Date Minggu, 27 July 2014 | 02:14 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Ragam Info

SMAN 6 Padang

Tempat Belajar yang Nyaman

Jumat, 08-06-2012 | 09:50 WIB | 325 klik
Tempat Belajar yang Nyaman

Penyerahan sertifikat Sekolah Adiwiyata

Ngomong-ngomong masalah adiwiyata, barangkali ada sobeX yang masih belum ngerti dengan istilah adiwiyata. Adiwiyata maksudnya adalah penghargaan yang diberikan Kementrian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Kementrian Pendidikkan kepada sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Emang nih sobeX adiwiyata berasal dari dua kata yaitu adi yang artinya agung atau nyaman, sedangkan wiyata artinya tempat belajar. Jadi kalau kita artikan, adiwiyata adalah tempat belajar yang nyaman.

Begitu pula suasana yang Xpresi dapati ketika mengunjungi SMAN 6 Padang. Baru saja memasuki gerbang sekolah yang terletak di Mata Air tersebut, Xpresi sudah disambut dengan pemandangan asri. Dimana-mana banyak tumbuhan hijau. Boleh dikatakan nggak ada lagi ruang yang kosong, semuanya ditanami tumbuhan hijau. Bahkan nih sobeX, tanah belakang sekolah saja sudah disulap sekolah ini menjadi hutan. Berbagai jenis tanaman ditanami di hutan belakang sekolah tersebut, mulai dari obat-obatan dan tanaman yang lain yang bernilai ekonomis dan bisa dimanfaatkan.

Nggak hanya itu, cobalah tengok di lokasi sekolah tersebut ada beberapa lubang yang bertuliskan biopori. Biopori maksudnya adalah lubang yang dibuat di tanah untuk menampung sisa makanan siswa dan sisa produksi kantin. Nah, dalam tanah ini sisa makanan tersebut akan berguna jadi pupuk yang dimanfaatkan tumbuhan sekitar biopori tersebut. Memang nih sobeX biopori tersebut dibuat disekitar taman sekolah yang dikepalai oleh bapak Barlius itu. Setidaknya ada 15 biopori yang tersebar di sekitar SMAN 6 Padang.

Selain biopori, sekolah ini juga memproduksi kompos sendiri. Sekolah ini memakai tiga pola dalam mengolah sampah, yaitu reduce, reuse dan recycle. Beberapa prinsip tersebut diaplikasikan dalam beberapa teori. Misalnya nih sobeX, sampah-sampah daun-daun dan organik lainnya diolah sendiri sekolah ini dengan 32 komposter. Uniknya lagi, masing-masing kelas memiliki komposter sendiri. Nah, pengolahannya tentu tergantung kelas itu, ada yang sebulan atau bahkan lebih, tergantung dari jumlah sampah yang terkumpul dalam komposter.

Sekolah ini malahan juga punya bank loh sobeX. Bukan bank tempat menyetor uang seperti yang kita ketahui. Namun, bank yang diterapkan sekolah ini adalah bank sampah. Loh, pasti rada-rada bingung kan. Nah, bank sampah memang menjadi salah satu terobosan SMAN 6 Padang. Prinsipnya nggak jauh-jauh berbeda dengan bank yang kita kenal. Hanya saja, peneyetorannya tidak dilakukan dengan uang, namun dilakukan dengan mengumpulkan sampah. Warga sekolah akan mengumpulkan sampah dan menyetornya ke bank sampah yang bernama Sarasah ini. Sebelum ditimbang, terlebih dahulu sampah akan dipisahkan menurut sifatnya, sampah organik dan anorganik.

Nah, lantas apa yang dilakukan bank sampah dengan sampah-sampah itu. Percaya atau nggak nih sobeX, sampah-sampah itu bisa dikreasikan loh. Kalau sobeX hanya tahu sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos, nah itu memang benar. Namun, bagaimana dengan sampah anorganik yang berasal dari plastik-plastik?

Sekolah ini nggak ketinggalan akal kok. Sampah-sampah anorganik tersebut diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Misalnya nih, sachet susu atau kopi kemasan diolah menjadi tas topi dan lain sebagainya. Botol air mineral diolah menjadi vas bunga dan banyak lainnya. Nantinya, kerajinan tersebut juga akan dipasarkan. Namun, sebelum dipasarkan dipajang dulu di galeri daur ulang untuk menarik pembeli.

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA