Date Senin, 28 July 2014 | 21:23 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

264 PNS Kemenag Ikuti Rekam Data

Jumat, 01-06-2012 | 14:26 WIB | 519 klik

Padangpanjang, Padek—Sebanyak 264 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Padangpanjang mulai menjalani proses rekam data untuk pembuatan Kartu Pegawai Elektronik (KPE), di aula kantor Kemnag setempat, Rabu (30/5) lalu.

Kepala Kantor Kemnag Padangpanjang, Japeri mengatakan perekaman data elektronik yang dilakukan oleh pihak Sucofindo tersebut ditargetkan selesai dalam satu hari. Sehingga bagi sejumlah pegawai yang tidak dapat mengikuti perekaman data pada hari itu, dapat melakukan rekam data di Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar.

“Bagi sejumlah PNS kami yang saat ini sedang bertugas di luar kota, dapat melakukan rekam data di Kanwil pada 6 Juni mendatang. Selain itu, bagi pegawai di suatu daerah yang sedang merekam data elektronik, dapat ikut meski bukan merupakan pegawai daerah setempat,” ungkap Japeri didampingi Analis Kepegawaian Kemnag, Rifni Yeti kepada Padang Ekspres kemarin.

Terkait tujuan diterbitkannya KPE tersebut, Jaferi menyebutkan untuk memudahkan pelayanan kepada PNS penerima pensiun PNS dan keluarganya. Di sisi lain dalam implementasinya, pencetakan KPE bertujuan untuk mendapatkan data biometric fisik PNS yang akurat untuk keperluan perencanaan, pengembangan dan kesejahteraan PNS. Selain itu, juga untuk membangun database PNS yang memiliki tingkat keotentikan dan identifikasi yang tinggi sehingga menghasilkan data dan informasi yang akurat.

“Mewujudkan data kepegawaian mutakhir di instansi pusat maupun daerah dan terintegrasi secara nasional dalam sistem informasi yang dapat diakses oleh PNS bersangkutan. Serta bertujuan untuk memberikan fasilitas multifungsi layanan kepada PNS yang lebih efektif dan efisien melalui penggunaan KPE,” terangnya.

Selain itu dikatakannya, KPE tidak hanya bertujuan memberikan kemudahan bagi PNS untuk memperoleh pelayanan bukan saja masalah kepegawaian. Akan tetapi juga dapat digunakan untuk mempermudah PNS dalam memperoleh layanan penggajian, Askes, Taspen dan Bapertarum. Bahkan kemungkinan ke depannya, KPE juga dirancang untuk memberikan kemudahan bagi PNS dalam bertransaksi keuangan.

“Melalui anjungan KPE, setiap PNS dapat dengan mudah melakukan transaksi, baik untuk mengetahui data pribadinya, melakukan pelayanan online untuk pembayaran rekening listrik, telepon, PAM dan kebutuhan lainnya. Setelah KPE selesai, kartu pegawai yang lama akan kita tarik dari yang bersangkutan sebagai bukti terhadap pendistribusian KPE,” pungkas Japeri. (wr)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA