pensiunan bersama PDAM Seluruh Indonesia (Dapenma Pamsi). Akibat keluarnya PDAM Padang dari Dapenma Pamsi, para pensiunan mengaku, tak lagi menerima uang kenaikan berkala pensiun sejak Februari lalu.

104 pensiunan ini juga menyesalkan kebijakan PDAM Padang membuat yayasan baru, dinamakan dana pensiunan PDAM Tirta Nusantara.

“Kami heran, dari 308 PDAM seluruh Indonesia, hanya PDAM Padang yang menarik diri. Ini berdampak ke pensiunan seperti kami-kami ini. Uang kenaikan berkala pensiun yang kami harapkan untuk kebutuhan keluarga, belum juga kami terima. Kami juga mengkhawatirkan, ke depan THR pensiunan jangan-jangan juga tak dibayarkan,” kata Ketua Persatuan Pensiunan PDAM Padang, Edi Marsono didampingi wakil sekretaris, Djoko Santoso saat jumpa pers di Ulakkarang, kemarin.

Edi menjelaskan, karena PDAM Padang menarik diri, maka Dapenma Pamsi tak mau membayarkan uang kenaikan berkala pensiun. “Kami jelas-jelas menolak kebijakan PDAM Padang untuk membuat yayasan baru, dana pensiunan PDAM Tirta Nusantara. Yang namanya yayasan baru, kami jelas khawatir. Kami sendiri juga meminta Dapenma Pamsi untuk menolak permintaan penarikan diri PDAM Padang,” terang Edi.

Edi menjelaskan, dana pensiunan PDAM Tirta Nusantara sendiri telah berdiri sejak Mei 2012. Sekretariatnya berada di Jakarta. “Ini yang anehnya, sekretariatnya di Jakarta pula. Kami juga sudah menyampaikan aspirasi ke DPRD. DPRD telah memanggil kami dan perwakilan PDAM sendiri, termasuk Azhar Latif. DPRD saat itu, menyarankan dirut PDAM agar mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut. Dan PDAM Padang sendiri berjanji akan memanggil para pensiunan untuk duduk bersama kembali. Namun nyatanya hingga saat ini, kami tak pernah diundang membicarakan masalah ini,” tuturnya.

Terpisah, Kabag SDM PDAM Padang, Hendra Pebrizal saat ditemui Padang Ekspres mengaku PDAM Padang telah mengajukan permohonan pengunduran diri dari yayasan Dapenma Pamsi terhitung 31 Desember 2011. Ini dikarenakan ada miss manajemen, jika ada kerugian dari yayasan, PDAM Padang juga harus ikut menanggungnya. Seperti diketahui, pendirian Dapenma Pamsi itu dulu digagas PDAM Cirebon.

“Kini, kami mencoba untuk menggagas yayasan baru, namanya dana pensiunan PDAM Tirta Nusantara. Namun, hingga saat ini Kementerian Keuangan RI belum mengesahkan pendirian yayasan dana pensiunan PDAM Tirta Nusantara. Jadi, hingga kini, pembayaran uang pensiun dan kenaikan berkala pensiun, masih tanggungjawab Dapenma Pamsi. Untuk diketahui pula, hingga kini sudah ada tiga PDAM yang ingin bergabung ke yayasan dana pensiunan PDAM Tirta Nusantara,” kata Hendra. Pembentukan yayasan baru ini, jelas Hendra, sudah sesuai aturan UU No 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun. “Surat persetujuan dari wali kota juga sudah ada,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Dewan Pengawas PDAM Padang, Deno Indra meminta direksi PDAM untuk meninjau kembali pembentukan yayasan baru tersebut. “Masih banyak syarat-syarat atau aturan-aturan yang harus dilengkapi untuk pendirian yayasan baru tersebut. Kami meminta direksi untuk melengkapinya. Kasihan pensiunan, ini juga menyangkut keberlangsungan hidup anggota keluarganya,” tukasnya. (san)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA