Date Minggu, 27 July 2014 | 02:14 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Politik

6 Cawako Baca Sendiri, F-WAN Gantian

Penyampaian Visi-Misi tanpa Dialog

Selasa, 26-06-2012 | 13:20 WIB | 498 klik
Penyampaian Visi-Misi tanpa Dialog

Tujuh pasang calon wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh

Payakumbuh, Padek—Penyampaian visi-misi 7 pasang calon wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh, dalam rapat paripurna istimewa DPRD, Senin (25/6) siang, berlangsung tanpa dialog. Walau visi-misi yang disampaikan ketujuh pasang calon akan dicatat dalam dokumen daerah dan menjadi rel bagi jalannya pemerintahan 5 tahun ke depan, namun animo masyarakat untuk menyaksikan acara tersebut masih rendah.

Buktinya, puluhan kursi yang disediakan untuk masyarakat di lantai satu gedung DPRD, terlihat kosong melompong sejak awal sampai akhir acara. Lantai satu dan lantai dua gedung DPRD, nampak lebih didominasi oleh para tim sukses dan relawan calon. Ini menandakan, sosialiasi Pilwako Payakumbuh, masih perlu untuk digenjot oleh KPUD sebagai penyelenggara.

Tidak hanya animo masyarakat yang rendah dalam menyaksikan penyampaian visi-misi calon pemimpin Payakumbuh. Kesadaran anggota DPRD untuk mendengar konsep para calon juga patut dipertanyakan. Sebab, sampai acara penyampaian visi-misi berakhir, hanya 20 dari 25 anggota dan pimpinan DPRD yang hadir. Sedangkan 5 orang tidak terlihat batang hidungnya.

Rapat penyampaian visi-misi calon wali kota dan calon wakil wali kota di gedung DPRD sendiri, memakan waktu selama hampir 3,5 jam. Masing-masing pasangan calon, mendapat jatah menyampaikan visi-misi secara bergantian, selama 15 menit.

Walau tampil ke depan publik dengan pasangan masing-masing, namun 6 calon wali kota, yakni Desra, Mulyadi Afmar, Almaisyar, Syamsul Bahri, Zainul Jusri dan Nusyirwan Nazar, nampak melahap sendiri visi-misi mereka. Sedangkan 1 calon wali kota, yakni Riza Falepi, memilih membaca visi-misi bergantian dengan wakilnya Suwandel Mukhtar.

Pasangan No 1, 2, 3.

Penyampaian visi-misi calon wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh, diawali oleh pasangan nomor urut satu, Haji Desra-Fitma Indrayani. Pasangan ini, memiliki visi, ”Terwujudnya Payakumbuh Menjadi Kota Jasa yang Dinamis, Emansipatif, Sejahtera, Ramah dan Adil, Dengan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Melayani, Berbasis Imtaq dan Iptek, Dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

”Visi ini kami buat pengamatan selama bertahun-tahun. Artinya, kami menyampaikan visi-misi ini tidak secara dadakan. Tidak secara instan. Karena, tidak mungkin seseorang bisa memimpin Payakumbuh, kalau datang hanya dadakan,” kata Desra. Komentar Desra ini disambut tepuk tangan pertama kali oleh wali kota Josrizal Zain, disusul ratusan hadirin.

”Benar yang disampaikan Desra, visi-misi itu tidak mungkin dadakanlah. Memimpin Payakumbuh juga tidak bisa instan,” kata Josrizal Zain didampingi Sekdako Irwnadi Dt Batujuah kepada sejumlah wartawan, selepas acara penyampaian visi-misi di gedung DPRD.

Selepas Desra tampil, giliran pasangan Mulyadi Afmar-Edward DF yang tampil. Pasangan ini, memiliki visi "Mewujudkan Kota Payakumbuh yang Agamais, Maju, Berwawasan Ipteks (Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni) dan Nyaman". Visi itu diserahkan Mulyadi-Afmar kepada pimpinan DPRD dan hadirin, dalam bentuk tabloid 4 halaman.

Sementara, pasangan nomor urut tiga, Almaisyar-Dedrizal memiliki visi, "Terwujudnya Masyarakat Payakumbuh Sejahtera yang Memiliki Daya Saing, Agamais, Beradat, Dan Berbudaya Dengan Pemerintahan Yang Profesional. Namun, visi ini tidak bisa disampaikan Almaisyar dengan tuntas, karena keterbatasan waktu.

”Waktu sudah habis,” kata ketua DPRD Wilman Singkuan memotong pidato Almaisyar. Mendengar hal itu, Almaisyar hanya dapat menyampaikan, bahwa visi-misi yang disampaikannya dengan didampingi Dedrizal, semata-mata didasari semangat berniat baik, berfikir yang baik, berbuat yang terbaik, untuk Payakumbuh yang lebih baik.

Pasangan 4,5,6,7.

Usai Almaisyar-Dedrizal tampil, giliran pasangan nomor urut empat Syamsul Bahri-Weri Yunaldi, yang menyampaikan visi-misi. Visi Syamsul dan Weri, tidak jauh berbeda dengan visi Syamsul dalam mendampingi Josrizal Zain dari tahun 2007 sampai 2012. Kesamaan visi ini menurut Syamsul, karena ia memang bertekad melanjutkan cita-cita Josrizal.

”Kalau dengan Pak Josrizal, kami punya visi, Terwujudnya Payakumbuh Sebagai Kota Sehat dan Mandiri yang didukung Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Beriman dan Bertaqwa. Maka kini, kami mengusung visi, Terwujudnya Payakumbuh Sebagai Kota Mandiri, Sehat dan Sejahtera yang Menyatu dalam Iman dan Taqwa,” kata Syamsul.

Selama menyampaikan visi-misi, Syamsul Bahri yang mengusung tagline "Terbukti Mencintai Rakyat" dan "Lanjutkan, Payakumbuh Membangun", menyajikan sejumlah pembangunan yang sudah dilakukannya untuk warga Kota Payakumbuh bersama Josrizal Zain. Mulai dari program kota sehat, revitalisasi pasar, pengembalian Unand ke Payakumbuh, pembangunan RPH Modern dan RTH Regional, serta sejumlah program lain.

Josrizal Zain nampak manggut-manggut dan tersenyum puas, saat Syamsul menyampaikan visi-misi. Setelah itu, baru giliran pasangan nomor urut lima, Riza Falepi-Suwandel Mukhtar yang tampil. Mereka memiliki visi, ‘Terwujudnya Payakumbuh menjadi Kota yang Maju, Sejahtera, Religius, Pro-Rakyat, Bebasis Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan yang Berlandaskan Adat Basyandi Syarak, Syarak Basyandi Kitabullah.

Sementara, pasangan calon nomor urut enam, Zainul Jusri-Supardi, memiliki visi, ”Terwujudnya Payakumbuh Kota Mandiri dan Sejahtera, Bermartabat, Berbasis pada Sumber Daya Manusia yang Beriman dan Bertaqwa. ”Visi-misi ini, akan kami jalankan dengan motto, jujur, amanah, adil dan istiqamah,” kata Zainul Jusri yang merupakan putra KH Zainudin Hamidi, ulama-pejuang di Payakumbuh.Adapun pasangan calon nomor urut tujuh, yakni pasangan Nusyirwan Nazar-Chandra Setipon, memiliki visi, ”Terwujudnya Payakumbuh Sebagai Pusat Pendidikan, Pemerintahan, Perdagangan dan Industri, Berbasis UMKM serta Kota Pariwisata Dengan Sumber Daya Manusia yang Cerdas, Mandiri, Berakhlak dan Berbudaya”.

Dalam menyampaikan visi-misi, Nusyirwan Nazar Sago yang memiliki moto tepat waktu, tepat ukuran dan tepat aturan, dengan prinsip dimanapun berada akan memberi manfaat pada orang sekitarnya, nampak cukup bersemangat. Ia juga berkali-kali mengunakan dialek Payakumbuh, namun dengan gaya ”Palembang-nya” yang lugas dan tegas. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA