Date Selasa, 29 July 2014 | 23:48 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Ekonomi Bisnis

Dijual Rp14 Ribu Sekilo, Daya Beli Menurun

Harga Gula Melonjak

Rabu, 20-06-2012 | 13:14 WIB | 534 klik

Padang, Padek—Masyarakat mengeluhkan harga gula pasir yang naik drastis dalam sepekan terakhir. Kenaikan mencapai Rp 3 ribu per kilogram. Pantauan Padang Ekspres di Pasar Raya Padang, gula pasir yang sebelum dijual seharga Rp11 ribu per kilogram, melonjak menjadi Rp 14 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut menurut sejumlah pedagang, sudah terjadi sejak mereka mengambil barang dari distributor.

Pedagang sembako di Pasar Raya Padang Oyon mengaku, sebelumnya, mereka membeli gula dari distributor per karung berat 50 kilogram, Rp 440 ribu. Namun, dalam sepekan terakhir naik jadi Rp 615 ribu. “Itu belum termasuk upah angkut dari distributor ke toko kami,” kata Oyong kepada Padang Ekspres, kemarin.

Dengan harga beli sebesar itu, dia pun terpaksa menaikkan harga jual ke masyarakat sebelum Rp11 ribu per kilogram jadi Rp14 ribu per kilogram.

Hal senada diungkapkan Hen, pedagang sembako lainnya di Pasar Raya Padang. Kenaikan harga tersebut, kata Hen, merugikan pedagang karena daya beli masyarakat menjadi menurun. “Kalau biasanya kami bisa menjual gula pasir 2 sampai 3 karung dalam sehari, tapi kini 1 karung saja tidak habis terjual,” kata Hen yang mengaku mengambil gula di salah satu distributor di kawasan Jalan Bandar Olo Padang.

Menurunnya daya beli masyarakat membuat sebagian pedagang memilih tidak menjual gula pasir. “Coba saja tanya toko sebelah itu. Dia tidak lagi mengambil gula ke distributor,” tukas Hen, sambil menunjuk ke toko di sebelahnya.

Salah satu pembeli, Wati mengakui, agar tidak menguras uang untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, Wati memilih mengurangi konsumsi gula pasir. “Biasanya saya membeli gula pasir 2 kilogram tiap minggu, kini hanya 1 kilogram saja,” kata Wati.

Sementara, bahan pokok lainnya, relatif stabil. Misalnya, minyak goreng masih tetap dijual Rp 10.000 /kg, dan tepung Rp 6.000/kg. Begitu pula dengan kacang padi Rp 12.000/kg dan kacang tanah Rp 16.000/kg.

KumpulkanDistributor

Mengantisipasi lonjakan harga sembako jelang Ramadhan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Sumbar bakal mengumpulkan distributor kebutuhan bahan pokok. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok di tingkat distributor.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan panggil distributor barang kebutuhan pokok. Ini memang agenda tiap tahun yang kami lakukan jelang Ramadhan. Pertemuan ini kami lakukan agar lonjakan harga barang kebutuhan sehari- hari tidak membuat masyarakat panik,” kata Kepala Bidang Perdagangan dalam Negeri Koperindag Sumbar, Triyani Susilawati.

Ia menyebutkan jika pemerintah tidak antisipasi sejak dini, dikhawatirkan gejolak kenaikan harga tidak terbendung dan menyengsarakan masyarakat. Pemanggilan distributor ini untuk mengetahui kondisi stok yang ada, sehingga pemerintah dapat membuat langkah strategis demi pengamanan stok kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

“Koperindag selalu melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok di pasar-pasar satelit. Jika ada lonjakan harga tinggi, barulah Koperindag mengajukan operasi pasar,” tukasnya. (mg20/ayu)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA