Date Kamis, 31 July 2014 | 12:22 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

7.409 Kasus Menonjol belum Tuntas

Jumat, 29-06-2012 | 12:25 WIB | 170 klik

Padang, Padek—Kasus yang masuk ke Polda Sumbar dan jajaran Polres sejak 2010 hingga Mei 2012 berjumlah 36.788 kasus. Rinciannya, 9.976 kasus pada tahun 2010, 10.248 kasus pada 2011, dan 5.025 kasus dari Januari sampai Mei 2012.

Dari jumlah tersebut terdapat sebanyak 25.249 kasus yang menonjol, seperti kasus pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, pengrusakan, narkoba dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Pjs Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Mainar Sugianto mengatakan dari jumlah kasus menonjol itu terdapat sebanyak 17.840 kasus yang telah selesai diungkap. Sisanya sebanyak 7.409 kasus, masih dalam proses penyelidikan. “Kini seluruh penyidik, masih berusaha mengungkap kasus-kasus tersebut,” kata Mainar saat ditemui Padang Ekspres di ruang kerjanya, kemarin (28/6).

Dari jumlah kasus yang telah dicatat Polda Sumbar sejak 2,5 tahun terakhir ini, paling banyak terdapat di Polresta Padang 9.025 kasus. Kemudian di susul oleh Polresta Payakumbuh 2.207 kasus dan Polres Pessel sebanyak 1.502 kasus. “Yang paling sedikit, yaitu Polres Mentawai sebanyak 65 kasus. Dari jumlah kasus yang masuk ke Polres Mentawai itu, sebanyak 45 kasus hingga kini masih dalam penyelidikan. Sedangkan sisanya, sudah selesai diungkap,” ujar mantan Kabid Propam Polda Sumbar itu.

Dia juga mengatakan, jumlah kasus yang tercatat tahun ini hampir 50 persen merupakan kasus tahun lalu. Untuk itu, dia menghimbau seluruh Polres-polres yang ada di wilayah hukum Polda Sumbar, bisa menekan jumlah kasus dan menyelesaikan tunggakan kasus.

“Kami berharap seluruh Binmas yang ada di Polres-polres, bisa meningkatkan perannya untuk memberikan pengarahan dan penyuluhan kepada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan tindakan kejatahan dan lain sebagainya.

Kemudian untuk menyelesaikan tunggakan kasus, seluruh penyidik juga diharapkan bisa memecahkan persoalan yang menghambat proses kasus tersebut,” tuturnya. (rdi)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA