Date Jumat, 1 August 2014 | 12:45 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Waspadai Longsor dan Banjir

Kamis, 19-07-2012 | 12:42 WIB | 321 klik

Solok, Padek— Tingginya curah hujan disertai angin kencang semenjak sepekan terakhir di sebagian wilayah di Kabupaten Solok perlu diwaspadai masyarakat, terutama terhadap ancaman longsor, banjir, dan pohon tumbang. Kewaspadaan dini obat ampuh mengatasi malapetaka.

Demikian disampaikan Bupati Solok, Syamsu Rahim kepada Padang Ekspres, Rabu (18/7), terkait mulai tingginya curah hujan di sebagian wilayah Kabupaten Solok. Selain curah hujan cukup tinggi, dilaporkan angin kencang turut menyertai perobahan iklim sepanjang sepekan terakhir. Sehingga masyarakat di daerah-daerah rawan bencana harus lebih waspada.

“Jangan tunggu musibah datang, setelah itu baru waspada. Namun kewaspadaan harus diingat setiap saat, seraya memperhatikan berbagai hal disekitar kita yang dapat mengancam keselamatan. Seperti menyingkirkan pohon besar tumbuh di sekitar pekarangan rumah, menghentikan aktivitas yang berpotensi berujung longsor, dan memperbaiki sanitasi tersumbat,” ujarnya.

Apalagi di negeri penghasil markisa ini terdapat sejumlah kawasan rawan bencana, diantaranya beberapa nagari tersebar di Kecamatan IX Koto Sei Lasi, X Koto Diatas, Payung Sekaki, Hiliran Gumanti serta lainnya. Sebagian penduduk di daerah rawan bencana ini justru tidak sedikit membangun dan menempati rumah di tebing, lereng bukit, yang pada sewaktu-waktu lahan tersebut bisa saja ambrol. Seperti halnya musibah longsor di nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung beberapa tahun silam, selain telah menimbulkan kerugian materi juga merenggut korban jiwa.

“Kita tidak ingin hal serupa kembali terulang, makanya masyarakat perlu tetap waspada,” imbaunya. Melalui inas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Kabupaten Solok terus berupaya memberikan pemahaman terhadap warga di daerah rawan bencana, supaya penuh kesadaran segera merelokasi kediamannya ke tempat aman. Setidaknya kesadaran warga akan pentingnya kewaspadaan dini terhadap bencana alam terus membaik. (t)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA