Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 10:09:31 WIB
NASIONAL

NIP Honorer K1 Segera Terbit

Setelah PP Pengangkatan Honorer Menjadi CPNS Terbit

Padang Ekspres • Selasa, 05/06/2012 14:31 WIB • * • 11743 klik

Jakarta, Padek—Badan Ke­pe­gawaian Negara (BKN) su­dah siap mengebut pe­ner­bitan Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk puluhan ribu tenaga honorer yang siap di­angkat menjadi CPNS tahun ini. Pekerjaan ini menjadi konsekuensi diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2012 ten­ta­ng Pengangkatan Tenaga Ho­no­rer Menjadi CPNS.

 

Kepala Biro Humas dan Pro­tokol BKN Aris Win­diyan­to di Jakarta kemarin (4/6) menuturkan, banyaknya ber­kas pengusulan NIP yang ditu­jukan dari setiap instansi ke pihaknya setelah PP honorer disahkan sudah mereka antisipasi sejak dulu. ”Tapi secara umum, penerbitan NIP itu adalah tugas utama kami,” katanya.

 

Aris menjelaskan, pihak­nya sampai saat ini belum bisa memastikan kapan NIP bagi tenaga honorer yang digaji APBN/APBD atau honorer kategori 1/K1 akan mulai diterbitkan. Dia hanya me­nga­takan, sesuai dengan ama­nah yang terkandungan da­lam PP honorer tersebut, seluruh honorer K1 harus diangkat tahun ini juga.

 

Terkait soal gaji, Aris me­nga­takan, pemerintah tentu su­dah menetapkannya sejak dulu. ”Tidak mungkin kan PP-nya sudah diterbitkan, tetapi masih bingung soal gaji,” tutur dia. BKN mendapatkan informasi jika anggaran gaji CPNS baru dari pos tenaga honorer ini dialokasikan un­tuk 72 ribu pegawai.

 

Aris berharap tenaga honorer K1 yang benar-benar memenuhi persayaratan ad­mi­nistrasi tidak perlu cemas. Se­bab, nasib mereka kini sudah lebih jelas ketimbang saat PP honorer belum disah­kan presiden.

 

Untuk mekanisme pe­ner­bitan NIP, Aris mengatakan tidak jauh berbeda dengan pengusulan NIP untuk CPNS dari rekrutan tenaga honorer. Dia mengatakan, masing-masing instansi yang me­miliki tenaga honorer K1 ha­rus menuntaskan proses pem­berkasan. Berkas-berkas yang diusulkan instansi tadi, dija­dikan alat bagi BKN untuk menerbitkan NIP.

 

 Aris mengatakan, pokok persoalan yang sampai saat ini masih mengganjal adalah pelaksanaan penerbitan NIP itu sendiri. Dia mengatakan, uji publik data tenaga honorer K1 saat ini ada yang benar-benar sudah tuntas dan tidak memiliki persoalan. Pihak BKN mengistilahkan kelom­pok ini adalah data honorer K1 yang klir.

 

Nah, saat ini BKN masih menunggu instruksi dari Ke­men­terian Pendayagunaan Apa­ratur Negara dan Re­for­masi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Apakah mereka bisa me­ngeluarkan NIP untuk honorer K1 yang sudah klir tadi. Atau harus menunggu seluruh data honorer K1 klir semuanya.

 

Untuk sementara hingga Jumat lalu (1/6), data honorer yang sudah klir tersebar di 111 instansi di pemkab maupun pemkot. Dari sejumlah in­s­tansi yang data honorer K1-nya sudah klir itu, terdapat 4.517 orang yang siap diangkat men­jadi CPNS.

 

Pemkab atau pemkot yang memiliki tenaga honorer K1 paling banyak diantara 111 instansi itu adalah, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan dengan 195 orang. Sementara khusus di Jawa Timur, pem­kab atau pemkot dengan te­naga honorer K1 terbanyak ada­lah di Kota Pasuruan de­ngan jumlah 134 orang. Se­mentara yang paling kecil ada­lah Kota Batu dengan satu orang tenaga honorer K1. (wan/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!