Date Sabtu, 2 August 2014 | 15:35 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pendidikan

Deswita Dinilai Tim Provinsi

Guru Berprestasi Diwarnai Issu

Rabu, 13-06-2012 | 13:31 WIB | 604 klik

Bukittinggi, Padek—Deswita, guru SD Negeri 02 Percontohan Bukittinggi, selama tiga hari mulai Senin (10/6) kemarin, menjalani penilaian dari tim pemilihan guru berprestasi nasional tahun 2012, bersama 18 guru lainnya yang mewakili kota dan kabupaten di Sumatera Barat.

Guru matematika dan menjadi salah seorang pelatih Olimpiade Sains Sumbar ini, menurut kepala SDN 02 Percontohan, Elita, dan ketua Komite Muchtar, sebelum berhak mewakili Bukittinggi, Deswita berhasil menyisihkan dua guru pesaingnya, yakni Junaidi, (SD 09 Belakangbalok) dan Efi Rohani (MIN Gulaibancah).

Menurut Elita, Deswita yang juga sering menjadi Pembina dan pembimbing berbagai kegiatan ekstra-kurikuler, lomba-lomba seperti MMT serta sering mengharumkan nama sekolah. “Makanya, sangat wajar bila tim penilai Bukittinggi, memilih Deswita, kini menjabat Sekretaris kelompok kerja guru (KKG) Sumbar, menjadi guru berprestasi tahun 2012,” katanya.

Cuma saja, di sela-sela penilaian oleh tim provinsi itu, berbagai issu negatif tentang Deswita, juga menyebar melalui berbagai cara, termasuk melalui pesan pendek atau SMS. “Saya sempat sedih, mengapa ada saja orang yang menyebarkan issu negatif tentang diri dan keluarga saya,” ujar Deswita dengan air mata berlinang.

Perbuatan yang tidak jujur dan bisa mengarah kepada pencemaran nama baik itu, juga diakui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bukittinggi, Ellia Makmur. Meski menyakitkan, namun berharap agar Deswita tidak menanggapi dan bersabar. Karena berita bersifat issu itu jelas tidak akan menjadi bahan penilaian tim.

“Saya berharap kejadian itu justru semakin meningkatkan daya saing dan kesabaran Deswita. Sebagai seorang guru, yang penting melakukan tugas dan tindakan yang tidak tercela,” harap Ellia.

Salah seorang tim penilaian guru berprestasi Sumbar, Maswardi, yang juga Sekretaris PGRI Kota Bukittinggi, mengakui, diantara issu yang menyebutkan nilai Deswita didongkrak dari penilian tingkat Kota Bukittinggi, yang ia ketahui, jauh melebihi dari guru lain yang disisihkannya.

Diantara penilaian yang dilakukan terhadap calon guru berprestasi untuk tingkat Sumbar, menurut Maswardi, bagaimana kemahiran seorang guru menyusun rencana program pembelajaran sesuai bidang studinya.

Penilaian yang dilakukan sampai Rabu (12/6) ini, baik Kepala SDN 02 bersama ketua Komite, dan Kepala Disdikpora Bukittinggi, optimistis, Deswita, mampu mengalahkan pesaingnya dari kota dan kabupaten lainnya di Sumatera Barat. (rul)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA