Date Jumat, 25 July 2014 | 10:36 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Bentrok Sengketa Lahan di Batam

Perang Geng, 1 Tewas, 10 Terkapar

Selasa, 19-06-2012 | 10:57 WIB | 1460 klik
Perang Geng, 1 Tewas, 10 Terkapar

Salah seorang korban terkapar.

Batam, Padek—Massa dari dua kubu terlibat bentrok di area Hotel Planet Holiday, Jodoh, Senin (18/6) sekitar pukul 15.00. Sebanyak 11 orang terkapar akibat sabetan parang dan pedang, satu di antaranya tewas. Kaca-kaca Hotel Planet Holiday juga hancur berantakan.

Mereka yang luka parah langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Empat ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), empat ke Harapan Bunda (RSHB) dan tiga orang kritis dilarikan ke Rumah Sakit Elizabeth, Baloi.

Bentrokan berdarah ini dipicu perebutan lahan PT Hyundai Metal Indonesia (PT HMI) di Batuampar oleh kubu Tony Fernando (Manager Operasional dan Pemasaran PT HMI) dengan kubu PT Lord Way Accommodation Engineering (PT LWAE) yang didukung Basri.

Pada 14 Juni lalu, sengketa lahan seluas 4.300 meter persegi antara PT LWAE dengan PT HMI diputus di Pengadilan Negeri (PN) Kota Batam. Dalam putusannya, PN Batam memenangkan sebagian gugatan PT LAE. Namun pihak PT HMI langsung menyatakan banding atas putusan tersebut, mengingat banyak fakta persidangan yang diabaikan pengadilan.

Merasa memenangkan gugatan, kelompok PT LAE yang dikomandoi Basri langsung mengamankan dan menjaga lahan yang disengketakan tersebut setiap hari. Namun, hal tersebut membuat kubu Toni yang mendukung PT HMI tak terima. Alasannya, belum ada putusan final tentang banding yang diajukan PT HMI atas putusan PN Batam itu.

Senin (18/6), sekitar pukul 14.00, puluhan orang dari kelompok Basri menjaga lahan yang disengketakan. Mendadak puluhan orang dari kubu Toni berniat membubarkan kelompok Basri yang lagi menjaga lahan yang disengketakan. Bentrok pun terjadi di lahan sengketa itu.

Karena kalah jumlah massa, kubu Toni memilih mundur dan melarikan diri ke Jodoh, tepat di samping Hotel Planet Holiday. Di kawasan Hotel Planet Holiday, sebanyak 50 orang dari kubu Toni mendadak merangsek masuk ke dalam area hotel. Mereka membawa pentungan dan parang, langsung mendekati dan masuk hotel dan terlebih dahulu mengancam pihak sekuriti hotel.

Saat itulah, puluhan massa pimpinan Toni langsung merusak sejumlah kaca depan dan pintu masuk hotel. Tak itu saja, massa pimpinan Toni juga merangsek ke samping hotel dan merusak kaca samping, kaca kantor perbankan di kawasan hotel, serta mobil pengunjung hotel yang terparkir di depan maupun samping hotel.

Mendengar massa Toni menyerang Hotel Planet Holiday, puluhan massa pimpinan Basri langsung marah dan berbalik menuju Hotel Planet Holiday untuk menghentikan pengrusakan yang dilakukan kubu Toni.

“Memang betul, Basri berniat menghentikan aksi brutal massa Toni, karena Basri merupakan orang kepercayaan pemilik Hotel Planet Holiday untuk mengamankan kondisi Hotel Planet Holiday,” ujar Kapolda Kepri, Brigejen Yotje Mende di tempat kejadian peristiwa (TKP).

Kelompok massa Toni menyerang Hotel Planet Holiday karena PT Letwei Engineering yang memenangkan gugatan tersebut, pemiliknya adalah pemilik Hotel Planet Holiday.

Sampai di area Hotel Planet Holiday, massa pimpinan Basri yang melihat pengrusakan dilakukan massa Toni langsung meluapkan emosinya. Massa pimpinan Basri langsung menyerbu massa pimpinan Toni. Perang parang, lompatan busur panah yang melayang di udara, serta terjangan tombak pun tak terhindarkan .

Mengetahui kebrutalan dua kubu massa, polisi yang sebelumnya sudah berjaga-jaga di lokasi pun tak berdaya dan hanya melihat bentrok berdarah. Personel polisi yang turun di TKP hanya sedikit dan tak membawa persenjataan lengkap.

Selang beberapa menit, ratusan personel polisi dari Brimob, dan Polda Kepri tiba di lokasi. Massa yang bentrok pun dipukul mundur dan ditangkap. Sebelas orang terkena sabetan parang dan tikaman tombak tergeletak. (gas/rpg)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA