Date Selasa, 29 July 2014 | 13:39 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Besok, Hasil UN SMA Sederajat Diumumkan

Pasbar-Pessel Terbanyak tak Lulus

Jumat, 25-05-2012 | 09:39 WIB | 4358 klik
Pasbar-Pessel Terbanyak tak Lulus

GRAFIS : ORTA

Padang, Padek—Besok (26/5), hari yang paling ditunggu peserta ujian nasional (UN) 2012 tingkat SMA dan sederajat. Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal mengumumkan hasil UN SMA dan sederajat serentak di seluruh Indonesia. Meski tidak masuk dalam lima besar peraih nilai tertinggi secara nasional, namun hasil UN Sumbar tahun ini membaik dari tahun lalu.

Data yang diperoleh Padang Ekspres di Dinas Pendidikan Sumbar, tercatat 442 dari 64.570 peserta UN tidak lulus. Peserta tak lulus terdiri dari 366 siswa SMA/MA dan 76 siswa SMK. Tahun lalu, tercatat 1.104 dari 60.584 peserta UN SMA dan sederajat yang tidak lulus.

Dari tingkat kelulusan, jenjang SMA/MA lulus sebesar 99,21 persen dan tidak lulus 0,79 persen. Sedangkan jenjang pendidikan SMK 99,59 persen lulus dan 0,41 persen tidak lulus.

Dari 366 siswa SMA/MA tidak lulus, terbanyak terdapat di Pasaman Barat, berjumlah 79 siswa dari 3.241 peserta UN. Rata-rata nilai kelulusan di daerah pemekaran itu 6,94. Sedangkan daerah lulus 100 persen, terdapat di Kota Solok dengan jumlah peserta UN 1.179 siswa, dengan rata-rata nilai 7,56.

Angka ketidaklulusan siswa SMK yang tertinggi adalah Pesisir Selatan (Pessel). Sebanyak 15 dari 1.402 peserta tidak lulus dengan rata-rata nilai 6,99. Sedangkan daerah paling sedikit ketidaklulusan adalah Kota Solok, Padangpanjang, Sawahlunto, Pasaman, Padangpariaman, Solok dan Tanahdatar. Di tujuh daerah itu, siswa tidak lulus hanya 1 orang (selengkapnya lihat grafis).

Dalam lembaran peserta UN yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Syamsulrizal tertanggal 24 Mei 2012, peserta UN SMA/MA dan SMK tahun ini diikuti 64.570 siswa, terdiri dari 46.096 siswa SMA/MA dan 18.474 siswa SMK. Rinciannya, untuk SMA/MA jurusan Bahasa 277 siswa, SMA/MA jurusan IPA 19.500 siswa, SMA/MA jurusan IPS 24.947 siswa, SMA/MA jurusan Agama 1.372 siswa dan SMK 18.474 siswa.

Syamsurizal ketika dikonfirmasi Padang Ekspres soal hasil UN, ponselnya tidak aktif. Sedangkan Kabid Pendidikan Menengah Disdik Sumbar Muliardi mengatakan, data hasil UN yang ditandatangani Syamsurizal itu, belumlah data resmi yang dikeluarkan Kemendikbud. “Kami belum bisa mengumumkan, karena menteri sendiri belum mengumumkan. Jadi, angka itu belum pasti. Angka yang pasti kalau besok (hari ini, red) menteri mengumumkan,” ungkap Muliardi.

Ketua Pelaksana UN Sumbar Bustavidia yang dihubungi terpisah mengatakan, belum tahu kepastian kapan hasil UN di Sumbar diumumkan. “Belum ada instruksi resmi dari Kemendikbud. Besok sore (hari ini, red) baru bisa saya pastikan apakah hasilnya diumumkan Sabtu (26/5) atau tidak. Kita tidak ingin mendahului kementerian,” tukasnya.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim yang dihubungi Padang Ekspres soal jadwal pengumuman hasil UN, telah memastikan pengumuman serentak pada Sabtu (26/5). “Semuanya tanggal 26 Mei,” kata mantan Rektor Unand itu.

Mengantisipasi selebrasi kelulusan berlebihan dari para siswa, Dinas Pendidikan Sumbar mengingatkan pihak sekolah dan para siswa menghindari kegiatan hura-hura. “Jangan melakukan kegiatan yang dapat mengancam keselamatan jiwa seperti konvoi kendaraan bermotor. Kami juga mengimbau siswa tidak melakukan aksi coret baju di sekolah maupun di luar sekolah,” seru Muliardi.

Jatim Teratas,

NTT Terendah

Di sisi lain, Provinsi Jawa Timur berhasil memperoleh persentase ketidaklulusan terkecil secara nasional. Berdasarkan rekapitulasi hasil UN dilansir Kemendikbud kemarin menunjukkan, Jatim memiliki tingkat persentase siswa tidak lulus UN paling rendah. Tercatat, hanya 156 dari 210.586 siswa tak lulus UN atau sekitar 0,07 persen.

Sebaliknya, persentase ketidaklulusan tertinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai juru kunci. Dari 36.228 siswa, tidak lulus UN mencapai 1.994 siswa atau 5,50 persen.

Mendikbud M Nuh mengatakan, tingkat kelulusan UN di NTT hanya mengalami kenaikan sedikit sekali. ”Tidak apa-apa. Artinya intervensi yang kita lakukan tidak sia-sia,” katanya.

Intervensi Kemendikbud untuk menggenjot tingkat kelulusan UN di NTT tahun ini di antaranya mengucurkan uang sumbangan miliaran rupiah. Selain itu juga merehab sekolah rusak dan memperbaiki kualitas guru.

Di bagian lain, evaluasi pelaksanaan UN 2011-2012 langsung dikebut jajaran Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud. Kepala Balitbang Kemendikbud Khairil Anwar Notodiputro mengatakan, evaluasi akan segera dilakukan setelah kelulusan UN jenjang SMA/sederajat dan SMP/sederajat telah diumumkan.

”Kita akui memang masih terdapat lobang-lobang,” kata dia. Di antaranya, bisa dilihat dengan masih banyaknya laporan kecurangan dan bocoran kunci jawaban. Khairil mengatakan, evaluasi untuk mewujudkan hasil UN yang objektif akan dimulai dari penyusunan soal, percetakan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

Sementara untuk tingkat atau derajat kelulusan, Khairil mengatakan, kriteria kelulusan tahun ini berpeluang dipertahankan tahun depan. Tahun ini siswa dinyatakan lulus jika memiliki nilai akhir dengan rata-rata 5,5. Selain itu, siswa dinyatakan lulus jika memiliki nilai akhir minimal 4 di setiap mata pelajaran diujikan. Nilai akhir adalah, nilai UN ditambah nilai ujian akhir sekolah (UAS).

Sedangkan tingkat kesulitan soal, kata Khairil, akan terus dievaluasi. Seperti diketahui, UN saat ini terdiri dari tiga level kesulitan. Level mudah (10 persen), level sedang (80 persen), dan level sulit (10 persen). “Komposisi kesulitan UN tahun depan, tunggu hasil rapat nanti,” pungkasnya. (jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA