Date Jumat, 25 July 2014 | 20:41 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

PT AWB Klaim Menang Kasasi di MA

Sengketa Lahan Meruncing

Selasa, 17-07-2012 | 11:54 WIB | 375 klik

Dharmasraya, Padek—Sengketa lahan antara kaum Melayu Datuak Basa Gunung Medan dengan PT Andalas Wahana Berjaya (PT AWB) terus meruncing. PT AWB mengkaim sudah mengantongi putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) tanggal 14 Mei 2012 dengan nomor perkara 454 K/Pdt/2011 alias inkracth. Di sisi lain, kaum Melayu menyatakan hingga kini belum menerima salinan putusan MA tersebut dari Pengadilan Negeri Muaro Sijunjung.

“Putusan MA itu belum inkracth, kami belum menerima relisnya dari Pengadilan Negeri Muaro Sijunjung. Tapi, kenapa pengacara PT AWB Armizen Wahid mengaku bisa mengambil putusan MA tersebut. Jika benar, kami akan ajukan Peninjauan Kembali (PK), karena memori PK sudah kami siapkan,” tegas Herman, kaum suku Melayu Datuak Basa Gunung Medan kepada wartawan.

Berdasarkan surat Nomor 07/Pdt.G/2009/PN.MR pada Rabu, 13 Juni 2012, yang ditanda tanganipanitera PN Muaro Helmi, menetapkan bahwa putusan MA nomor 454 K/Pdt/2011 tanggal 20 Mei 2011 antara Gusriadi dan kawan-kawan selaku pemohon kasasi para terbanding atau para penggugat dengan A Aziz Dt Basa dan kawan-kawan sebagai termohon kasasi, mengabulkan kasasi Gusriadi, Hasbi Dt Rajo Penghulu, Tahlib Idrus, Khairul Rasyid DT Sinaro dan kawan-kawan. Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Padang Nomor 83/PDT/20/2010/PT PDG tanggal 11 Agustus 2010 yang memperbaiki putusan PN Muaro Sijunjung nomor 07/Pdt.G/2009/PN.MR tanggal 25 Februari 2010.

“Menyatakan gugatan para penggugat tidak diterima, menghukum termohon kasasi atau tergugat untuk membayar ongkos perkara dalam semua tingkat peradilan yang dalam tingkat kasasi tersebut ditetapkan sebesar Rp 500 ribu.

Dengan putusan kasasi tersebut, pihak penggugat masih dapat mengajukan gugatan kembali atau mempergunakan upaya hukum luar biasa atau peninjauan kembali. Bahwa dalam perkara a quo tidak ada pihak yang dimenangkan atau yang dikalahkan posisi objek perkara seperti semula sebelum adanya gugatan. Jelas sekali, jika PT AWB tidak dinyatakan menang dalam kasus ini dan kami tidak dinyatakan kalah,” tegas Herman

Diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu, puluhan masyarakat Gunungmedan melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Dharmasraya, meminta agar Pemkab Dharmasraya segera menuntaskan persoalan tersebut atas tuduhan PT AWB mencaplok lahan masyarakat.

Di sisi lain, Wali Nagari Gunungmedan Khairul Rasyid DT Sinaro didampingi Humas PT AWB Jhonson Ninik Mamak Dt Mandaro, dan Hasan Basri selaku tokoh masyarakat, kepada wartawan justru menegaskan jika yang demo tersebut bukan masyarakat Gunungmedan.

“Yang berdemo itu bukan masyarakat Gunungmedan, tapi mengatasnamakan masyarakat Gunungmedan karena mereka membeli lahan yang sudah menjadi hak PT AWB kepada anak kamanakan kaum Datuak Basa Gunungmedan tanpa legalitas yang jelas,” tegasnya.

Humas PT AWB Jhonson menegaskan, PT AWB tidak pernah mencaplok lahan warga, tapi sebaliknya. “Wargalah yang mencaplok lahan kami. Karena itu, kami akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum,” tegas Jhonson. (ita)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA