Date Kamis, 31 July 2014 | 16:26 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Kecamatan Lubukkilangan, Terbaik I UN SD

Kamis, 05-07-2012 | 12:24 WIB | 934 klik
Kecamatan Lubukkilangan, Terbaik I UN SD

GRAFIS : EKO

Indarung, Padek—Kecamatan Lubukkilangan (Luki) kembali menduduki peringkat pertama nilai ujian nasional (UN) tertinggi SD negeri dari 11 kecamatan di Padang. Peringkat pertama ini diraih SDN 19 Baringin dengan nilai 26,59 (rata-rata 8,86).

Secara keseluruhan, Luki mengumpulkan nilai rata-rata 7,64. Peringkat kedua dan ketiga ditempati Padang Utara dengan nilai rata-rata 7,44 dan Bungus Teluk Kabung nilai rata-rata 7,27.

Prestasi ini melengkapi penghargaan Adiwiyata yang diraih SD dan SMP di wilayah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Luki. Yakni Adiwiyata Mandiri (SDN 13 Batugadang) dan Adiwiyata Nasional (SDN 20 Indarung dan SMP Semen Padang).

“Kami mengapresiasi UPTD Lubukkilangan yang bekerja keras dan membina kerja sama yang baik dengan kepala sekolah, guru, murid dan orangtua murid. Tahun lalu, peringkat pertama juga diraih Luki, SDN 20 Indarung,” kata Kepala Dinas Pendidikan Padang, Indang Dewata kepada wartawan, kemarin.

Namun untuk skala provinsi, Padang berada pada peringkat ke-8 dari 19 kabupaten/kota untuk nilai UN SD. “Tahun lalu, Padang peringkat tujuh. Kami tak ingin mencari ini kesalahan siapa. Yang pasti, tahun depan peringkat Padang harus lebih baik. Salah satu jalan, peningkatan mutu guru. Melalui pelatihan tutor di setiap gugus UPTD,” tambah Indang.

Kepala UPTD Luki, Asril menjelaskan, total nilai UN SDN 19 Baringin, 26,59. Nilai rata-rata matematika (9,19), bahasa Indonesia 8,86 dan IPA 8,55. “Kunci suksesnya, kami selalu intens melaksanakan pelatihan tutor di setiap gugus. Pesertanya, guru kelas I hingga kelas VI. Di pelatihan itu, kami mendatangkan tutor dari pusat, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) UNP dan Disdik Provinsi,” ulas mantan Kepala UPTD Kuranji ini saat jumpa pers, Rabu (4/7).

Pelatihan guru yang digelar Disdik Padang selama ini, jumlahnya terbatas, hanya 2-3 orang. “Makanya kita gelar pelatihan di setiap gugus, seluruh guru bisa ikut. Untuk biaya tutor, kami mengumpulkan sumbangan dari guru dan kepala sekolah. Kami sadar, APBD terbatas. Kami langsung berinisiatif menggelar pelatihan ini. Intinya, malu kami jika tidak berprestasi,” ulas Sekretaris Umum Forum Komunikasi Guru Olahraga (FKGO) Padang ini.

Kunci sukses lainnya, menurut Asril, selalu melakukan seleksi guru kelas VI. “Ini untuk kompetensi. Guru diminta mengerjakan soal-soal UN. Untuk soal, kami melakukan kerja sama dengan Puskom Disdik Provinsi. Kami menyediakan lembar jawaban komputer (LJK), pensil dan penghapus untuk guru dengan cara swadaya,” ujar mantan wasit nasional tenis meja ini.

Kepala SDN 19 Baringin, Fauzan Misra mengatakan, sebelum naik ke kelas VI, dia selalu mengumpulkan seluruh murid kelas V dan guru kelas VI. “Maksudnya, untuk memberitahu peringkat SDN 19 Baringin tahun ini serta membahas langkah-langkah apa saja yang diperbuat dan disepakati untuk memperbaiki peringkat,” ungkap Fauzan.

Di awal sekolah, kata Fauzan, pihaknya mengumpulkan lagi murid bersama orangtua. Gunanya, untuk persamaan persepsi dan meminta dukungan kepada orangtua untuk mewujudkan target UN sekolah.

Dijelaskan Fauzan, murid kelas VI belajar mulai pukul 06.30 hingga 16.00. “Jam ini sudah kesepakatan, tak dipersoalkan wali murid. Wali murid dalam hal ini mengantar nasi ke sekolah untuk anaknya. Program ini sudah berjalan sejak 2010. Saat itu, SDN 19 Baringin berada di peringkat II kecamatan,” kata kepala sekolah yang meraih juara II lomba kepala sekolah berprestasi Kota Padang 2012 ini. (w)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA