Date Kamis, 24 July 2014 | 22:19 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Suami-Istri Selamatkan Sumbar

Rabu, 13-06-2012 | 11:30 WIB | 852 klik
Suami-Istri Selamatkan Sumbar

Pasangan suami istri, Ade Setiawan (tengah) dan Etika Vestia (kiri)

Ambon, Padek—Hasil mengecewakan kafilah Sumbar di hari ketiga Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-24 di Kota Ambon, terobati pada hari keempat. Kemarin (12/6), dua wakil Sumbar berhasil melaju ke babak final melalui cabang khat naskah putra dan khat hiasan mushaf putri. Di samping itu, perolehan nilai dua wakil Sumbar lainnya bertanding di cabang syarhil dan tilawah dewasa tetap bertahan di posisi pertama di hari keempat.

Duo wakil Sumbar berhasil melaju ke babak final itu yakni, khat naskah putra Ade Setiawan dan khat hiasan mushaf putri Etika Vestia. Sedangkan dua wakil Sumbar berpeluang merebut medali emas adalah, syarhil Quran Elfitri dkk dan tilawah dewasa Dasrizal. Sumbar berpeluang mendulang prestasi di tujuh cabang lainnya yang sampai hari keempat belum satu pun wakil Sumbar yang berlomba.

“Pada hari ketiga memang pencapaian kafilah Sumbar tidak terlalu menggembirakan, kalah dari kafilah Banten dan DKI. Tapi, alhamdulillah, hari ini (kemarin, red) ada dua wakil Sumbar masuk final. Mereka ini pasangan suami istri. Kita berharap mereka berhasil memperoleh emas,” ujar Koordinator Pelatih Kafilah Sumbar, Amsaruddin Chan kepada Padang Ekspres, kemarin (12/6)

Ade Setiawan beserta istrinya Etika Vestia kepada Padang Ekspres di arena lomba, mengaku keberhasilan mereka masuk final karena saling bersinergi dan mengisi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jika Etika jago dalam hal pewarnaan, namun kurang di bidang tulisan. Sedangkan suaminya, mengisi kekurangannya tersebut.

Khusus cabang syarhil Quran dan tilawah dewasa, menurut Amsaruddin, satu-satunya penghambat kafilah Sumbar memperoleh medali emas adalah belum tampilnya kafilah Banten. “Sampai hari ini (kemarin, red), posisi nilai tertinggi masih dipegang kafilah kita. Mudah-mudahan saja, posisi itu tidak berubah dan kafilah Banten tidak menggeser kedudukan kita,” ujarnya.

Untuk cabang tilawah remaja putri, kafilah Sumbar hanya berada pada posisi keempat. Begitu juga cabang Bahasa Indonesia putra, kafilah Sumbar berada di posisi keempat. Tahfiz 20 juz, kafilah Sumbar menduduki peringkat kelima, tilawah canet putri peringkat keenam, tafsir bahasa Inggris putra pada peringkat kesembilan. Sedangkan tahfiz 190 juz putri, posisi kafilah Sumbar berada pada peringkat ke-13, tartil Quran peringkat Sumbar merosot ke posisi 12.

“Persaingan dalam MTQN tahun ini memang sangat ketat. Beda nilai antara kafilah satu dengan lainnya sangat tipis. Hanya berbeda koma. Mudah-mudahan sajalah kafilah Sumbar berada di posisi aman, tidak lagi tersalib kafilah lainnya,” ujarnya.

Amsaruddin beralasan banyaknya kafilah Sumbar berguguran dalam MTQN ini, juga tak lepas banyaknya kafilah Sumbar langsung berlomba di hari pertama. Kondisi ini, menurutnya, merugikan Sumbar karena belum sepenuhnya siap setelah menjalani perjalanan jauh dari Padang. Karena itu, pihaknya meminta panitia mengubah jadwal penampilan wakil Sumbar di hari terakhir. “Alhamdulillah, permintaan ini dikabulkan. Buktinya, cabang-cabang andalan Sumbar yang mendapatkan medali di MTQN, belum tampil,” ujarnya.

Cabang lomba itu adalah, qira’at putri, tilawah dewasa putri, tilawah remaja putra, tafsir bahasa Inggris putri, tahfiz 5 juz putra, tahfiz 1 juz dan khat naskah. “Kita berharap kafilah Sumbar yang turun pada cabang ini dapat memberikan prestasi terbaik,” ujarnya.

Kepala Bagian Agama Setprov Sumbar, Eko Faisal mengatakan, yang berhasil memperoleh medali emas dalam ajang ini akan mendapat bonus Rp 100 juta, perak Rp 50 juta, dan medali perunggu Rp 30 juta.

Kemarin (12/6), Wakil Ketua DPRD Sumbar Asli Chaidir dan anggota Komisi IV Muslim M Yatim datang ke lokasi lomba untuk memberikan dukungan. “Kalau MTQN Bengkulu berada di posisi lima, harapan kita MTQN kali ini bisa masuk tiga besar,” harapnya. (ayu)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA