Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 17:48:17 WIB
NASIONAL

Perang Geng, 1 Tewas, 10 Terkapar

Bentrok Sengketa Lahan di Batam

Padang Ekspres • Selasa, 19/06/2012 10:57 WIB • * • 1860 klik

Salah seorang korban terkapar.

Batam, Padek—Massa dari dua kubu terlibat bentrok di area Hotel Planet Holiday, Jodoh, Senin (18/6) sekitar pukul 15.00. Sebanyak 11 orang terkapar akibat sabetan parang dan pedang, satu di antaranya tewas. Kaca-kaca Hotel Planet Holiday juga hancur berantakan.

 

Mereka yang luka parah langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Empat ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), empat ke Harapan Bunda (RSHB) dan tiga orang kritis dilarikan ke Rumah Sakit Elizabeth, Baloi.

 

Bentrokan berdarah ini di­picu perebutan lahan PT Hyundai Metal Indonesia (PT HMI) di Batuampar oleh kubu Tony Fernando (Manager Ope­rasional dan Pemasaran PT HMI) dengan kubu PT Lord Way Accommodation Engi­nee­ring (PT LWAE) yang didu­kung Basri.

 

Pada  14 Juni lalu, sengketa lahan seluas 4.300 meter per­se­gi antara PT LWAE dengan PT HMI diputus di Pengadilan Ne­ge­ri (PN) Kota Batam. Da­lam pu­tusannya, PN Batam me­m­e­nangkan sebagian guga­tan PT LAE. Namun pihak PT HMI lang­sung menyatakan ban­­ding atas putusan tersebut, me­ngi­ngat banyak fakta per­sida­ngan yang diabaikan pe­ngadilan.

 

Merasa memenangkan gu­ga­tan, kelompok PT LAE yang di­komandoi Basri lang­sun­g me­ngamankan dan menjaga la­han yang diseng­ketakan ter­se­but setiap hari. Namun, hal tersebut membuat kubu Toni yang mendukung PT HMI tak terima. Alasannya, belum ada putusan final tentang banding yang diajukan PT HMI atas putusan PN Batam itu.

 

Senin (18/6), sekitar pukul 14.00, puluhan orang dari kelompok Basri menjaga lahan yang disengketakan. Menda­dak puluhan orang dari kubu Toni berniat membubarkan ke­lompok Basri yang lagi men­jaga lahan yang disengketakan. Bentrok pun terjadi di lahan sengketa itu.

 

Karena kalah jumlah mas­sa, kubu Toni memilih mundur dan melarikan diri ke Jodoh, te­pat di samping Hotel Planet Ho­liday. Di kawasan Hotel Pla­net Holiday, sebanyak 50 orang dari kubu Toni men­dadak merangsek masuk ke dalam area hotel. Mereka membawa pen­tungan dan parang, lang­sung mendekati dan ma­suk hotel dan terlebih dahulu me­ngan­cam pihak sekuriti hotel.

 

Saat itulah, puluhan massa pim­pinan Toni langsung me­ru­sak sejumlah kaca depan dan pintu masuk hotel. Tak itu saja, massa pimpinan Toni juga me­rang­sek ke samping ho­tel dan me­rusak kaca sam­ping, kaca kantor perbankan di ka­­wasan hotel, serta mobil pe­ngun­jung hotel yang ter­parkir di depan maupun samping hotel.

 

Mendengar massa Toni me­nye­rang Hotel Planet Holiday, puluhan massa pimpinan Bas­ri langsung marah dan berba­lik me­nuju Hotel Planet Holiday un­tuk menghentikan pengru­sa­kan yang dilakukan kubu Toni.

 

“Memang betul, Basri ber­niat menghentikan aksi brutal massa Toni, karena Basri me­ru­­pakan orang kepercayaan pe­milik Hotel Planet Holiday untuk mengamankan kondisi Hotel Planet Holiday,” ujar Kapolda Kepri, Brigejen Yotje Mende di tempat kejadian peristiwa (TKP).

 

Kelompok massa Toni me­nye­rang Hotel Planet Holiday karena PT Letwei Engineering yang memenangkan gugatan tersebut, pemiliknya adalah pemilik Hotel Planet Holiday.

 

Sampai di area Hotel Pla­net Holiday, massa pim­pinan Basri yang melihat pengru­sa­kan dila­kukan massa Toni lang­sung meluapkan emosi­nya. Massa pim­pinan Basri lang­sung m­e­nyerbu massa pim­pinan Toni. Perang pa­rang, lompatan busur panah yang melayang di udara, serta terjangan tombak pun tak terhindarkan .

 

Mengetahui kebrutalan dua kubu massa, polisi yang sebe­lum­nya sudah berjaga-jaga di lokasi pun tak berdaya dan hanya melihat bentrok berdarah. Personel polisi yang turun di TKP hanya sedikit dan tak mem­bawa persenjataan lengkap.

 

Selang beberapa menit, ratusan personel polisi dari Brimob, dan Polda Kepri  tiba di lokasi. Massa yang bentrok pun dipukul mundur dan di­tang­kap. Sebelas orang terke­na sabetan parang dan tikaman tombak tergeletak. (gas/rpg)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!